<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>NavinoT</title>
	<atom:link href="http://www.navinot.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.navinot.com</link>
	<description>Slashing Web &#38; Online Strategy</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Apr 2012 15:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Sonic Boom</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/03/28/sonic-boom/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/03/28/sonic-boom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 13:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5181</guid>
		<description><![CDATA[Semakin banyak pemain luar yang masuk ke Indonesia, terutama di sektor e-commerce, semakin cepat matang pula ekosistem e-commerce di dalam negeri. In other word, be prepared for the sonic boom. Photo by x-ray delta one Artikel Terkait: Apakah E-Commerce Menguntungkan? Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia Indonesia Fashion Market Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar The Tipping [...]
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/29/hiruk-pikuk-pasar-maya-indonesia/' rel='bookmark' title='Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia'>Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/22/indonesia-fashion-market/' rel='bookmark' title='Indonesia Fashion Market'>Indonesia Fashion Market</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/05/bhinneka-klikbca-di-balik-layar/' rel='bookmark' title='Bhinneka &amp; KlikBCA: Di Balik Layar'>Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/28/the-tipping-point-is-near/' rel='bookmark' title='The Tipping Point Is Near!'>The Tipping Point Is Near!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5182" title="sonic-boom" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sonic-boom.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Semakin banyak pemain luar yang masuk ke Indonesia, terutama di sektor e-commerce, semakin cepat matang pula ekosistem e-commerce di dalam negeri.</p>
<p>In other word, be prepared for the <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sonic_boom" target="_blank">sonic boom</a>.</p>
<p>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/x-ray_delta_one/5010796090" target="_blank">x-ray delta one</a></p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/29/hiruk-pikuk-pasar-maya-indonesia/' rel='bookmark' title='Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia'>Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/22/indonesia-fashion-market/' rel='bookmark' title='Indonesia Fashion Market'>Indonesia Fashion Market</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/05/bhinneka-klikbca-di-balik-layar/' rel='bookmark' title='Bhinneka &amp; KlikBCA: Di Balik Layar'>Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/28/the-tipping-point-is-near/' rel='bookmark' title='The Tipping Point Is Near!'>The Tipping Point Is Near!</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/03/28/sonic-boom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sonic-boom-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sonic-boom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sonic-boom</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sonic-boom-150x150.jpg" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Social Media App No More</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/03/25/social-media-app-no-more/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/03/25/social-media-app-no-more/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 08:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Bottlenose]]></category>
		<category><![CDATA[CoTweet]]></category>
		<category><![CDATA[OneForty]]></category>
		<category><![CDATA[Playbook]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5170</guid>
		<description><![CDATA[Model bisnis social media client app itu antara susah dan tidak ada. Walaupun basis penggunanya besar, profitnya sangat susah untuk diperoleh. Mengolah konten 140 karakter menjadi revenue pun juga susah dilakukan.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/25/semantic-web-dan-social-media/' rel='bookmark' title='Semantic Web dan Social Media'>Semantic Web dan Social Media</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/20/ketergantungan-twitter-akan-apps/' rel='bookmark' title='Ketergantungan Twitter akan Apps'>Ketergantungan Twitter akan Apps</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2011/06/22/bunuh-browser-hidupkan-html-5/' rel='bookmark' title='Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?'>Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/29/the-one-billion-dollar-twitter/' rel='bookmark' title='The One Billion Dollar Twitter'>The One Billion Dollar Twitter</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5175" title="sad-cat" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sad-cat.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Dilepasnya 18 orang pegawai <a class="zem_slink" title="Seesmic" rel="crunchbase nofollow" href="http://venturebeat.com/2012/03/22/seesmic-layoffs-show-a-founder-shaken-but-not-willing-to-quit-interview/" target="_blank">Seesmic</a> memberikan sinyal yang cukup kuat. Bahwa model bisnis social media client app itu antara susah dan tidak ada. Walaupun basis penggunanya besar, profitnya sangat susah untuk diperoleh. Mengolah konten 140 karakter menjadi revenue pun juga susah dilakukan. Tidak banyak yang bisa memberikan nilai tambah pada pemakai aplikasi tersebut. List, mute, search, that&#8217;s it. Ada juga yang mencoba berbeda seperti aplikasi <a title="Bottle Nose" href="http://bottlenose.com" target="_blank">Bottlenose</a>. Yang memberikan konteks pada lini masa. Berharap menjadi nilai tambah dari sekedar melihat dan membaca.</p>
<h3>Kenapa Iklan Tidak Berjalan?</h3>
<p>Yang lain, surut. Dibeli AOL (<a class="zem_slink" title="Brizzly" rel="wikipedia nofollow" href="http://blog.thinglabs.com/post/18566654313/brizzly-is-shutting-the-cave-door" target="_blank">Brizzly</a>), pindah kuadran ke pay-only a.k.a enterprise (<a class="zem_slink" title="CoTweet" rel="crunchbase nofollow" href="http://www.crunchbase.com/company/cotweet" target="_blank">CoTweet</a>) atau mengambang &#8220;menunggu keberuntungan&#8221; sebelum kehabisan napas. Model bisnis default biasanya adalah iklan. Namun sampai sekian tahun tak seorangpun bisa menemukan bentuk iklan yang tepat untuk lini masa. Pernahkan Anda melihat twitter client dengan iklan? Saya tak bisa mengingat.</p>
<p>Seharusnya nilai pasang iklan di aplikasi seperti ini bisa sangat tinggi karena aplikasi selalu dibuka dan kerap di baca. Apa karena linimasa terlalu cepat untuk dianalisa? Tidak juga karena bisa disampling. Atau karena sudah terbukti konversinya kecil?</p>
<p>In stream app memang pelik, tapi model iklan tradisional tetap bisa dipakai. Sesuai policy twitter:</p>
<blockquote><p>You may advertise in close proximity to the Twitter timeline (e.g., banner ads above or below timeline), but there must be a clear separation between Twitter content and your advertisements.</p></blockquote>
<p>Why? Lebih ke persoalan teknis atau legal terms (dengan Ad network)?</p>
<h3>App on App</h3>
<p>App on App adalah salah satu cara memonetasi data dan pengguna. Karena seringkali orang lain punya ide yang lebih cerdas dari kita. Karena kita tidak tahu apa saja yang dibutuhkan pengguna. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. <em>Crowdsourcing growth</em>, dan kalau bisa <em>crowdsourcing revenue</em> &lt;insert grin here&gt;.</p>
<p>Ingat <a class="zem_slink" title="oneforty" rel="crunchbase nofollow" href="http://www.crunchbase.com/company/oneforty" target="_blank">OneForty</a>? <a href="http://www.crunchbase.com/company/oneforty" target="_blank">OneForty</a> dulu berniat menjadi app marketplace untuk Twitter. Sekarang sudah pivot ke bisnis enterprise dengan pitch: Social Business Hub.</p>
<blockquote><p>We’re a buyers’ guide for businesses who want to invest wisely in doing social right.</p></blockquote>
<p>Saya sedang mencoba membaca pitch itu lagi dan lagi, tidak mengerti juga. Seharusnya App on App itu bisnis yang mudah karena kita hanya menyediakan platform lalu memanggil developer untuk mengisi marketplace. Tapi bagian rumitnya adalah proses memanggil developer ke dalam ekosistem kita. Hint: Playbook.</p>
<h3>What&#8217;s for the future?</h3>
<p>Apakah akan terjadi konvergensi ke model enterprise? Kalau iya, kasihan pengguna non enterprise. Walau sering susah disuruh bayar, pengguna non enterprise adalah motor inovasi. Bayarnya tidak pakai uang, tapi dengan kerelaan menjadi kelinci percobaan atau menjadi hype machine. Banyak yang sudah berinvestasi waktu dan komitmen untuk memakai satu aplikasi tertentu namun di kemudian hari ditinggalkan karena aplikasi terkait banting setir ke model bisnis enterprise.</p>
<p>Perlu iterasi kembali bagaimana supaya sekian juta pengguna gratisan ini bisa dimonetisasi. Attention economy is just a fad at the moment. It falls on your L of P/L. On server billing and development cost that never stop.</p>
<p>Sebentar lagi, mungkin akan muncul paradigma: Money-first development. Sudah ada tanda-tanda dengan maraknya twit: <strong>bangun bisnis, bukan startup</strong>.</p>
<p>PS:</p>
<p>Bottlenose tahu, yang berharga bagi Anda adalah waktu.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=3f2b5ec4-ed8d-429b-9797-3a83b3be2aac" alt="" />Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/joodi/4436866980" target="_blank">joodi</a></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/25/semantic-web-dan-social-media/' rel='bookmark' title='Semantic Web dan Social Media'>Semantic Web dan Social Media</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/20/ketergantungan-twitter-akan-apps/' rel='bookmark' title='Ketergantungan Twitter akan Apps'>Ketergantungan Twitter akan Apps</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2011/06/22/bunuh-browser-hidupkan-html-5/' rel='bookmark' title='Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?'>Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/29/the-one-billion-dollar-twitter/' rel='bookmark' title='The One Billion Dollar Twitter'>The One Billion Dollar Twitter</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/03/25/social-media-app-no-more/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sad-cat-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sad-cat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sad-cat</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/sad-cat-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=3f2b5ec4-ed8d-429b-9797-3a83b3be2aac" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Not File Size That&#8217;s Killing iPad (Digital) Magazines</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/03/22/its-not-file-size-thats-killing-ipad-digital-magazines/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/03/22/its-not-file-size-thats-killing-ipad-digital-magazines/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 09:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[digital magazine]]></category>
