Dual core smartphone ya “masak” cuma dibuat twitteran sambil nonton?

–Toni

Second Screen App

Second screen app, adalah aplikasi yang terpasang di layar tambahan yang berfungsi untuk memberikan added-value atau pengalaman ekstra pada konten pada layar utama.

Xbox SmartGlass

SmartGlass, IntoNow adalah salah satu contohnya. Masih belum paham juga? :headdesk: Oke, lihat video ini sampai habis lalu baca paragraf berikutnya

Perlu Gitu?

Ya tergantung mau pakai contoh kasus yang mana. Nonton bioskop tentu saja tidak perlu pakai second screen app. Tapi konten seperti pertandingan, atau serial televisi, bisa ditemani second screen app. Apapun yang bisa disela, berarti bisa ditemani dan diperkaya dengan second screen app.
Sudah sejak lama kita nge-tweet sambil nonton TV kan? Well, Twitter bisa jadi second screen app juga. Tapi, yang saya maksud dengan second screen app bukan app semacam Twitter. It has to be something richer.

It’s no men’s land

Iya, belum ada definisi eksak tentang apa saja yang harus dipenuhi oleh aplikasi sehingga bisa disebut second screen app. Adalah tanah tak bertuan, sama dengan SmartTV atau teknologi Augmented Reality yang belum punya contoh ideal. Tidak ada aplikasi yang sepenuhnya memuaskan (breath-taking), namun dari beberapa aplikasi yang sudah muncul, ada beberapa elemen yang dominan. Mungkin ini akan jadi tren di masa depan.

Literally, A second screen.

Karena memang layar utama kurang besar atau kurang pas untuk ditempeli dengan perkakas tambahan, maka layar kedua diperlukan. XBOX SmartGlass dan WiiU (bisa) memisahkan kontrol/pengaturan tambahan ke layar kedua. Layar kedua menjadi remote plus plus.

It’s boring, but yes it needs to be social

Mantra lama, tapi memang “social” ini bisa dihajar-tempelkan ke apa saja. Tarik semua elemen social media dan social network ke dalam aplikasi layar kedua yang selalu up-to-date dengan layar pertama. Dicontohkan di IntoNow, kita bisa membincangkan apa saja tentang acara yang kita lihat di linimasa twitter.

Navigating on TV sucks!

Layar besar memang susah dinavigasi. Beberapa tahun ini kita tak pernah lupa untuk membawa/menggenggam gadget dalam semua aktivitas kita. Portable, tapi tidak bodoh seperti remote. Sudah sangat pas untuk menelusuri direktori informasi, kecuali mengkonsumsi media secara megah. Zeebox mengerti hal ini dan menempatkan dirinya sebagai nahkoda konten. GetGlue, Gomiso juga sebenarnya bisa masuk di kategori ini.

It’s not easy to make one. You don’t say?

Iya, pendekatan supaya aplikasinya jadi breath-taking itu rocket science (untuk ukuran saya). IntoNow misalnya bisa mengenali acara hanya dari gambar (dan suara). Tapi tak harus terpaku di rocket science. Seamless memang keren, tapi value layar kedua ini bisa dieksplorasi lebih dominan daripada integrasinya. Bagian seamless itu lama-lama juga pasti jadi pustaka sumber terbuka. Percaya deh.

Epilog

So, yang masih bergelora bikin startup tapi kehabisan ide atau malas ikut komunitas merk gadget, bisa mencoba tantangan ini. Yang ngangur dan tak tahu lagi mau ngapain di internet juga bisa koding untuk mencari jawaban soal second screen app ini. Yakin, yang gatal bukan saya saja.

0 comments