Google Has It All, But

Google Has It All, But

Saya bukan orang yang sangat up to date soal gadget. Well, saya baca beritanya tapi kalau soal experiencing the real device itu lain cerita. Ketelatan saya ini juga berlaku untuk Google Latitude, baru belakangan ini saya bisa mencoba karena ada gadget agak pintar yang bisa dimuati Google Latitude. Apakah Google Latitude sangat mengagumkan?

Untuk gadget yang tidak punya GPS, Google Latitude masih bisa berjalan dengan cukup baik. Tergantung kartu telco yang Anda pilih, posisi realtime bisa diplot dengan presisi lumayan tinggi. Lebih banyak BTS, lebih besar presisi yang Anda dapat.

Google Latitude menjadi sebuah layer tambahan pada Google Map, selain layer satelite dan traffic view. Seperti layaknya Google Map di desktop, Anda bisa menjadi jalur mencapai tempat tertentu. Dan karena Google Latitude sudah mengetahui posiis realtime Anda, Anda bisa menggunakannya sebagai titik awal untuk mencapai suatu tempat. Dan karena posisi kita bisa terupdate secara realtime, Google Latitude ini bisa dipakai seperti perangkat GPS untuk navigasi itu. That’s not all. Karena posisi teman-teman kita di Latitude juga terupdate secara realtime (by their choice), kita jadi mudah untuk mengatur kopdar.

Now, let’s visit Google latest rumour: Google Me. Apa sih yang bisa dilakukan Facebook tapi tidak bisa dilakukan Google? Apa yang bisa dilakukan Twitter yang tidak bisa dilakukan Google?

Latitude, by far is an awesome infrastructure for location based service. Google punya lebih dulu dari pada geolocation support dari Twitter. Google sudah punya petanya, informasi lalu lintass bahkan streetview. Untuk location based service, Google jauh lebih siap dari banyak nominasi yang lain.

Facebook stream? Friendfeed model is not a rocket science for Google (founder Friendfeed adalah jebolan Google). Walaupun Google sepertinya lebih tertarik ke masalah yang lebih pelik (mungkin karena Google cenderung selalu mengambil pendekatan akademis): realtime collaboration a.k.a Google Wave. Facebook Video, Google punya Youtube yang tiap iterasi tampak lebih menarik. Photos, Picasa tak terlalu tak terlalu populer tapi dekstop app-nya punya banyak kelebihan untuk masalah koleksi foto. Tambahan fitur face recognition beberapa waktu lalu di Picasa 3 jadi salah satu killer feature yang bisa banyak membantu kegiatan koleksi foto. Kita bisa punya virtual album berdasar wajah.

Apalagi yang diperlukan untuk social network? Network graph, Google punya social graph yang terintegrasi dengan layanan searchnya. Integrasi dengan layanan di luar Google juga tersedia lewat Buzz, albeit not much. Social graph ini juga menjadi lebih luas ketika pengguna melengkapi akun-akun social media dan social networknya di Google Profile.

Apa sih ya yang ditunggu Google? Mungkin Google sadar sekedar meniru Facebook tak akan memenangkan banyak orang. Mungkin Google masih menunggu saat yang tepat dan tiba-tiba: BOOM! Semua layanan Google yang sekarang tercerai berai di pelbagai segmen mulai terintegrasi satu persatu membentuk Google World. Google Me, all of google prop for me.

Punya bahan masak yang langka membuat koki punya dua pilihan. Pertama, memakai resep sama untuk membuat masakan dengan bahan terbaik demi memunculkan citarasa baru. Atau kedua, membuat resep yang sama sekali baru.

Menurutmu Google pilih yang mana?

Comments are closed.