It’s Not File Size That’s Killing iPad (Digital) Magazines

bcolbow:

If you’re going to successfully evolve into a new medium you can’t just add gimmicks, you have to substantially upgrade the user experience. If you asked anyone 15 years ago what the future of music looked like they would have told you that it was about fidelity, listening to an album would sound like you were at a concert or in the center of the orchestra pit. But that hasn’t been the case, in fact the overall quality of the music we listen to has gone down. The experience of being able to fit your entire music collection in your pocket, or stream any song to your phone leapfrogged any fidelity improvements other formats like DVD audio could make.

Oh no. Ini bukan artikel orisinil. Ini reblog. Memancing diskusi. Apakah kamu puas dengan majalah digital yang ada sekarang ini? Puas? Baca majalah digital saja jarang? :D

PS:

Beberapa tahun lalu kita heboh dengan e-paper. Kenapa tidak ada yang melahirkan ulang e-paper ya? Tidak ekonomis dibanding versi digital dalam tablet?

Photo: blackbiscuits

5 comments
LUVVITT
LUVVITT

Very happy to listen that. It is fully effective improvement and it will less our works. Thank you for informing.

madeforyou
madeforyou

Woh! pertama2 gue kaget nih, kok desain nya Navinot berubah!!! 

 

ok back to topic, jujur saja gue blom bisa menerima secara penuh e-paper, karena cara pemakaian nya tidak mudah.. harus ambil device, buka app tertentu, klik/tap beberapa link dulu, baru baca.. (not to mention size yg lumayan besar, jadi harus nunggu, ga instant) 

 

Bandingkan dengan koran/majalah print, tinggal ambil, bolak balik halaman (bolak balik halaman juga ada experience tertentu i believe, kelima jari kita di desain untuk berinteraksi secara independen tetapi terintegrasi) dan akhirnya fokus baca ke salah satu artikel. 

 

Kalau mau di reinvent, rasanya bisa dengan menambahkan tweak2 sedikit, misalnya download di lakukan otomatis pada waktu malam (jam tidur) sehingga ezine siap dibaca keesokan hari nya. Tambahkan sistem rekomendasi, ada sistem yg merekam apapun yg kita baca lebih dari 30 detik, kalau sudah lebih dari 30detik maka kita akan di anggap "suka" dengan artikel tersebut. Next time kita download edisi terbaru, maka akan lebih ter-personalized dan somehow bisa pintar juga merekomendasikan apa yang akan kita suka based on yg sudah kita suka. 

 

Terakhir, saya punya impian.. bagaimana kalau sewaktu kita tidur, kita bisa membaca majalah/koran/buku tersebut? instead of mimpi yg absurd atau sama sekali tidak mimpi. Kalau ada sistem / aplikasi / apapun yg bisa seperti itu, saya mau! :D *yg terakhir ini jgn di anggap serius yah hohoho

 

neofreko
neofreko moderator

 @madeforyou iya, ngilangin asesoris biar gampang dibaca. :D

 

kalo rekomendasi sih aku gak terlalu pengen karena dasarnya majalah itu sudah berupa hasil kurasi.

Latest blog post: Sonic Boom