All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy

Kali pertama yang dicari-cari orang dari sebuah layanan tentu saja fitur. Orang datang karena dia punya masalah dan pain point yang hendak diselesaikan. Semua layanan akan dipilah dan dinilai kecocokannya berdasar kelengkapan fitur, antarmuka (dan mungkin harga). Akhirnya seseorang pun bisa settle dengan sebuah layanan.

Lalu  seseorang tersebut menjadi bosan. All works no play makes Jack a dumb boy. Kita ingin yang kita kerjakan juga memberikan kesenangan. Kita bosan jika berhadapan dengan satu hal terus menerus tanpa ada perubahan.

Mari kita lihat beberapa situs besar dan apa gameplay-nya

Facebook

Apakah Anda masih memakai Facebook? Facebook bukanlah layanan yang menyenangkan jika hanya berwujud buku tahunan online. Tambahkan status dan kemampuan untuk berkomentar. Berbagai foto dan tag teman-teman kita. Like sebuah foto atau notes, dan terima like dari teman-teman kita. Itulah game yang ada di Facebook (terlepas dari game yang ada di apps). Tanpa hal-hal tersebut kita mungkin tak pernah menengok Facebook kembali.

Twitter

Twitter hampir tak punya game element. Hanya ada follower, following serta mention. Karena itu sebenarnya menggunakan Twitter itu cukup susah karena alternatif aktivitasnya sangat sedikit. Kita harus jadi insightful, lucu atau persona-persona lain supaya mendapat mention dan di-follow.

Gameplay di Twitter justru disediakan oleh pihak ketiga. Layanan semacam Klout, PeerIndex menghitung score pencapaian kita dalam dunia Twitter. Melihat angka tersebut seorang pengguna bisa melihat posisi-nya di antara peer dalam kelompoknya. Angka ini memberikan dorongan bagi pengguna untuk mengeluarkan twit-twit dengan ‘aturan’ tertentu dalam rangka mencapai score yang diinginkan. Mau jadi apa? Punya authority di topik mana?

GetGlue

Bagi produk yang berkaitan dengan semantik seperti GetGlue, gameplay punya peranan yang teramat penting. Nilai produk semacam ini tidak bisa langsung muncul. Ada fase pembelajaran yang harus dijalani supaya produk tersebut bisa memahami preferensi kita dan kemudian akhirnya memberikan rekomendasi. Tapi gameplay yang tepat pengguna bisa bosan sebelum menerima manfaat layanan.

Penutup

Gameplay adalah must-have element dalam produk kita. Namun prioritas utama harus tetap berfokus pada pain-point. Beberapa startup lokal juga sudah punya gameplay, misal Urbanesia dengan UrPoint.

Punya startup? Apa gameplay-mu?
5 comments
faris
faris

wah. kalau foursquare game playnya juga unik lho

Dwi Asharialdy
Dwi Asharialdy

Sekedar tambahan, beberapa hari yang lalu saya sempet liat sebuah video presentasi di TED yang membahas ttg element-element game yang dapat diaplikasikan pada sebuah produk: http://ow.ly/2GHex

Dr. Acer
Dr. Acer

Sepakat dengan mas Arham. Terus berinovasi menservice itu penting, jika tidak ingin mati ;-)

Soal Urbanesia, saya belum sempat menjenguk tapi tampaknya akan menarik apalagi urbanesia ada sososk dibalik komunitas startuplokal :)

Arham Blogpreneur
Arham Blogpreneur

Menarik nih. bagaimana pun apapun jenisnya memang wajib berinovasi atau mati.

Toni
Toni

@faris
selain badges, apalagi ya gameplay-nya Foursquare? Badges rasanya bentar lagi basi. Sudah membosankan karena everybody is doing it :D

Trackbacks

  1. […] This post was mentioned on Twitter by navinot, Ivan Sielegar. Ivan Sielegar said: ★★★ All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy – Kali pertama yang dicari-cari orang dari sebuah layanan tentu saja fit… http://ow.ly/194NtO […]