		<category><![CDATA[e-paper]]></category>
		<category><![CDATA[IPad]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[publication]]></category>
		<category><![CDATA[Retina Display]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5162</guid>
		<description><![CDATA[If you’re going to successfully evolve into a new medium you can’t just add gimmicks, you have to substantially upgrade the user experience.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/' rel='bookmark' title='E-Paper: Digitalisasi Media Cetak'>E-Paper: Digitalisasi Media Cetak</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5164" title="digital magazine" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/magazine.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p><a href="http://bcolbow.tumblr.com/post/19708636095/its-not-file-size-thats-killing-ipad-magazines">bcolbow</a>:</p>
<blockquote><p>If you’re going to successfully evolve into a new medium you can’t just add gimmicks, you have to substantially upgrade the user experience. If you asked anyone 15 years ago what the future of music looked like they would have told you that it was about fidelity, listening to an album would sound like you were at a concert or in the center of the orchestra pit. But that hasn’t been the case, in fact the overall quality of the music we listen to has gone down. The experience of being able to fit your entire music collection in your pocket, or stream any song to your phone leapfrogged any fidelity improvements other formats like DVD audio could make.</p></blockquote>
<p>Oh no. Ini bukan artikel orisinil. Ini reblog. Memancing diskusi. Apakah kamu puas dengan majalah digital yang ada sekarang ini? Puas? Baca majalah digital saja jarang? <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PS:</p>
<p>Beberapa tahun lalu kita heboh dengan e-paper. Kenapa tidak ada yang melahirkan ulang e-paper ya? Tidak ekonomis dibanding versi digital dalam tablet?</p>
<p>Photo: <a href="http://www.flickr.com/photos/blackbiscuits/1615652119" target="_blank">blackbiscuits</a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=c76ee656-b6fa-4fac-91c2-df90a3a76114" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/' rel='bookmark' title='E-Paper: Digitalisasi Media Cetak'>E-Paper: Digitalisasi Media Cetak</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/03/22/its-not-file-size-thats-killing-ipad-digital-magazines/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/magazine-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/magazine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">digital magazine</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/magazine-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=c76ee656-b6fa-4fac-91c2-df90a3a76114" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Moment of Truth: When in Doubt, Use Numbers</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/03/17/moment-of-truth-when-in-doubt-use-numbers/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/03/17/moment-of-truth-when-in-doubt-use-numbers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 13:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Blink]]></category>
		<category><![CDATA[Malcolm Gladwell]]></category>
		<category><![CDATA[Moment of Truth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5154</guid>
		<description><![CDATA[Procter &#038; Gamble pernah membuat sebuah jabatan yang dinamakan Director of First Moment of Truth.P&#038;G percaya bahwa keputusan untuk membeli terjadi dalam jangka 3 sampai 7 detik pertama saat calon pembeli melihat sebuah produk.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/22/bagaimana-cara-mengalahkan-outliers/' rel='bookmark' title='Bagaimana Cara Mengalahkan Outliers?'>Bagaimana Cara Mengalahkan Outliers?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5157" title="Moment of Truth" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/All-sizes-Surprised-Kawaii-Cube-Flickr-Photo-Sharing.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Yang begitu jelas seringkali tak pernah terpikir. Oleh karena itu ada anjuran untuk selalu think out of the box. Apa yang jelas dari yang tak jelas? Contoh kali ini adalah website. Silahkan diambil tipe website apapun. Blog, situs e-commerce, dan lain-lain.</p>
<h3>The First 7 Seconds</h3>
<p><a class="zem_slink" title="Procter &amp; Gamble" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Procter_%26_Gamble" target="_blank">Procter &amp; Gamble</a> pernah membuat sebuah jabatan yang dinamakan Director of <a title="First Moment of Truth" href="http://newyork.corante.com/archives/2005/09/21/malcolm_gladwells_first_moment_of_truth.php" target="_blank">First Moment of Truth</a>.P&amp;G percaya bahwa keputusan untuk membeli terjadi dalam jangka 3 sampai 7 detik pertama saat calon pembeli melihat sebuah produk. Jika Anda sempat membaca buku Blink (<a title="Malcolm Gladwell" href="http://www.navinot.com/tag/malcolm-gladwell/" target="_blank">Malcom Gladwell</a>), maka langkah P&amp;G ini sejalan dengan pendapat Malcolm Gladwell tentang pentingnya <em>rapid recognition</em> dalam proses pengambilan keputusan. Posisi Director FMOT pun diciptakan untuk memulai perang antar merk di rak-rak toko.</p>
<h3>Adapting to Online Strategy</h3>
<p>Membuat keputusan membeli hanyalah satu fase dalam sekian proses dalam rangka memindahkan barang di rak ke rumah pembeli. Jika kita telaah lebih jauh, ada proses yang terletak sebelum FMOT dan juga proses setelah FMOT. Jika Anda kerap membuat goal di dalam aplikasi analitik situs Anda, FMOT atau serangkaian funnel lain ini pasti sudah ada di sana. Hal inilah yang kerap tak kita pahami atau terlewatkan. Bahwa ada rangkaian Moment of Truth yang bisa kita pakai untuk menganalisa dan mengembangkan performa situs kita.</p>
<h3>Funnels</h3>
<p>Secara generik, funnel (corong) untuk terjadinya konversi (pembelian, komentar, sharing) dalam situs kita bisa didetilkan dalam tiga fase. Yang pertama tentunya adalah traffic. Tanpa input tak akan ada output. Fase ini disebut Zero Moment of Truth (ZMoT). Terjadi sebelum pembeli melihat produk kita. Di sini letak peran SEO, SEM dan sosial media.</p>
<p>Fase kedua, adalah First Moment of Truth. Berdefinisi sama dengan konsep FMOT P&amp;G, terjadi saat pembeli pertama bertemu dengan produk Anda secara langsung. Saat inilah <a title="Jangan setengah-setengah" href="http://www.navinot.com/2009/10/14/jangan-cuma-setengah-setengah/" target="_blank">produk Anda berbicara</a>. Jika produk Anda mampu membuktikan ide yang Anda sebar sebelumnya atau bahkan lebih baik maka pembeli akan bergeser ke fase selanjutnya: Konversi.</p>
<p>Tahap terakhir. Second Moment of Truth (atau Last Moment of Truth), menentukan apakah pembeli akan membawa produk Anda pulang. Petugas di PoS akan punya peran penting tersendiri. Jika terlalu lama mungkin produk akan batal dibeli. Jika kartu kredit ternyata tak membawa diskon dan malah memberi beban, barang pun tak akan dibeli. Dalam e-commerce Second Moment of Truth adalan checkout. Apakah biaya shipping murah? Apakah saya bisa membayar dengan mudah. Transfer bisa jadi opsi termudah bagi pembeli namun bisa jadi yang tersulit bagi situs e-commerce. Follow the money.</p>
<h3>Numbers</h3>
<p>Logis, atau bahkan mungkin klise. Tapi pembagian dalam langkah seperti di atas seringkali terlupa. Kita terjebak dalam jargon usability, responsive, mobile first dan lain-lain. Kita terjebak di FMoT sementara ZMoT gagal total. Semakin sukses ZMoT semakin besar pula peluang kita untuk mensukseskan FMoT. Semakin banyak guinea pig, semakin akurat pula eksperimen kita.</p>
<p><strong>No more black magic. When in doubt, use numbers.</strong></p>
<p>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/ittybittiesforyou/4969087042" target="_blank">Jenn and Tony Bot</a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e7fe9abd-ed4b-4e05-96c7-20b41205b04c" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/22/bagaimana-cara-mengalahkan-outliers/' rel='bookmark' title='Bagaimana Cara Mengalahkan Outliers?'>Bagaimana Cara Mengalahkan Outliers?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/03/17/moment-of-truth-when-in-doubt-use-numbers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/All-sizes-Surprised-Kawaii-Cube-Flickr-Photo-Sharing-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/All-sizes-Surprised-Kawaii-Cube-Flickr-Photo-Sharing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Moment of Truth</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/All-sizes-Surprised-Kawaii-Cube-Flickr-Photo-Sharing-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e7fe9abd-ed4b-4e05-96c7-20b41205b04c" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>To check-in or not to check-in</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/03/11/to-check-in-or-not-to-check-in/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/03/11/to-check-in-or-not-to-check-in/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 13:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[Gowalla]]></category>
		<category><![CDATA[Green Dot Corporation]]></category>
		<category><![CDATA[Loopt]]></category>
		<category><![CDATA[Sam Altman]]></category>
		<category><![CDATA[SCVNGR]]></category>
		<category><![CDATA[Sequoia Capital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5150</guid>
		<description><![CDATA[The only big players left is Foursquare -- are they relieved and clapping? -- (and SCVNGR?). And merchants are not really flying it. Remind me again, why this service is so sexy in the first place?
