Let’s Talk About Foursquare

Let’s Talk About Foursquare

Location, location, location. Begitulah kabarnya mantera tahun-tahun ini. Dalam beberapa waktu ke depan, kemungkinan akan ada beberapa kloning dan spin off layanan seperti Foursquare, Gowalla atau Koprol. Review based site dan layanan lain bukan tidak mungkin akan latah menambahkan unsur lokasi. Entah sekedar mengejar tren atau mengejar peluang berintegrasi dengan platform yang matang di kemudian hari. In Open Graph maybe? Yeah, we’ll talk about it another time.

Hype Triggers Investment

Suka atau tidak suka, salah satu ukuran prospek adalah sebanyak apa hype yang bisa diproduksi. Hype adalah potensi yang belum terealisasi. Hype bisa mewakili keberadaan pasar yang menunggu untuk dicukupi kebutuhannya. Entah valid 50% atau 68%, peluang ini jadi lirikan investor. Jika kamu sudah sempat membaca bocoran di DailySocial, tahun ini ada beberapa startup di Indonesia yang mendapatkan funding. Salah satunya adalah location based service. Agak mengagetkan karena ini adalah Indonesia, nobody gets funded except the NGOs. And location game is quite new here.

Bagaimana dengan Foursquare? Location based service bukan barang baru. Namun konsep check in yang dibawa Foursquare tampaknya adalah pendekatan yang paling bisa mengambil hati pengguna.

Sell It or Keep It

Justru karena langka, kesempatan didanai tidak datang dalam banyak kesempatan. Foursquare sendiri pernah mendapatkan angel funding $1.35M. Kemudian penawaran kedua adalah dibeli oleh Yahoo. Jika ini adalah saya, akan ada dua hal yang saya pikirkan.

Kapan lagi akan datang kesempatan seperti ini? Apakah ini exit strategy yang saya tunggu? Diakuisisi adalah kesempatan langka. Biasanya angka yang ditawarkan sudah bisa dipakai untuk membayar hutang ke investor plus dana pensiun. Give it up dan mulai kesuksesan yang lain dengan modal baru, jaringan baru dan pengalaman yang sudah dipelajari selama ini.

Bagaimana jika startup ini bisa lebih sukses daripada angka yang ditawarkan saat ini? Location based service belumlah jenuh. Masih ada misteri di masa depan yang harus dikuak. Belum ada yang tahu layanan ini akan mendaraat di mana dan akan solid dalam bentuk apa. Bagaimana jika ternyata valuasinya makin naik? Apakah saya akan kehilangan kesempatan untuk menuai kesuksesan yang lebih besar.

The Consequences

Tidak diakuisisi berarti kehilangan kesempatan untuk didanai penuh. Anda masih harus bergantung ke investor dan dikontrol investor. Diakuisisi bisa berarti lebih mudah bicara dengan partner atau calon partner karena nama. Hanging out with the big guys make you a big guy. Yang dulunya sering bilang no akan lebih sering bilang yes.

Tapi, diakuisi juga bisa berarti kehilangan kontrol. Kita harus masuk ke dalam roadmap perusahaan yang lebih besar. Fitur yang sebelumnya sudah mau dideploy malah diundur setahun. Startup yang sebelumnya lean dan fleksibel jadi susah bergerak dan tak bisa menentukan langkah. Dan yang paling bahaya, startup akan kehilangan label indie. When you are joining major label, you are no longer cool. Karena berarti Anda menyerah pada the man. Startup akan dianggap kehilangan fokus pada pengguna. Mudahnya, startup akan dianggap sebagai the bad guy.

Menurut kalian, kapan startup harus dilepas dan kapan harus ditahan saat ada pembeli? Kalau kamu jadi pemilik Foursquare, apa yang akan kamu lakukan?

Comments are closed.