Browsed by
Author: Ivan

No longer in Chicago, but already home in Surabaya. No longer employed, but building a team. No longer talking, but also doing.
Paid Social Influence Job

Paid Social Influence Job

Dengan semakin banyak pemegang merek berpartisipasi di social media, merupakan pertanda baik bagi para pengguna. Karena mereka adalah salah satu sumber pendapatan yang biasanya bersikulasi dalam sistem perekenomian internet, termasuk pemasukan bagi para publisher.

Maksud dan tujuan mereka juga bermacam-macam, beberapa hanya mempersiapkan diri agar profil perusahaannya siap tampil ketika dibutuhkan. Beberapa bahkan mau terjun lebih dalam memanfaatkan social media sepenuhnya, mulai dengan kampanye untuk brand awareness, melakukan percakapan di Twitter atau Facebook, dan beberapa bentuk kampanye lainnya.

Read More Read More

E-mail Perlu Lebih Sosial?

E-mail Perlu Lebih Sosial?

Biasanya bila dua layanan internet saling bersaing, maka akan lahir suatu yang baru, inovatif, sekaligus bermanfaat bagi para penggunanya. Siapa yang sedang bersaing sekarang ini? Yang sedang paling ramai dibicarakan ada Facebook dan Google, demi posisi teratas di kategori ‘Dominasi Internet’.

Kita sudah pernah membahas perseteruan ini sebelumnya, namun kini ada hal baru yang patut dibahas ulang, yang menyangkut layanan mereka, yaitu layanan e-mail. Menurut isu yang beredar, Facebook kini sedang mempersiapkan layanan webmail yang berusaha lebih bagus dari Gmail milik Google.

Sebaliknya, Google dengan Gmail-nya juga tidak mau ketinggalan momentum. Satu hal yang Google tidak punya adalah unsur social networking, dan hal ini semakin terbukti dengan pengingkatan trafik yang tajam dari situs-situs jejaring sosial. Isu terakhir mengatakan bahwa Gmail tengah menambah fitur baru dengan unsur sosial ke layanan Gmail yang sudah sangat bagus.

Kedua langkah ini mengarah pada hal yang sama, yaitu faktor sosial dalam sebuah layanan e-mail. Siapa yang akan menang yah?

Read More Read More

The Gaps in Indonesian Internet

The Gaps in Indonesian Internet

30 Juta pengguna internet di Indonesia? Posisi ke 4 di Facebook sebagai user paling aktif per negara? โ€” Satu catatan yang menarik, sekaligus patut dipertanyakan.

Apakah angka tersebut cukup bagus?

Dalam kenyataannya, kita masih mempunyai banyak kekosongan, meskipun pengguna internet sudah menembus angka 30 juta.

Read More Read More

10 Tip Negosiasi

10 Tip Negosiasi

Entah anda seorang freelancer atau profesional, Anda tidak akan bisa jauh dari proses negosiasi. Saya melihat negotiation itu seperti sebuah argumen yang melibatkan 2 belah pihak dalam proses untuk mencapai suatu kesepakatan. Bila Anda sedang membangun sebuah start-up, negotiation sudah seharusnya menjadi salah satu skil yang patut dimiliki.

Read More Read More

Social Media for Non-Corporate

Social Media for Non-Corporate

Kita berangkat dari suatu teori, sebagai berikut:

Bahwa social media adalah sebuah percakapan, entah siapapun pelakunya. Bisa seorang teman, atau bahkan seorang pelanggan.

Diskusi yang dilakukan cenderung personal, sehingga terbentuk suatu ikatan dari komunikasi dua arah yang terjadi. Beberapa bertindak ala bot, namun masih bisa diterima dan sukses.

Karena alasan personal, maka percakapan lebih cocok dilakukan sendiri. Oleh karena itu butuh waktu, untuk benar-benar terlibat secara mendalam.