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/07/mungkinkah-friendster-bertahan-di-asia/' rel='bookmark' title='Mungkinkah Friendster Bertahan di Asia?'>Mungkinkah Friendster Bertahan di Asia?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/02/kampanye-indosat-fansberry-yang-menganggu/' rel='bookmark' title='Kampanye Indosat FansBerry Yang Menganggu'>Kampanye Indosat FansBerry Yang Menganggu</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/06/facebook-developer-don%e2%80%99t-put-all-your-eggs-in-one-basket/' rel='bookmark' title='Facebook Developer, Don’t Put All Your Eggs in One Basket'>Facebook Developer, Don’t Put All Your Eggs in One Basket</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/17/facebook-sudah-sehat/' rel='bookmark' title='Facebook Sudah &#8216;Sehat&#8217;'>Facebook Sudah &#8216;Sehat&#8217;</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/crown-who.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5151" title="LBS King" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/crown-who.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a>Now that <a href="http://gigaom.com/2012/03/09/location-based-service-loopt-bought-for-43-4m-by-green-dot-corp/" target="_blank">Loopt (dubbed as the father/mother of LBS) has been bought</a>. <a class="zem_slink" title="Gowalla" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gowalla" target="_blank">Gowalla</a> shut down. Who will be the king of LBS? Are those company buying smaller player are hurting the innovation? Talent got acquired but for sure there won&#8217;t be any output within a short time. The lean experiments have to be scaled up, to match acquirer massive user base.</p>
<p>The only big players left is Foursquare &#8212; are they relieved and clapping? &#8212; (and <a class="zem_slink" title="SCVNGR" rel="crunchbase nofollow" href="http://www.crunchbase.com/company/scvngr" target="_blank">SCVNGR</a>?). And merchants are not really flying it. Remind me again, why this service is so sexy in the first place?</p>
<p>What spice are we missing? Is it the same spice missing in <a title="Semantic Web" href="http://www.navinot.com/?s=semantic" target="_blank">semantic web</a>? Real world value? Have we been using <del>incorrect</del> misleading approach for this problem?</p>
<p><strong>Jot down your doubt (or belief)!</strong></p>
<p>Photo by: <a href="http://www.flickr.com/photos/reavel/2536888051/sizes/l/in/photostream/" target="_blank">Reavel</a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=6de081ba-dd04-4a19-9ec5-3d58a608412b" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/07/mungkinkah-friendster-bertahan-di-asia/' rel='bookmark' title='Mungkinkah Friendster Bertahan di Asia?'>Mungkinkah Friendster Bertahan di Asia?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/02/kampanye-indosat-fansberry-yang-menganggu/' rel='bookmark' title='Kampanye Indosat FansBerry Yang Menganggu'>Kampanye Indosat FansBerry Yang Menganggu</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/06/facebook-developer-don%e2%80%99t-put-all-your-eggs-in-one-basket/' rel='bookmark' title='Facebook Developer, Don’t Put All Your Eggs in One Basket'>Facebook Developer, Don’t Put All Your Eggs in One Basket</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/17/facebook-sudah-sehat/' rel='bookmark' title='Facebook Sudah &#8216;Sehat&#8217;'>Facebook Sudah &#8216;Sehat&#8217;</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/03/11/to-check-in-or-not-to-check-in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/crown-who-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/crown-who.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">LBS King</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/03/crown-who-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=6de081ba-dd04-4a19-9ec5-3d58a608412b" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Brinx My Identity Anywhere!</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/01/22/brinx-my-identity-anywhere/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/01/22/brinx-my-identity-anywhere/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 13:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[url shortener]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5142</guid>
		<description><![CDATA[Brinx.it on!
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/09/hancock-and-brand/' rel='bookmark' title='Hancock and Brand'>Hancock and Brand</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/19/branding-lewat-repetisi/' rel='bookmark' title='Branding Lewat Repetisi'>Branding Lewat Repetisi</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/02/hell-yeah-monday/' rel='bookmark' title='Hell Yeah Monday!'>Hell Yeah Monday!</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/12/discussing-design-branding-with-yolanda-santosa/' rel='bookmark' title='Discussing Design &amp; Branding with Yolanda Santosa'>Discussing Design &#038; Branding with Yolanda Santosa</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/10/its-a-competition-from-day-one/' rel='bookmark' title='It&#8217;s a Competition from Day One'>It&#8217;s a Competition from Day One</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5143" title="Brinx It!" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/logo-brinxit.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Bagaimana kalau url shortener itu bisa dikasih branding macam punya hootsuite, dkk. Asik kan ya? Kita bisa pasang foto kita di situ. Kalau di-RT/retweet, wajah rupawan kita bisa terbawa ke timeline orang. Jodoh lebih dekat jadinya. Terbayang tidak manfaatnya?!</p>
<p>Dan ternyata bisa loh kita memiliki branding di-link seperti itu. Dengan tampilan yang &#8220;gak malu-maluin&#8221; pula. Oh, pengen banget rasanya saya ngeplak yang bikin layanan ini. Ide sederhana, tapi segar dan cespleng banget. Cocok sangat buat menambahkan khasanah sisi di prisma identitas kita. Yes peeps, identity is a prism.</p>
<p><a href="http://brinx.it" target="_blank">Brinx.it</a>! Bawa deh identitasku ini! Tampilkan citra personalku dan citra produkku ke mana saja. Sedolar sebulan. OH MY GOD! Kayak gak bayar aja ini.</p>
<p>Sorry for my overwhelming words. It&#8217;s just too awesome to miss. You can even have your custom domain instead of brinx.it. It just so YOU. You can tweak your branded link as much as you want. You can write your own HTML if you feel default theme is annoyingly too great.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://brinx.it" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-5144" title="brinxt-it-sample" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/brinxt-it-sample.jpg" alt="" width="450" height="243" /></a></p>
<p>Have it your way. <a href="http://brinx.it" target="_blank">Brinx it on!</a></p>
<p><object width="450" height="259"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/wfSoRh_C5I0?version=3&amp;hl=en_US" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="450" height="259" src="http://www.youtube.com/v/wfSoRh_C5I0?version=3&amp;hl=en_US" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/09/hancock-and-brand/' rel='bookmark' title='Hancock and Brand'>Hancock and Brand</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/19/branding-lewat-repetisi/' rel='bookmark' title='Branding Lewat Repetisi'>Branding Lewat Repetisi</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/02/hell-yeah-monday/' rel='bookmark' title='Hell Yeah Monday!'>Hell Yeah Monday!</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/12/discussing-design-branding-with-yolanda-santosa/' rel='bookmark' title='Discussing Design &amp; Branding with Yolanda Santosa'>Discussing Design &#038; Branding with Yolanda Santosa</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/10/its-a-competition-from-day-one/' rel='bookmark' title='It&#8217;s a Competition from Day One'>It&#8217;s a Competition from Day One</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/01/22/brinx-my-identity-anywhere/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/logo-brinxit-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/logo-brinxit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Brinx It!</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/logo-brinxit-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/brinxt-it-sample.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">brinxt-it-sample</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/brinxt-it-sample-150x150.jpg" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Art of Selling Is Repeating Order</title>
		<link>http://www.navinot.com/2012/01/14/the-art-of-selling-is-repeating-order/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2012/01/14/the-art-of-selling-is-repeating-order/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 05:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Sales]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5135</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana supaya bisa terjadi repeat order?
