Copy Paste, Early 2011

Copy Paste, Early 2011

Tampaknya Microsoft belajar dari Apple dan Google. Copy Paste di Windows Phone 7 pun ditunda sampai awal 2011. Coba kita tebak kenapa fitur copy paste ini ditunda, tidak oleh satu tapi tiga perusahaan raksasa.

We Can Wait

Memang awalnya ada yang marah-marah, namun entah kenapa ternyata kita masih bisa hidup dengan ponsel pintar yang tak bisa melakukan copy paste. Somehow, kita rela beradaptasi dengan kekurangan dan lebih memerhatikan sisi unggul lain yang bisa kita eksploitasi. We Rule gak butuh copy paste bau!

Sama seperti multitasking. We can wait. Masih ada baterai yang lebih awet dan aplikasi yang jalan dengan cepat.

Getting The Platform Delivered. Fast!

Perang yang terjadi saat ini adalah perang platform dan aplikasi karena hardware sendiri sudah memasuki titik jenuh. Kecuali GPU mau masuk ke kancah mobile. Dengan dua raksasa telah mengeluarkan platform smartphone (saya tidak hitung Nokia dan Blackberry), Microsoft tentunya tak mau kehilangan momentum. Apalagi Facebook juga dirumorkan akan membuat ponsel pintar juga.

Prioritas utama tentunya menghantarkan platform tersebut secepatnya menemui sinar matahari. Semakin cepat SDK dan platform tersebut dihantarkan ke pasar semakin terbuka pula kesempatan bagi developer untuk meramaikan ekosistem dan pada ujungnya menarik konsumen untuk membeli Windows Phone 7. Application, application, application. Developer, developer, developer!

Copy Paste is Obsolete (soon)

Paling tidak di ponsel. Dari dulu kita tidak punya yang namanya copy paste di ponsel (yang bukan smartphone). Tapi kini karena smartphone sudah jadi PDA yang sebenar-benarnya Personal Digital Assistant kita jadi relatif memerlukan fitur ini. Blame the apps, andai ponsel tak sepintar sekarang, copy paste mungkin tak akan jadi isu internasional.

Namun, ada gejala bahwa copy paste akan jadi barang kuno. Di GMail kita sudah bisa melihat integrasi preview Youtube, Map dan Calendar. Tiga fitur tersebut biasanya kita capai outputnya secara manual dengan copy paste ke kotak URL. Tak perlu berkeringat lagi kini semantic processing sudah jauh lebih murah, copy paste pun tak diperlukan karena aplikasi sudah mengenali makna suatu teks. Copy paste direduksi menjadi kegiatan satu klik untuk mengarahkan substansi terkait ke pemroses yang lain. Kalender, Facebook, Twitter, Bookmark, you name it.

So, adakah fitur yang tengah menunda peluncuran produk Anda?
Comments are closed.