Sementara itu, hasil yang berusaha diukur (ROI), masih saja dipertanyakan. Apakah kampanye social media tersebut efektif? Sebagai sebuah korporat, kita harus mengukur berapa banyak investasi yang kita sumbangkan, dalam bentuk waktu dan uang, juga berapa banyak hasil atau kemajuan yang kita peroleh, dalam bentuk prospek, pengikut, pembaca, pembeli, atau interaksi.

Untuk sebuah korporat, mungkin hal macam ini tidak masalah. Bila ada anggaran, maka bisa menugaskan satu orang khusus, atau menyewa agency, untuk melakukan hal-hal tersebut. Dengan demikian, kita balik lagi ke pertanyaan, apakah kampanye social media tersebut lebih efektif dengan kampanye marketing umumnya, seperti iklan di koran.

Waktu sendiri adalah sesuatu yang berharga. Cukup dengan pepatah atau peribahasa, intinya Anda tidak bisa balik melawan waktu. Mungkin Anda bisa mengejar ketinggalan dengan menambah sumber daya, atau bekerja lebih giat. Yang berarti butuh dana, lagi.

Karena Anda bukanlah sebuah perusahaan, misalnya seorang freelancer. Asumsinya, Anda bekerja sendiri. Mungkin Anda punya sebuah tim dengan beberapa orang anggota, namun waktu sangatlah berharga untuk menyelesaikan tugas masing-masing.

Tiap projek diukur menurut berapa jam kerja yang dibutuhkan. Sedangkan Anda sendiri masih harus melakukan kampanye marketing sendiri. Entah untuk mendapatkan klien baru, menyapa klien lama, atau menjadi freelancer paling keren lewat artikel blog.

Intinya, kita punya masalah. Tidak punya waktu, tapi harus tetap proaktif dalam hal marketing. Berikut beberapa solusi:

Friends & Families

Salah satu alasan saya pribadi untuk kembali ke Indonesia, adalah karena saya tidak punya cukup teman atau keluarga di negara Paman Sam. Mungkin tidak masalah untuk para profesional yang bekerja jam 9 samapi 5. Tapi bagi seorang entrepreneur, hal ini sangatlah tidak dianjurkan. Tentu hal tersebut bisa diatasi, dengan melakukan aktifitas sosial, atau menghadiri even khsus, dsb.

Mengapa teman atau saudara? Peduli apapun bisnis yang kita jalankan, Anda harus melakukan pengumuman ke sanak saudara. Karena mereka adalah jaringan terdekat di kehidupan sosial kita. Pastikan mereka mngerti apa yang Anda kerjakan, dan apa kemampuan spesial Anda. Referensi proyek baru selalu bisa datang dari berbagai arah.

Mingle with The Same & Alike

Pastikan Anda tahu teman, kompetitor, atau rekan kerja, untuk bersosialisasi. Satu hal positif tentang social media, semua bisa menjadi kawan. Yang diperlukan hanya tampil menarik, dengan menyajikan sesuatu yang bermanfaat bagi komunitas.

Schedule or Time Allocation

Karena perhitungan waktu sangatlah penting, pengaturan jadwal dan alokasi waktu sangat penting. Anda harus disiplin untuk meluangkan jatah waktu tertentu demi kepentingan ini.

Targetting

Bagaikan rencana menguasai dunia (halah!), Anda harus menentukan siapa kiranya yang patut diikuti, siapa yang harus dijadikan pengikut, atau siapa yang layak kita layani dalam percakapan. Mengapa? Karena mereka jauh lebih mempunyai pengaruh. Tapi jangan lupa untuk membantu yang membutuhkan. Karma masih berlaku. ๐Ÿ™‚

Frequency vs. Quality

Anda mempunyai pilihan, untuk tampil lebih sering, atau menampilkan sesuatu yang god damn-awesome-useful-interesting-retweet magnet. Hal ini juga merupakan bagi kita, NavinoT, untuk menyajikan artikel yang berkualitas, dean berusaha meningkatkan frekuensi penerbitan.

