Banting Setir atau Tranformasi Terencana?

Banting Setir atau Tranformasi Terencana?

Ketika mendengar BazaarVoice dan produk tentang database reviewnya, saya membayangkan BazaarVoice ini dulunya pasti perusahaan kecil dengan ide sederhana. Dalam bayangan saya, perusahaan kecil tersebut terpelanting menjadi perusahaan jutaan dolar setelah tiba-tiba semua orang memerlukan produknya. Klien besar pun bisa ditepuk dengan mudah karena besaran database review yang dimiliki cukup signifikan dan relevan.

Saya belum mendapat cerita lengkap tentang perusahaan ini. Sejauh ini dari profil yang tercatat di VentureBeat dan CrunchBase, kita bisa melihat BazaarVoice sudah beberapa kali mendapatkan funding yang lumayan besar. Saya jadi agak ragu apakah besarnya perusahaan ini terjadi karena ada faktor keberuntungan atau memang benar-benar terencana.

Dari segi nama, BazaarVoice bisa diartikan suara pasar. Bazaar mengingatkan saya pada Bazaar and Cathedral The Cathedral and the Bazaar, esay tentang Open Source tulisan Richard Stallman Eric S. Raymond. Baazar menggambarkan proses bottom up, atau lebih populer dengan istilah user generated content. Dalam model Bazaar, partisipasi partisipan di dalamnya turut menentukan hasil akhir sebuah produk. Dalam konteks product review, penilaian dari pemakai suatu produk turut menentukan nilai akhir produk tersebut di mata konsumen.

Memilih kata Bazaar membuat saya lebih yakin bahwa perusahaan ini sudah dikonsep sedari awal untuk menaggregasi ulasan produk langsung dari para penggunanya. Dimulai dari tahun 2005, saya tidak tahu siapa target utama BazaarVoice ini. Apakah korporasi besar penjual produk online atau calon konsumen produk itu sendiri secara individual?

Jika targetnya adalah individu berarti sudah ada pergeseran besar dalam strategi bisnisnya. Klien BazaarVoice saat ini termasuk Bestbuy dan Walmart Costco. Dan kemungkinan besar Target, karena Target akan segera memperbarui platformnya dengan produk IBM (yang kompatibel dengan BazaarVoice).

Membayangkan transformasi semacam itu pasti membuat darah founder dan calon founder menjadi bergejolak. Yes, kita bisa bertransformasi dari consumer oriented product ke business oriented product. All you need is scale. Data kecil yang tak tampak terlalu berguna, jika terkumpul dalam jumlah besar ternyata akan punya nilai baru. Komentar produk jika dikumpulkan akan menjadi database mumpuni untuk pengambilan keputusan. Korporasi menginginkan data ini dalam rangka memberikan fasiltas pada konsumen, dan tak selalu digunakan sebagai komponen intelejensi bisnis.

Apakah Anda cukup sabar dan berencana mengikuti jejak BazaarVoice. Mulai dari barang sampah kali ya?

Posted with WordPress for BlackBerry (diperiksa di dekstop).

Comments are closed.