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/03/10/9-cara-ukm-melihat-social-media/' rel='bookmark' title='9 Cara UKM Melihat Social Media'>9 Cara UKM Melihat Social Media</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/18/susahnya-hidup-dari-iklan/' rel='bookmark' title='Susahnya Hidup dari Iklan'>Susahnya Hidup dari Iklan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5136" title="line-up" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/line-up.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Well, kira-kira sih begitu. Repeat order memang jadi tujuan akhir. Menjual itu mudah. <a title="Free, Rehash" href="http://www.navinot.com/2010/07/27/free-rehash/" target="_blank">Gratis</a>, murah banget, <a title="Some Things Best Left Very Expensive" href="http://www.navinot.com/2010/02/17/some-things-best-left-very-expensive/" target="_blank">mahal banget</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Loss_leader" target="_blank">loss leader</a>, bundling, dan lain-lain. Banyak cara bisa dilakukan untuk mendapatkan penjualan pertama. Termasuk groupon, yang kabarnya dan memicu repeat order. Layanan lain yang serupa punya masalah yang sama.</p>
<p>Bagaimana supaya bisa terjadi repeat order?</p>
<p>Yang pertama jelas soal jenis barangnya. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fast-moving_consumer_goods" target="_blank">FMCG</a> (Fast Moving Consumer Good), pasti mendapat repeat order. Sisanya? Tergantung dari <a title="Jangan Cuma Setengah-Setengah" href="http://www.navinot.com/2009/10/14/jangan-cuma-setengah-setengah/" target="_blank">ke-ungu-an produk</a>. Semakin ungu produk Anda, semakin besar harapan terjadi word of mouth. The holy grail of marketing.</p>
<p>Cara lain? Repeat first order. Tak perlu mendapatkan order lain dari konsumen yang sama. Yang penting dibujuk untuk beli setelah itu kita cari konsumen lain. Groupon lagi <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cara lain lagi? Tidak ada. Cuma itu saja, <strong>repeat order pada konsumen yang sama</strong>, atau <strong>repeat first order pada konsumen yang berbeda-beda</strong>.</p>
<p>Photo by: <a href="http://www.flickr.com/photos/huntr/5554630518/" target="_blank">Hunter Nield</a></p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/03/10/9-cara-ukm-melihat-social-media/' rel='bookmark' title='9 Cara UKM Melihat Social Media'>9 Cara UKM Melihat Social Media</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/18/susahnya-hidup-dari-iklan/' rel='bookmark' title='Susahnya Hidup dari Iklan'>Susahnya Hidup dari Iklan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2012/01/14/the-art-of-selling-is-repeating-order/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/line-up-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/line-up.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">line-up</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2012/01/line-up-150x150.jpg" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Why Engagement Matters in Most Digital Commerce</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/12/24/why-engagement-matters-in-most-digital-commerce/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/12/24/why-engagement-matters-in-most-digital-commerce/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 15:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[engagement]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Zynga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5122</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa pertunangan menjadi penting dalam digital commerce? LOL. Kenapa ya poin interaksi penting dalam jual beli online? Kenapa harus ditambah basa basi? Tujuannya sales kan? The sooner the better. Lebih ciamik lagi kalau bisa dapat returning customer.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/26/e-commerce-menghindari-barang-komoditas/' rel='bookmark' title='E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas'>E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/27/e-commerce-navigasi-dan-search-engine/' rel='bookmark' title='E-Commerce: Navigasi dan Search Engine'>E-Commerce: Navigasi dan Search Engine</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/' rel='bookmark' title='Tahun E-Commerce Juga?'>Tahun E-Commerce Juga?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5130" title="uniqlo-glove" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/uniqlo-glove.jpg" alt="" width="450" height="250" /></p>
<p><a href="http://www.getelastic.com/why-engagement-matters-most-in-digital-commerce/">Tulisan menarik dari GetElastic</a>, penyedia platform e-commerce Elastic Path. Platformnya mahal dan memang disarankan untuk pakai jika revenue sudah sampai sekian ribu dolar. Okelah memang serius banget softwarenya.</p>
<p>Back to article. Dari judul sih rada-rada jelas rada-rada ngeblur. Kenapa pertunangan menjadi penting dalam dunia e-commerce? LOL. Kenapa ya poin interaksi penting dalam jual beli online? Kenapa harus ditambah basa basi? Tujuannya sales kan? The sooner the better. Lebih ciamik lagi kalau bisa dapat returning customer.</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/122211_0416_WhyEngageme1.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5124" title="Why Engagement Matters" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/122211_0416_WhyEngageme1-300x144.png" alt="" width="300" height="144" /></a></p>
<p>Dari diagram yang di contohkan, kegiatan jual belinya itu ditaruh di belakang. Hampir sepertiga akhir. Lalu yang bagian depan sepertinya bakar-bakar uang entah untuk apa. Promosi, iklan, likes, download freemium, dll. Apa ya poinnya? Mengenalkan produk? Pasti dong, logical effect. But what is the intention?</p>
<p>Setelah saya ulang membaca, akhirnya ada sedikit titik terang. <strong>Because you can&#8217;t always sell.</strong> Oww, no way. I&#8217;m a great salesman. Pssh, ini bukan jualan iklan. Kecuali kita sudah sebesar Amazon, dengan long tail yang panjang dan menggurita, tidak setiap saat terjadi sales. Tidak semua barang cocok dengan keinginan konsumen. Lebih sering lagi tidak cocok dengan tanggal gajiannya. So? Jadi kalau semua kegiatan promo bla bla bla itu langsung kita paksakan untuk menjadi kegiatan jual beli, it means we are pretty much stupid <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Our best bet is to let user use our site longer, visit it more often to extend our sales pitch window</strong>. They&#8217;ll buy only when they feel like buying. Ada orang yang harus muter mangga dua dan ratu plaza dua kali sebelum akhirnya nyaman membeli. Kecuali Anda jualan Ferarri, Anda bisa hiraukan tipe konsumen seperti itu.</p>
<p>Jadi, kalau customer belum mau beli sekarang ya gak papa. Besok dia datang lagi kok. Bisa ditanyai lagi mau beli atau tidak. Seterusnya seperti itu. Dalam case Zynga, mereka mendapatkan kesempatan 3-7 menit sekali sesi untuk melakukan sales pitch. Dan dalam sehari bisa terjadi 7-11 sesi permainan. Panen, ngecek teman, obsesi whohoo, dll. Sehari mereka dapat window sales 77 menit. Dan itu customer yang meminta sales pitch.</p>
<p>Satu lagi yang penting sekali dalam artikel itu adalah tentang cara menempatkan sisi komersil produk kita. Value propotitionnya harus align dengan engagement dan fungsinya adalah meng-enhance. Suka tanam-tanam? Mau tanaman yang keren? Ini aku jual murah loh. Lagi keburu pengen panen? Bisa loh pakai potion ini. The experience is pretty much the same but way much better jika sales pitch kita diterima.</p>
<p>So, so, so? Selanjutnya terserah Anda. Jangan buang-buang duit marketing ya :p *digaplok*</p>
<p>PS:</p>
<p>Ini tulisan pertama NavinoT yang diketik dari Tokyo. Won&#8217;t be the last. Merry Christmas buat yang merayakan.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=29c54344-0fd5-4dc9-82f9-a66a79bd5bee" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/26/e-commerce-menghindari-barang-komoditas/' rel='bookmark' title='E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas'>E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/27/e-commerce-navigasi-dan-search-engine/' rel='bookmark' title='E-Commerce: Navigasi dan Search Engine'>E-Commerce: Navigasi dan Search Engine</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/' rel='bookmark' title='Tahun E-Commerce Juga?'>Tahun E-Commerce Juga?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/12/24/why-engagement-matters-in-most-digital-commerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/uniqlo-glove-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/uniqlo-glove.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uniqlo-glove</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/uniqlo-glove-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/122211_0416_WhyEngageme1.png" medium="image">