Grow into a Company

Dapatkan proyek baru, lebih banyak. Pekerjakan beberapa orang baru, tapi bukan partner. Alokasi waktu tambah untuk keperluan marketing, termasuk social media, atau bahkan bisa menyewa seseorang atau agency untuk melakukannya secara profesional.

Karena waktu adalah pokok permasalahannya, maka pengaturan waktu adalah kuncinya.

Kalau Anda seorang freelancer, atau pelaku bisnis online, apa strategi Anda dalam memanfaatkan social media?

6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!

6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!

Hari ini adalah hari berbahagia bagi para pengguna iPhone dan Facebook. Karena Facebook baru saja meluncurkan versi terbaru Facebook App 3.1 untuk iPhone.

Satu fitur menarik dari versi terbaru adalah fitur sinkroninasi, yang bisa mengolah nomer telpon lokal di iPhone untuk disinkronisasi ke contact list di Facebook. Secara pribadi, saya sudah menunggu fitur atau layanan macam ini, bukan hanya di iPhone tapi juga untuk tiap ponsel.

Mungkin sudah ada beberapa layanan dengan gagasan yang sama, meskipun cara penggunaannya yang berbeda-beda. Mengapa fitur macam ini saya sebut Killer?! Berikut beberapa alasan.

1. Phone Number is Something Basic

Semua orang pasti punya nomer telpon sebagai sandi komunikasi yang paling utama. Meskipun e-mail sudah mulai menyusul, namun nomer telpon masih merajai kebutuhan dari kehidupan sosial kita. Tanpa nomer telpon, rasanya ada yang salah dengan kita.

2. Phone Number is Personal

Dulunya hanya ada satu nomer telpon di tiap rumah. Itupun juga digunakan oleh beberapa orang dalam satu rumah. (Tidak heran banyak ABG berebut pesawat telpon dengan orang tuanya.) Coba lihat sekarang, semua sudah menggenggam ponsel masing-masing. Suatu tanda bahwa kebutuhan komunikasi lewat telpon sudah jadi semakin personal. Bahkan (hanya di Indonesia saja) banyak orang membawa 2 ponsel sekaligus!

Selain itu, rasanya juga aneh bila keluar rumah tanpa mengantongi ponsel.

3. Phone Book Dependent

Ketergantungan akan buku telpon di ponsel sudah mewabah. Bila di jaman SMA, saya masih bisa mengingat nomer telpon teman sekelas, kini nomer telpon orang terdekat kita saja sudah sulit untuk diingat. Belum lagi fitur speed dial restoran favorit. ๐Ÿ™‚

4. It’s Been a Problem

Fitur sinkronisasi buku telpon yang ditawarkan Facebook merupakan sebuah solusi dari permasalahan yang telah ada selama ini.

Oops! I just flushed my phone down the toilet!

Ok, mungkin tidak se-dramatis itu, namun kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan itu sering terjadi dan tidak dapat dihindari. Karena ponsel tersebut hilang, maka buku telpon yang ada di dalamnya juga lenyap tanpa jejak.

Berapa banyak orang yang benar-benar rajin back-up buku telpon di ponsel? Mungkin beberapa pengguna smartphone sudah melakukan hal itu, karena ada aplikasi desktop yang mendukung. Lainnya? Masih tergantung SIM card.

5. Facebook is (Almost) Neutral

Tiap merekย  ponsel yang menyediakan fitur back-up ke desktop, masih tidak memungkinkan untuk melakukan sinkronisasi ulang ke ponsel merek lain. Sehingga pengguna tidak bisa dengan leluasa berganti ponsel lain merek, berikut buku telponnya.

Memang untuk sementara Facebook masih mendukung iPhone saja, namun saya yakin tidak lama ponsel merek lain akan mendapatkan perlakuan yang sama.

