Tying Up The Loose Ends

Tying Up The Loose Ends

Kesempurnaan adalah kondisi ideal yang dikerja banyak orang orang. Hal yang sama juga berlaku untuk produk apapun. Konsumen punya banyak keinginan. Masih enak jika keinginan tersebut selalu tetap. Masalah besarnya adalah keinginan konsumen ini selalu berubah. Dan tidak ada faktor pasti yang bisa dijadikan pedoman. Beberapa faktor misalnya faktor inflasi, kondisi ekonomi dll yang mempengaruhi kondisi global bisa dijadikan pedoman. Bukan karena pasti mempengaruhi konsumen tappi kebetulan adalah banyak orang yang terpengaruhi kondisinya dengan faktor-faktor tersebut dan kebetulan mereka adalah beberapa dari pelanggan produk kita.

Pasar tidak pernah bergerak, tapi selalu berubah bentuk

Saya bisa bilang hal ini karena iklan mbak Agnes. Kartu gw gak ada matinya. Modem saya baru saja rusak. Kartu SIM yang biasa saya pakai mengakses internet pun harus menganggur karena modem lain yang saya punya ternyata terkunci untuk satu produk telco saja. I’m out of luck. Kartu saya yang menganggur dan sering saya kutuk itu kini terasa valuenya. Lebih terasa lagi jika saya bayangkan kartu yang cukup mahal itu harus expire di kemudian hari. Karena modem lain yang terkunci, dan kartu tersebut bukan kartu seperti kepunyaan mbak Agnes.

Tiba-tiba posisi saya sebagai konsumen berpindah karena suatu musibah yang tidak berlaku global. Tiba-tiba saya tak lagi valid untuk jadi konsumen produk tertentu karena ada value lain yang menjadi prioritas. Freedom.

Catch All atau Catch Many Enough

Masih ingat dengan tulisan Variasi Produk di NavinoT beberapa waktu lalu? Membuat banyak variasi dari sebuah produk memang membingungkan beberapa konsumen. Terutama konsumen yang nilai-nilai prioritasnya menjadi berimbang karena suatu variasi. Ketika nilai ini berimbang, nilai kegunaan di masa depan akan dipertimbangkan. Ketika nilai kegunaan di masa depan belum bisa diprediksi maka yang muncul adalah keluhan: saya bingun memilih produk.

Sementara itu beberapa konsumen lain yang mungkin lebih tahu kebutuhannya karena beberapa pengalaman tertentu seperti cerita di atas tidak akan merasa bingung. Beberapa di antaranya adalah konsumen yang juga telah berpindah posisi pasarnya. Dari prabayar ke pasca bayar, dari paket ekonomis ke paket premium, dari paket SMS ke paket voice, dan lain sebagainya.

Keberadaan variasi produk seperti menebar jala yang luas. Ikan bisa berpindah ke tempat yang agak teduh atau ke tempat yang agak hangat. Tak masalah bagi seorang nelayan dengan jala yang luas karena ikan-ikan tersebut masih masuk dalam jala yang sama.

What Loose End

Kita tahu konsumen pasti, suatu saat akan kecewa dengna produk kita. Kalau tak kecewa, pasti menjadi tidak cocok. Beberapa perlu waktu yang lama, tapi beberapa juga ada yang tak perlu waktu lama. Kekecewaan dan ketidakcocokan inilah yang saya maksud dengan loose end. Tali sepatu yang lepas sebenarnya tidak berbahaya, kecuali Anda terjerembab karena tali tersebut terinjak orang atau diri Anda sendiri. Sebaiknya, tali yang bisa membuat Anda jatuh, kancing baju yang kelihatan hampir lepas, gigi yang berlubang, dan lain-lain segera dirawat atau dicarikan alternatif penyelesaiannya. Jika tidak, mereka akan kembali menghantui kita di masa depan.

Don’t left any loose ends, seperti yang selalu diajarkan Leroy Jethro Gibbs pada kita. Right, Boss?

Comments are closed.