			<media:title type="html">Why Engagement Matters</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/12/122211_0416_WhyEngageme1-150x150.png" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=29c54344-0fd5-4dc9-82f9-a66a79bd5bee" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Health Startup: MeetDoctor</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/11/24/health-startup/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/11/24/health-startup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 09:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Crowdsourcing]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[MeetDoctor]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5104</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin membuat startup di bidang kesehatan ini serba beresiko. Setidaknya ada masalah privasi yang harus dilindungi. Sebelum dilindungi, prioritas pertama harusnya diedukasi.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/14/kebutuhan-vs-keinginan/' rel='bookmark' title='Kebutuhan vs. Keinginan'>Kebutuhan vs. Keinginan</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/03/yahoofacebook-googletwitter/' rel='bookmark' title='Yahoo+Facebook, Google+Twitter'>Yahoo+Facebook, Google+Twitter</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/03/ping-get-it/' rel='bookmark' title='Ping. Get It?'>Ping. Get It?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/20/all-works-no-play-makes-jack-a-dumb-boy/' rel='bookmark' title='All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy'>All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5113" title="Connecting you and doctors" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/11/meetdoctor.png" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Dunia kesehatan jarang punya start up. Pertama, mungkin karena pelakunya agak jauh dari hiruk pikuk IT atau bisnis IT. Kedua, orang non IT belum terpikir bagaimana mencari duit dari dokter-dokter yang sudah punya pendapatan tersendiri. Bukannya nambah pendapatan malah cuma nambah kerjaan.</p>
<p>Di luar negeri sih sebenarnya banyak startup di bidang kesehatan. Termasuk salah satunya adalah <a href="https://www.23andme.com/" target="_blank">23andme.com</a> milik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anne_Wojcicki" target="_blank">Anne Wojckiki</a> (istri Sergey Brin). 23andme menyediakan layanan analisa DNA, monthly. Bagi saya, ini sudah berskala Google. Very serious. Yang lain masih banyak, seperti yang bisa dilihat di gambar di atas.</p>
<p>Di dalam negeri, saya baru menemukan beberapa saja misalnya: klikdokter.com, tanyadokter.com dan yang baru rilis beberapa waktu lalu yakni <a title="Connecting you and doctors" href="http://meetdoctor.com/" target="_blank">MeetDoctor.com</a>. Dari model bisnisnya, sekilas semua masih berbentuk portal dengan tambahan rubrik konsultasi. Tidak ada yang salah, cuma apa memang tidak ada bentuk lain lagi?</p>
<h3>Privacy issue</h3>
<p>Mungkin membuat startup di bidang kesehatan ini serba beresiko. Setidaknya ada masalah privasi yang harus dilindungi. Sebelum dilindungi, prioritas pertama harusnya diedukasi. Dengan Facebook dan Twitter saja, banyak orang yang tidak paham bahwa semua yang mereka tulis akan terbaca oleh seluruh warga dunia. Beragam fakta dan peristiwa menjadi konsumsi publik. Isu kesehatan tentunya punya dampak tersendiri jika disebar bebas. Mungkin bisa membahayakan kelangsungan hidup seseorang secara tidak langsung. Pekerjaan bisa terancam, pertemanan bisa terganggu. Bukan karena kesehatan itu sendiri namun akibat tak langsung yang terjadi akibat persepsi orang lain yang tak ada relasinya dengan profesionalitas. Some information best kept secret (except with your doctor or psychiatrist, maybe)</p>
<p>Media offline tampaknya sudah paham perihal privasi ini. Setidaknya terbukti dari penyamaran nama dalam rubrik konsultasi. Meetdoctor sendiri mendukung pendaftaran lewat Facebook. Secara teknis akan meningkatkan <em>user-friendliness</em>, tapi di sisi lain jadi pengancam isu privasi. Dilematis karena tanpa nama asli, opini seseorang pun bisa terdistorsi.</p>
<h3>Whom to trust</h3>
<p>Kenapa user dengan nama &#8220;Bocah Ingusan&#8221; menjawab pertanyaan konsultasi saya? Apakah jawabannya valid? My life is on the line here. Buat anak kok coba-coba? Yang bener nih bro?. Beberapa kalimat barusan adalah gambaran komentar saudara yang saya minta melihat meetdoctor.com</p>
<p>User generated content, crowdsourcing, bukannya tak beresiko. Untuk memanen hasilnya diperlukan terpenuhinya suatu kuota. Dan ada formula yang harus dipakai untuk membuat kesimpulan, walau berbentuk sekedar rumus rata-rata. Jelas, untuk diskusi atau konsultasi tentang kesehatan juga memerlukan rumus tersendiri. Kita tak langsung menganggap jawaban pertama sebagai jawaban yang benar. Kita harus melihat pengalaman lain dan akhirnya berusaha menarik kesimpulan dengan menambahkan pengalaman kita sendiri. You see, it&#8217;s not easy.</p>
<p>Tanpa ada orang yang dipercaya, dikenal dan bisa dibuktikan keahliannya secara sistematis, maka meetdoctor dan juga rubrik konsultasi lain akan berhadapan dengan masalah trust.</p>
<h3>What&#8217;s in it for the doctors?</h3>
<p>Lalu dokternya dapat apa? Bukan hal yang bakal jadi perhatian pemakainya, tapi bakal menentukan kelangsungan hidup startup karena dokter adalah kata kunci dan produk utama di meetdoctor. Mungkin ada fee untuk planned appointment, tapi entah apakah sepadan dengan pendapatan lewat praktik offline <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin pengalaman offline/online ini bisa dibuat seamless. Konsultasi offline bisa dibawa online? Dan konsultasi online bisa dibawa offline? I wonder where the price will settle.</p>
<h3>Personalization</h3>
<p>Berita saja harus dipersonalisasi untuk menambahkan value. Apalagi dengan situs yang mengambil informasi dari interaksi penggunanya. Meetdoctor is clearly need to work more on it. Saat ini baru tersedia Activity yang mendaftar pertanyaan mana yang mendapatkan interaksi (dijawab oleh dokter atau pengguna lain). Mungkin akan lebih berguna jika diimplementasikan seperti conversation point. Saya cukup yakin tujuan awalnya adalah menvisualisasikan tanya jawab.</p>
<p>Situs-situs jaman dulu biasanya suka menanyakan hobi kita. Seperti hal ini bisa diadopsi oleh meetdoctor untuk memberikan news stream ke dashboard pengguna. Alih-alih mengarahkan user untuk join grup tertentu. Masalahnya bukan soal merepotkan pengguna, tapi informasi yang relevan belum tentu masuk dalam grup yang dikira. Informasi relevan bisa tersebar, mungkin dalam topik OOT sebuah thread konsultasi. Bagaimana pengguna bisa tahu informasi yang terselip semacam ini? Jawabannya satu: <a href="http://www.navinot.com/?s=semantik" target="_blank">semantik</a>.</p>
<h3>So?</h3>
<p>Cobalah berpartisipasi. Karena gratis, there&#8217;s nothing to lose untuk mencari informasi tentang topik kesehatan. Mari kita pantau, akan berevolusi seperti apa meetdoctor.com ini. Semakin niche atau menjadi portal? Karena founder-nya adalah seorang dokter dan <em>ngeh</em> dengan dunia IT, potensi yang terpendam masih besar.<br />
<object width="430" height="248"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ns3toac4DYc?version=3&amp;hl=id_ID&amp;rel=0" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="430" height="248" src="http://www.youtube.com/v/ns3toac4DYc?version=3&amp;hl=id_ID&amp;rel=0" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p>PS:</p>
<p>Satu hal yang mengganggu saya. Ada dropdown kategori di form konsultasi. How the hell should I know which category my question belongs? Akhirnya, banyak tuh yang masuk kategori ADHD <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . My advice: Scrap it! Let the machine do this dirty work.</p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/14/kebutuhan-vs-keinginan/' rel='bookmark' title='Kebutuhan vs. Keinginan'>Kebutuhan vs. Keinginan</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/03/yahoofacebook-googletwitter/' rel='bookmark' title='Yahoo+Facebook, Google+Twitter'>Yahoo+Facebook, Google+Twitter</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/03/ping-get-it/' rel='bookmark' title='Ping. Get It?'>Ping. Get It?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/20/all-works-no-play-makes-jack-a-dumb-boy/' rel='bookmark' title='All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy'>All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/11/24/health-startup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/11/meetdoctor-150x150.png" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/11/meetdoctor.png" medium="image">
			<media:title type="html">Connecting you and doctors</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/11/meetdoctor-150x150.png" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Minimum Viable Product</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/10/27/minimum-viable-product/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/10/27/minimum-viable-product/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 15:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ries]]></category>
		<category><![CDATA[Lean Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Minimum Viable Product]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5090</guid>
		<description><![CDATA[Yang punya startup, yang sudah jadi founder atau yang bakal jadi founder, tentunya pernah bertanya kapan produk bisa dirilis. Apakah menganut mantra open source yakni release early release often. Atau memakai perasaan dan tingkat percaya diri
Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5093" title="Minimum Viable Poduct" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/10/lean-startup.png" alt="" width="450" height="200" /><br />
Dari judul mestinya sudah terbayang. Tentang produk, yang minimum. Minimum buat siapa?</p>
<p>Yang punya startup, yang sudah jadi founder atau yang bakal jadi founder, tentunya pernah bertanya kapan produk bisa dirilis. Apakah menganut mantra open source yakni release early release often. Atau memakai perasaan dan tingkat percaya diri. Atau menunggu sampai produk benar-benar matang tanpa ada 1 pixel salah.</p>
<p>Tentunya yang dikehendai adalah produk yang tidak memalukan, cukup berguna, dan tentunya bisa segera dirilis karena tak ingin kehilangan momentum. Kalau bisa sih produk yang langsung sempurna seperti konsep yang sudah kita tulis di kertas. Yang terakhir ini adalah keinginan berbahaya.</p>
<blockquote><p><strong>Minimum Viable Product</strong> is that version of a new product which allows a team to collect the maximum amount of validated learning about customers with the least effort. &#8212; <a href="http://www.startuplessonslearned.com/2009/08/minimum-viable-product-guide.html" target="_blank">Eric Ries, 2009</a></p></blockquote>
<p>Yang kita cari seharusnya adalah MVP. Produk yang bisa dipakai untuk mempelajari konsumen yang kita sasar, dengan syarat menghabiskan waktu pengembangan minimal. Contoh yang paling gampang dicerna misalnya saat Bill Gates menelpon produsen Altair bahwa dia sudah membuat program BASIC yang bisa berjalan di komputer Altair. Bill Gates akhirnya mendapatkan pengetahuan (insight) tentang produk seperti apa yang bisa dia jual.  &#8212; padahal Bill Gates dan Paul Allen belum membuat BASIC. Ide program BASIC ini bisa disebut MVP. It doesn&#8217;t even need to be a real product. Tentunya resiko mengikuti model MVP yang seperti jualan asap ini.</p>
<p>Berikut ini adalah tiga hal yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi MVP:</p>
<ol>
<li>Avoid building products that nobody wants</li>
<li>Maximize the learning per dollar spent</li>
<li>Get the facts before it&#8217;s too late</li>
</ol>
<p>Cukup jelas kan? Jadi saat produk kamu rilis, pastikan kamu bisa menggunakannya untuk <a href="http://www.startuplessonslearned.com/2009/04/validated-learning-about-customers.html" target="_blank"> validated learning</a>. Don&#8217;t let it fail, if happens, for nothing.</p>
<p>Untuk belajar lebih banyak tentang MVP dan konsep Lean Startup yang menaunginya, silakan tonton video di bawah ini. Jangan lupa beli bukunya dan atau belajar online lewat <a href="http://www.veri.com/t/lean-startup/st/minimum-viable-product" target="_blank">Veri.com</a>. Trust me, Veri ini keren buat belajar.</p>
<p><object width="450" height="360"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/E4ex0fejo8w&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="450" height="360" src="http://www.youtube.com/v/E4ex0fejo8w&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;version=3" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>PS:<br />
Selamat Hari Bloger!</p>
<p>Tidak ada artikel terkait.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/10/27/minimum-viable-product/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/10/lean-startup-150x150.png" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/10/lean-startup.png" medium="image">
			<media:title type="html">Minimum Viable Poduct</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/10/lean-startup-150x150.png" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Google+ Recap: The Future is Voice</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/09/08/google-recap-the-future-is-voice/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/09/08/google-recap-the-future-is-voice/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 12:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[Koprol]]></category>
		<category><![CDATA[Voice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5075</guid>
		<description><![CDATA[The truth is, writing about startups is like playing catching up with something that always running. It will never get done. On a business perspective, this is a very good asset. It made sure you have product to sell for a long period of time. But on other side, it demands a good preparation of fuel. Otherwise, you'll be left out and losing the momentum
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/20/3-faktor-sukses-google-dan-masa-depannya/' rel='bookmark' title='3 Faktor Sukses Google dan Masa Depannya'>3 Faktor Sukses Google dan Masa Depannya</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/09/kenapa-yahoo-tidak-sekeren-google/' rel='bookmark' title='Kenapa Yahoo! Tidak Sekeren Google?'>Kenapa Yahoo! Tidak Sekeren Google?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/21/melawan-google-dengan-konten-agregator/' rel='bookmark' title='Melawan Google dengan Konten Agregator'>Melawan Google dengan Konten Agregator</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5085" title="Tepar" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/09/3223533904_784ff90a45-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Jika Anda mendapati blog ini jarang diupdate, maka Anda benar. Satu dua kali saya mendapati keluhan: &#8220;terakhir di-update bulan Juni&#8221;. Sangat menarik dan bangga untuk mendapatkan keluhan seperti ini. Jarang-jarang seorang band mendapatkan teriakan &#8220;Encore&#8221;. Saya tak ingin berbesar kepala, tapi saya anggap saja ini memang teriakan &#8220;encore&#8221;. I can use anything to boost up my writing mood these days.</p>
<p>The truth is, writing about startups is like playing catching up with something that always running. It will never get done. On a business perspective, this is a very good asset. It made sure you have product to sell for a long period of time. But on other side, it demands a good preparation of fuel. Otherwise, you&#8217;ll be left out and losing the momentum. Just like what you see in this blog *big grin*</p>
<p>Fret not. The passion is not dead, yet. I still tweets, and recently plussing a lot as well. I still love to thinker with the same subjects that start this blog: marketing dan tech. I just watched a few episodes of Mad Men. It&#8217;s nice, which is a good sign. It&#8217;s recommended by people in agencies. Means, I&#8217;m still on my track with marketing subject.</p>
<p>Okay, to cure your &#8220;missing you&#8221; of NavinoT, and to fulfill the &#8216;encore&#8221; screams, here I recap some of (well, we&#8217;ll see if I can actually managed to write more than one) my posts in G+.</p>
<blockquote>
<h3>The Future Is Voice</h3>
<p>It is interesting to see how lower economical class ppl have left sms and turn to voice, especially the seniors. It&#8217;s pretty much in opposite with the phone habit where ppl are afraid the (long distance or cellular) bill.</p>
<p>Maybe the future should have been voice-enabled technology. The telcos should realigning their data-is-future strategy. Those grassroot had helped blowing up twitter and facebook. Only God knows what they&#8217;ll do next.</p>
<p>Do you know any startup targetting seniors?</p></blockquote>
<p>And I got comment from @amasna. YAY! You know you&#8217;re good if @amasna pays you a visit. To convince @amasna (and @richardfang) I told &#8216;em I see the trend on the economy buses. I once afraid on using too much phoning, I still do. But those people I see are not afraid at all. Texting is second. There are two probable cause. One, voice is <a class="zem_slink" title="Too cheap to meter" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Too_cheap_to_meter">too cheap to meter</a> than text. Second, the qwerty/keypad is just too small for them.</p>
<p>I consider this trend to be &#8220;enlighting&#8221;. It is a <strong>big shift</strong> in consumption behaviour. While youngster has been crowned as the most lucrative consumer, the seniors are a <a class="zem_slink" title="Niche market" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Niche_market">niche market</a>. It will always be there. While young consumers are nasty to please (Oh God, just search <a class="zem_slink" title="Twitter" rel="crunchbase" href="http://www.crunchbase.com/company/twitter">Twitter</a> on how they yawn, and curse your good enough product), seniors are easily identified by their physical limits. It&#8217;s a clear and well defined consumer. A sitting duck. How&#8217;s that sound?</p>
<p>Kalau tidak salah, di luar negeri saya pernah baca ada semacam Yahoo! Pipe untuk layanan voice, dan tahun lalu layanan serupa juga dibuat oleh founder lokal. Dua-duanya saya lupa nama produknya. Ada yang ingat?</p>
<p>PS:</p>
<p>In case you didn&#8217;t know, commenting on article will push it up. It&#8217;s like &#8220;Sundul&#8221; in Kaskus and &#8220;BUMP&#8221; in Koprol. Similar to G+ stream.</p>