6. One More Reason to Join Facebook

Karena fitur baru ini adalah sebuah solusi akan suatu kebutuhan dasar, kini ada alasan (kuat) baru untuk bergabung di layanan Facebook (bila masih ragu). Bila Facebook semakin mendunia (entah apapun alasannya), maka layanan seperti ini akan semakin mengukuhkan posisi Facebook. Seperti Google yang memenuhi kebutuhan dasar mencari informasi di Internet.

Dari semua pemikiran yang bersifat positif di atas, masih banyak faktor yang menentukan kesuksesan fitur baru ini. Salah satunya yang berkaitan dengan sejarah Facebook, yang berangkat sebagai suatu layanan yang serba tertutup. Kini Facebook malah meminta penggunanya untuk menjadi semakin terbuka. Apa kiranya pandangan pengguna Facebook? Berdansa seirama musik?

Smartphones dengan daya komputasi tinggi tentunya lebih mudah mengolah aplikasi dan data macam ini. Namun sayangnya di dunia ini, apalagi Indonesia, masih didominasi oleh dumbphones (baca: ponsel jadul dengan layar monochrome.) Sehingga masih banyak halangan untuk melangkah ke era baru.

Facebook mungkin mengambil langkah yang tepat, dan memimpin dalam kategori jumlah pengguna. Bila fitur ini direplikasi oleh penyedia layanan baru, dan semoga saja lebih bagus, Facebook bisa saja goyah.

Yang terakhir adalah masalah klasik, yaitu parahnya layanan data di Indonesia. 3G sucks!

Similar tone from ReadWriteWeb

Menurutmu, apakah fitur semacam ini benar-benar integral? Mungkin bisa membuat pengguna ponsel jadul untuk upgrade ke smartphones? Apakah Facebook bisa semakin kuat dengan adanya fitur macam ini?

Prediksi Web & Internet di 2010

Prediksi Web & Internet di 2010

Wow! 2010 telah tiba! Bagaimana kalau kita memulai dengan…

Open The Crystal Ball!

Sekedar catatan, kita juga sudah mengevaluasi prediksi kita di awal tahun 2009. Beberapa dugaan telah menjadi kenyataan, beberapa masih di jalur yang sama, tapi masih membutuhkan waktu. Tapi beberapa juga benar-benar salah.

Untuk prediksi 2010, mari kita mulai sekarang juga:

  1. Facebook – Sebagai layanan social networking terbesar, dan situs terbesar sejagad, Facebook sudah banyak menunjukkan dominasinya. Meskipun beberapa mulai merasa kebosanan, Facebook masih harus membuktikan dari segi keuangan. Di tahun 2010, seiring dengan kondisi ekonomi Amerika yang membaik, Facebook akan menjadi lebih matang dengan bukti revenue yang lebih pasti.
  2. Twitter is Maxed-Out – Kita semua tahu bahwa dalam beberapa tahun terakhir Twitter telah mengalami kemajuan pesat. Namun Twitter masih juga kesulitan menemukan business model yang pasti, meskipun sudah menerima bayaran dari beberapa layanan mesin pencari untuk urusan real-time news. Singkatnya, Twitter akan tumbuh, namun tidak dalam arti ada lonjakan pesat dan tidak akan mandiri.
  3. Better Infrastructure, Nationally – Tahun 2010 adalah awal dari globalisasi, tentunya banyak yang melihat Indonesia sebagai potensi. Dengan semakin banyaknya situs luar negeri yang berusaha merebut hati pengguna lokal, maka permintaan hosting atau content delivery network lokal tentunya akan meningkat. Semoga standar kualitas juga ikut meningkat sejalan dengan permintaan.
  4. Local Buying Spree – Dengan melihat Indonesia yang penuh potensi, beberapa layanan lokal tentunya terlihat menawan. Banyak penanam modal luar tentunya sangat berminat melakukan akuisisi properti web lokal, karena pertimbangan harga yang masih murah dan potensi yang sangat besar. Sejauh ini sudah banyak terdengar beberapa penawaran, namun belum ada persetujuan yang patut dibahas.
  5. Online Ad Spending – Jatah iklan online di tahun 2010 akan meningkat (pesat), terutama bila rumor yang telah beredar menjadi kenyataan, yaitu salah satu industri akan dilarang untuk memasang iklan secara offline. Jadi bersiaplah melihat banyak situs lokal tumbuh bagai jamur di musim hujan.
  6. Blogger dan PPC – Blogger secara umum tidak akan berkembang, terutama bila mengejar PPC dan ranking, tanpa mempunyai strategi jelas. Baik secara konten atau pengelolaan. Karena jatah iklan online akan meningkat, maka blogger bisa lebih sedikit bernapas dan menikmati kesempatan yang ada.
  7. E-Commerce Indonesia – Beberapa telah melirik dan mempersiapkan online marketplace lokal. Tanpa sistem pembayaran yang lancar, e-commerce tidak akan berkembang pesat. BCA sebagai bank terbesar di Indonesia bisa dianggap memegang kunci dari persoalan ini, begitu juga beberapa bank plat merah. Singkatnya, e-commerce tidak akan berkembang bila masalah pembayaran tidak terselesaikan dengan partisipasi bank besar.
  8. The Giant Will Fail – Sang raksasa hadir dengan sejuta harapan, dan modal dalam US Dollar. Namun tanpa alokasi dana yang tepat, semua rencana bisa jadi amburadul. Belum lagi isu konflik internal yang perlu dibereskan.
  9. Goorme*shameless plug* Sebuah portal tentang makanan dengan nama Goorme akan melakukan perkenalan di kuartal pertama 2010. Goorme akan tampil bersih, seperlunya, tanpa pernak-pernik teknologi yang memukau. Just well designed, well managed. Penasaran? ikuti jejaknya di Twitter & Facebook.

Berikut juga ada beberapa tambahan dari Toni, di antara lain:

  1. Blogger & Brand – Pola pendekatan brand terhadap blogger tidak akan banyak berubah. Para pemegang merk masih menganggap blogger itu penting, tapi blogger juga tidak mau menjadi sapi perah untuk kebutuhan publisitas mereka. Entah imbalan harus lebih besar, atau brand akan mencari cara lain.
  2. Local Start-Ups Growth – Pemain lokal akan bertambah banyak, mengingat jatah iklan online juga semakin besar. Namun peranan investor dan bantuan finansial lainnya masih belum bisa banyak diharapkan.
  3. Web Properti Lokal – Sejalan dengan asumsi di atas, beberapa start-up lokal akan digandeng oleh pemain luar. Entah diambil alih sepenuhnya, atau masih sebatas kerjasama.
  4. Detik – Sebagai portal berita yang terbesar, Detik telah banyak melakukan eksperimen. Namun Detik masih belum berani melakukan langkah serius untuk beranjak dari bisnis portal berita.

Nah, lengkap sudah beberapa prediksi untuk mengawali awal tahun. Bila ada tambahan, silahkan berbagi.

Happy New Year!

Happy New Year!

Happy New Year kepada semua pembaca NavinoT, begitu juga yang sedang seliweran. Semoga di tahun yang baru membawa segala keberuntungan dan kesejahteraan bagi kita semua.

Terima kasih atas dukungannya selama ini.

Let’s kick some ass in 2010!

Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia

Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia

Bisnis e-commerce macam eBay atau Amazon sudah menjadi cermin kesuksesan di masa lalu. Bisnis internet dengan model business macam itu telah terbukti stabil dan mempunyai siklus pergantian yang lebih lama.

Umumnya, start-up dengan status ‘konsep’ hanya bertahan beberapa tahun, sebelum tergantikan dengan situs sejenis dengan konsep yang lebih baru. Contoh gampangnya adalah evolusi social networking. Yang dimulai dengan eCircle, Friendster, Myspace, dan kini Facebook.

Read More Read More