Startup Goes to Enterprise Market, How.

Startup Goes to Enterprise Market, How.

Startup selalu mulai dari sesuatu yang kecil. Jarang ada yang langsung menembak segmen enterprise karena segmen ini punya karakteristik tersendiri. Kebutuhan yang muncul dari segmen enterprise sebenarnya tidak jauh berbeda dari yang ada di segmen lain. Jika sebuah toko online memerlukan sarana pencatatan transaksi dan perhitungan laba rugi, segmen enterprise juga memerlukan hal sama. Tapi tentunya dengan beberapa atribut tambahan.

Scalability

Segmen enterprise tidak bermain dalam ukuran kecil. Jika kita ingin memasukkan produk ke dalam segmen enterprise berarti prosuk kita harus siap menangani data dalam jumlah besar. Masalah yang sebelumnya bisa diselesaikan dengan mudah lewat query SQL harus ditulis ulang demi menjaga performa saat bertemu jutaan record. Map reduce, perhitungan non realtime tiba-tiba jadi masuk akal. Jika sebelumnya data hanya ada di satu server, setelah masuk segmen enterprise data bsia tersebar di beberapa pulau atau benua. Produk yang sebelumya mumpuni di LAN menjadi hang setelah masuk segmen enterprise.

Industry Standard

Dunia enterprise adalah juga sebuah tribe. Enterprise punya bahasanya sendiri dalam berinteraksi satu sama lain. ISO menjadi acuan umum banyak organisasi. Di bidang finansial ada standar tersendiri, contohnya IFRS (International Financial Reporting Standard). Di dunia penerbitan buku ada sertifikasi Book Industry Study Group. Di dunia e-commerce ada PA-DSS yang mengawal keamanan transaksi elektronik. Semua standar ini mempengaruhi karakteristik yang harus dipenuhi oleh suatu produk yang akan masuk ke dalam segmen enterprise. Tidak hanya mampu memenuhi kapasitas tapi juga harus industry compliance.

Still, Start Small

Salesforce juga dimulai dari garasi dan tidak sebesar sekarang. Ada masa di mana Salesforce bertransformasi menjadi apa yang ada sekarang ini. Untuk masuk ke dalam segmen enterprise kita tetap harus berangkat dari pain point seperti biasa. Dalam perjalanan lebih jauh di dunia enterprise kita akan menemui pain point versi enterprise. Di titik itulah produk harus mulai bertransformasi. Di titik itulah produk mulai harus mempertimbangkan stack-stack yang juga enterprise ready sebagai pondasi. Tidak harus selalu proprietary, tapi harus selalu ditantangkan dengan faktor kecepatan transformassi dan biaya. Bisa dimulai dengan Eucalyptus, dan berujung di VMWare vSphere, misalnya dalam urusan scalability.

Are you ready?

Comments are closed.