<p>Photo: <a href="http://www.flickr.com/photos/whatmegsaid/3223533904/">http://www.flickr.com/photos/whatmegsaid/3223533904/</a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=d73f7050-dd10-4c06-be2d-621b139ec4f4" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/20/3-faktor-sukses-google-dan-masa-depannya/' rel='bookmark' title='3 Faktor Sukses Google dan Masa Depannya'>3 Faktor Sukses Google dan Masa Depannya</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/09/kenapa-yahoo-tidak-sekeren-google/' rel='bookmark' title='Kenapa Yahoo! Tidak Sekeren Google?'>Kenapa Yahoo! Tidak Sekeren Google?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/21/melawan-google-dengan-konten-agregator/' rel='bookmark' title='Melawan Google dengan Konten Agregator'>Melawan Google dengan Konten Agregator</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/09/08/google-recap-the-future-is-voice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/09/3223533904_784ff90a45-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/09/3223533904_784ff90a45-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tepar</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/09/3223533904_784ff90a45-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=d73f7050-dd10-4c06-be2d-621b139ec4f4" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/06/22/bunuh-browser-hidupkan-html-5/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/06/22/bunuh-browser-hidupkan-html-5/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 15:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Depth]]></category>
		<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[Google Chrome]]></category>
		<category><![CDATA[HTML 5]]></category>
		<category><![CDATA[mozilla]]></category>
		<category><![CDATA[Native App]]></category>
		<category><![CDATA[OneForty]]></category>
		<category><![CDATA[Paypal]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5061</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata dari studi yang dilakukan oleh Flurry, native app lebih sering dipakai daripada web app (HTML 5). Lagak-lagaknya, kita mungkin over optimis dengan HTML 5.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/23/mobile-application-masa-depan-yang-ditunggu/' rel='bookmark' title='Mobile Application: Masa Depan Yang Ditunggu?'>Mobile Application: Masa Depan Yang Ditunggu?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/21/flash-vs-new-wave-javascript/' rel='bookmark' title='Flash vs. New Wave Javascript'>Flash vs. New Wave Javascript</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/29/the-one-billion-dollar-twitter/' rel='bookmark' title='The One Billion Dollar Twitter'>The One Billion Dollar Twitter</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2011/06/09/blogging-is-dead-yet-again/' rel='bookmark' title='Blogging is Dead, Yet Again'>Blogging is Dead, Yet Again</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/13/toys-to-play/' rel='bookmark' title='Toys to play'>Toys to play</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/thomashawk/290555514" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-5066" title="Chain, constraint. That is browser to HTML 5" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/290555514_49c6b435ed-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Ada artikel menarik di GigaOm tentang <a title="Sorry HTML 5, Mobile Apps Are Used More" href="http://gigaom.com/mobile/sorry-html-5-mobile-apps-are-used-more-than-the-web/" target="_blank">pertarungan native app dan HTML 5</a>. Ternyata dari studi yang dilakukan oleh <a class="zem_slink" title="Flurry" rel="crunchbase nofollow" href="http://www.crunchbase.com/company/flurry">Flurry</a>, native app lebih sering dipakai daripada web app (<a class="zem_slink" title="Apa Saja Isi HTML 5" rel="wikipedia nofollow" href="http://navinot.com/2009/10/16/apa-saja-isi-html-5" target="_blank">HTML 5</a>). Lagak-lagaknya, kita mungkin over optimis dengan HTML 5. Jumlah aplikasi yang ada saja jauh lebih sedikit dari pada native app. Padahal sifat HTML 5 ini sudah benar-benar cross platform. Tanya kenapa?</p>
<h3>HTML 5 itu Susah?</h3>
<p>Ah yang benar? Bukannya membuat web itu gampang? Well, relatif gampang. Yang jelas, banyak yang bisa membuat web bagus dan mengundang decak kagum. Teknologinya bisa agak dinomorduakan, yang penting desain dan pengalaman buat user dulu. Banyak native app yang menyediakan fungsi sederhana, beberapa malah membuat ulang aplikasi jaman PDA dan J2MEyang notabene bukan aplikasi kompleks. Still, masih lebih laku native app.</p>
<h3>Gak Ada App Market untuk HTML 5</h3>
<p>Ya antara betul dan ngibul. Chrome appstore tak menolak aplikasi sejenis launcher. Mozilla malah punya inisiatif untuk membuat webstore yang bersifat open. Dulu, kita malah sudah punya oneforty walau terbatas hanya untuk Twitter. Tapi tidak ada yang take off. Paling gampang sih kita salahkan sedikitnya jumlah aplikasi. Gak ada aplikasi buat apa ada pasar?</p>
<h3>Susah Dimonetisasi?</h3>
<p>Ah, bo&#8217;ong lu. Web itu sudah ada sejak dulu. Dan e-commerce pun lahir di web. Metode pembayaran paling banyak ya di web. Tinggal pasang tombol Paypal. Kalau mau usaha dikit baru deh implement API supaya tercipta pengalaman yang lebih &#8220;seamless&#8221;. Yang nge-blend.</p>
<p>Segala peluang model monetisasi di native app bisa dilakukan di web. Mulai dari aktivitas standar beli konten sampai tren masa kini: in-app purchase, bisa juga diterapkan di web. Sifat platform web yang lebih cenderung fleksibel, mudah diupdate, membuat produk di platform web punya potensi untuk selalu kompetitif di sisi bisnis. Sekarang beli besok gratis juga bisa kali. Kurang apa?</p>
<h3>Si Browser Brengsek</h3>
<p>Bukan, saya tidak membicarakan satu dua browser tertentu, walau memang ada pengaruhnya juga karena cross platform-nya jadi dent di satu sisi. Tapi jaman sekarang semua sudah tahu pentingnya web. Jika browser-nya tidak up-to-date kemungkinan besar service provider tidak bakal mendukungnya. Kontrol platform ada di tangan service provider. Phew.</p>
<p>Kenapa saya sebut browser brengsek? Well, karena penyebab HTML 5 tidak kunjung take off adalah browser itu sendiri. Bukan soal support teknologi, tapi soal chrome/UI-nya. It doesn&#8217;t feel app-y. It&#8217;s too big?</p>
<p>Lama-lama, tab yang kita puja-puja &#8212; karena melepaskan kita dari kekang multi-window &#8212; kini serasa mencekik kita kembali. Munculnya smartphone membuat tampilan web di monitor laptop/desktop kita jadi pembuat dosa besar. Tidak maksimal dalam pemanfaatan layar. Terlalu banyak elemen tak penting. Tidak app-y.</p>
<p>Mungkin si browser brengsek ini terlalu lebar, terlalu bebas, terlalu fleksibel, terlalu terbuka. Kurang batasan supaya para pembuat produk jadi lebih kreatif. Perspektif harus diubah. Kelebihan adalah keterbatasan.</p>
<p>Apeu.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=95fa58d7-931a-4b5a-b359-ef2d0aa3f29b" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/23/mobile-application-masa-depan-yang-ditunggu/' rel='bookmark' title='Mobile Application: Masa Depan Yang Ditunggu?'>Mobile Application: Masa Depan Yang Ditunggu?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/21/flash-vs-new-wave-javascript/' rel='bookmark' title='Flash vs. New Wave Javascript'>Flash vs. New Wave Javascript</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/29/the-one-billion-dollar-twitter/' rel='bookmark' title='The One Billion Dollar Twitter'>The One Billion Dollar Twitter</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2011/06/09/blogging-is-dead-yet-again/' rel='bookmark' title='Blogging is Dead, Yet Again'>Blogging is Dead, Yet Again</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/13/toys-to-play/' rel='bookmark' title='Toys to play'>Toys to play</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/06/22/bunuh-browser-hidupkan-html-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/290555514_49c6b435ed-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/290555514_49c6b435ed-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Chain, constraint. That is browser to HTML 5</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/290555514_49c6b435ed-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=95fa58d7-931a-4b5a-b359-ef2d0aa3f29b" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Blogging is Dead, Yet Again</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/06/09/blogging-is-dead-yet-again/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/06/09/blogging-is-dead-yet-again/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 05:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[In Depth]]></category>
		<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Kevin Marks]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Rubel]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5047</guid>
		<description><![CDATA[Halaah, blogging itu punya berapa nyawa sih. Dulu dibilang sudah mati, beberapa waktu lalu mati lagi. Sekarang mau mati lagi? Kematian Pertama Facebook memberikan tusukan kematian yang pertama. Notes, membuat kegiatan menulis apapun jadi menyenangkan karena kita bisa langsung pamer dan memaksa teman-teman kita di Facebook untuk membaca. Aku tag kamu di artikelku. Kamu gak [...]
