Chrome Party Jakarta, What Can You Tell From

Chrome Party Jakarta, What Can You Tell From

Tanggal 22 Juni kemarin saya mendapat undangan untuk hadir di acara peluncuran produk Google. Tidak dituliskan produk apa yang akan diluncurkan. Dan tenyata setelah sampai di sana saya baru sadar ini adalah “chrome party”. Tradisi yang mirip dengan peluncuran Ubuntu terbaru atau Firefox paling gres. Jika Firefox dan Ubuntu sudah punya representasi resmi di Indonesia, lain halnya dengan Chrome.

Chrome Resmi Masuk Indonesia

Ruangan di chrome party diset seperti galeri. Tidak ada lukisan yang dipajang namun sebagai gantinya kita bisa melihat theme Chrome bernuansa lokal yang ditempel di dinding lorong masuk ruangan. Peserta chrome party juga mendapat kesempatan difoto dengan frame Chrome yang memuat halaman Youtube. Hasilnya kita seperti sedang tampil dalam video Youtube, dalam Google Chrome browser.

Ditandai dengan theme sepert Bambang Pamungkas, Benny & Mice, Dian Sastro dan Darbots, Chrome meresmikan eksistensi dirinya dalam komunitas internet Indonesia. Beberapa situs besar juga digandeng lewat penyediaan extension, antara lain: Kaskus, Kapan Lagi, Detik, dan 21Cineplex. berbagai tema lokal tersebut bisa diunduh di halaman resmi Chrome untuk Indonesia: http://google.co.id/chrome

We Are Here Not For Market Domination

Paling tidak begitulah kata Product Manager Chrome untuk South Asia. Dan ini bukan cerita baru. Beberapa kali saya dengar ambisinya memang bukan market domination — walau hasil akhirnya adalah market domination juga. Google is trying to is push the culture and technology. Dengan menciptakan product baru yang keren dan beberapa kali mengubah standar, Google mendorong iklim kompetisi dan akhirnya meningkatkan kualitas standar sebuah lini produk. Google Mail dengan kemampuan offline, javascript intensive, conversation UI dll membuat produsen browser sadar bahwa dengan support teknologi yang baik akan dihasilkan produk yang baik juga. Konsumen juga secara tidak langsung teredukasi untuk meninggalkan browser purbakala. This is how they kill IE6.

Lalu untuk pasar Indonesia, apa yang hendak disampaikan? Mungkin sekedar memberi tahu para pengguna internet bahwa jika mereka sudah akrab dengan GMail, mereka mestinya mencoba Chrome. Chrome is as good as GMail. Google tahu bahwa banyak di antara kita yang tidak bisa membedakan mail client dengan outlook atau gmail atau yahoo mail. Dan juga tak bisa membedakan antara internet, search engine dan browser. Chrome is now your internet 😀

Next Step For Google?

Dominasi Indonesia di dunia intenet internasional sudah sangat terkenal. Langkah perkenalan browser ini hanya testing the water. Google pastinya punya banyak rencana untuk tapping Indonesian market. It’s no brainer. Pemasaran Chrome secara resmi di Indonesia akan menjadi salah satu channel Google dalam mendalami secara langsung market di Indonesia. Dan karena mobile internet sedang tren juga, next step rasanya bakal jadi obvious: Android. Dan layaknya seperti yang dilakukan Google dengan Chrome, Android akan di-push bukan sebagai henpon atau gadget lain tapi sebagai the mobile internet itself.

BTW, hari ini kabarnya jadi hari resmi dimana media partner Google akan promo Chrome versi Indonesia.

PS:

Tema lokal bisa diunduh di https://tools.google.com/chrome/intl/id/themes/index.html

Chrome juga sudah dibundel lewat modem AHA, lho.

Comments are closed.