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/28/tren-dan-evolusi-blogging/' rel='bookmark' title='Tren dan Evolusi Blogging'>Tren dan Evolusi Blogging</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/29/dimana-posisi-blogging-saat-ini/' rel='bookmark' title='Di Mana Posisi Blogging Saat Ini?'>Di Mana Posisi Blogging Saat Ini?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/13/blogging-what-was-that-again/' rel='bookmark' title='Blogging: What Was That Again?'>Blogging: What Was That Again?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/29/great-blogging-cont/' rel='bookmark' title='Great Blogging Cont.'>Great Blogging Cont.</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/18/blogging-itu-social-networking/' rel='bookmark' title='Blogging itu Social Networking?'>Blogging itu Social Networking?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/probonobaker/3394268970"><img class="aligncenter size-full wp-image-5051" title="Blackhole" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/3394268970_47d303b6f0-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Halaah, blogging itu punya berapa nyawa sih. Dulu dibilang sudah mati, beberapa waktu lalu mati lagi. Sekarang mau mati lagi?</p>
<h3>Kematian Pertama</h3>
<p>Facebook memberikan tusukan kematian yang pertama. Notes, membuat kegiatan menulis apapun jadi menyenangkan karena kita bisa langsung pamer dan memaksa teman-teman kita di Facebook untuk membaca. Aku tag kamu di artikelku. Kamu gak bisa marah. Remove saja dari tag ngapain repot.</p>
<p>Aktivitas lain seperti update status dan upload foto menjadi penyerap energi. Tidak ada lagi waktu untuk ngopi, merenung, menganalisa dan menarik garis antar titik sebagai rangkaian kegiatan blogging. Why so serious?</p>
<h3>Kematian Kedua</h3>
<p>Blogging lalu dibunuh kembali oleh Twitter. Akibat Twitter, lebih banyak lagi orang yang malas menulis di blog. Jauh lebih sederhana untuk menulis 140 karakter di Twitter.</p>
<p>Tidak ada lagi cibiran akibat menulis sesuatu yang &#8220;gak jelas&#8221; di blog kita. &#8220;Aku tadi makan siang ketoprak enak banget&#8221;. Tidak ada yang protes akibat RSS readernya terupdate terlalu cepat dengan one-liner. Plus model networkingnya yang lebih simpel dari Facebook, Twitter is way wider and fun to play with. The rule is no rule, kecuali soal reply dan RT di Indonesia <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Kematian Ketiga (Voodoo Death)</h3>
<p><a class="zem_slink" title="Steve Rubel" rel="homepage nofollow" href="http://www.micropersuasion.com/">Steve Rubel</a> dua tahun lalu meninggalkan blog di domainnya dan beralih ke Posterous. Tren baru saat itu adalah Lifestreaming. Dan platform blog yang sudah populer pun belum ada yang cocok untuk memenuhi kebutuhan lifestream.</p>
<p>Per <a class="zem_slink" title="Memorial Day" rel="historycom nofollow" href="http://www.history.com/topics/memorial-day-history">Memorial Day</a> kemarin, Steve Rubel pindah kembali. Kali ini dengan sebuah big bang. Pindah ke Tumblr dan menghapus 2 blog lamanya (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scorched_earth" target="_blank">scorched earth policy</a> &#8211; teknik bumi hangus). OMG! Steve Rubel (of Edelman) menganggap page rank sudah lewat masa. Google is into social signal, ditandai dengan fitur baru di search result yang melibatkan circle of friends. Dan yang terbaru, Google Plus One. Dalam rangka tidak membuat Google bingung, blog lama pun dihapus.</p>
<p>Tumblr dinilai lebih cocok dengan visi Google ke depan karena fitur social sudah built in di dalamnya, eg: reblog. Tidak hanya Steve Rubel. Beberapa orang juga pindah dengan alasan serupa. <a class="zem_slink" title="Kevin Marks" rel="twitter nofollow" href="http://twitter.com/kevinmarks">Kevin Marks</a> bilang ini Voodoo SEO.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://twitter.com/#!/kevinmarks/statuses/78487739091271680" target="_blank"><img class="size-full wp-image-5049 aligncenter" title="voodoo-seo" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/voodoo-seo.png" alt="" width="430" height="228" /></a></p>
<h3>Blog Never Die</h3>
<p>Mirip kata @danrem soal marketing dalam insiden RestInPeaceSoon. Marketing tidak mati tapi bertransformasi. Esensi tidak berubah tapi ada temuan baru yang menjelaskan lebih lanjut tentang esensi mendasarnya. Seperti halnya blogging, esensinya bukan tentang menulis.</p>
<p>Esensinya adalah berbagi. Media saat itu yang paling ekonomis adalah tulisan. Ramah benwit sehingga idenya bisa menyebar dan diterima banyak orang. Podcast juga bentuk lain dari blogging,esensinya adalah sharing namun bermedia audio. It didn&#8217;t take off as successful as blogging karena medianya kurang ramah terhadap banyak orang.</p>
<p>A blog is a web log. Tentang catatan dan gagasan yang kita bagi lewat web. Tidak pernah mati.</p>
<h3>Rebirth</h3>
<p>Terlepas dari mati tidaknya blogging, ada pertanyaan menarik yang muncul. Domain. Domain dulu kita isi dengan blog. Sebagian bilang untuk bersenang-senang, sisanya bilang untuk personal branding. Tapi ini long time ago, sebelum ada twitter dan facebook yang membuat orang sempat beralis ke lifestream. Dan sebelum ada about.me untuk memajang kartu nama.</p>
<p><strong>Dengan bergesernya media untuk berbagi, posisi domain ada di mana? Apakah tetap sebagai identitas ataukah jadi sekedar tempat untuk entry point sebuah layanan? Any takers?</strong></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=9d0e96ee-48ec-4f9d-9169-c2beb54c4629" alt="" /></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/28/tren-dan-evolusi-blogging/' rel='bookmark' title='Tren dan Evolusi Blogging'>Tren dan Evolusi Blogging</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/29/dimana-posisi-blogging-saat-ini/' rel='bookmark' title='Di Mana Posisi Blogging Saat Ini?'>Di Mana Posisi Blogging Saat Ini?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/13/blogging-what-was-that-again/' rel='bookmark' title='Blogging: What Was That Again?'>Blogging: What Was That Again?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/29/great-blogging-cont/' rel='bookmark' title='Great Blogging Cont.'>Great Blogging Cont.</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/18/blogging-itu-social-networking/' rel='bookmark' title='Blogging itu Social Networking?'>Blogging itu Social Networking?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/06/09/blogging-is-dead-yet-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/3394268970_47d303b6f0-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/3394268970_47d303b6f0-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blackhole</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/3394268970_47d303b6f0-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/voodoo-seo.png" medium="image">
			<media:title type="html">voodoo-seo</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/06/voodoo-seo-150x150.png" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=9d0e96ee-48ec-4f9d-9169-c2beb54c4629" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>When Cloud Fails</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/04/24/when-cloud-fails/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/04/24/when-cloud-fails/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 09:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Amazon]]></category>
		<category><![CDATA[Business Continuity]]></category>
		<category><![CDATA[cloud computing]]></category>
		<category><![CDATA[Disaster Recovery]]></category>
		<category><![CDATA[RightScale]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5035</guid>
		<description><![CDATA[Cloud, buat apa? Opsi pemakaian cloud biasanya muncul karena isu mahalnya harga server dan ongkos pemeliharaannya. Daripada membeli server besar yang belum tentu bisa kita manfaatkan dengan optimal, maka sewa server menjadi opsi menarik. Mengapa tidak mempertimbangkan VPS? VPS biasanya dipertimbangkan, namun seringkali harga sewanya tidak sefleksibel sewa cloud. Sewa cloud biasanya didasarkan pada jumlah [...]
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/02/cloud-break-down-masihkah-cloud-bisa-dipercaya/' rel='bookmark' title='Cloud Break Down: Masihkah Cloud Bisa Dipercaya?'>Cloud Break Down: Masihkah Cloud Bisa Dipercaya?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/12/apakah-cloud-computing-itu/' rel='bookmark' title='Apakah Cloud Computing Itu?'>Apakah Cloud Computing Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2011/01/24/vertical-cloud-computing/' rel='bookmark' title='Vertical Cloud Computing'>Vertical Cloud Computing</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/26/google-the-king-of-cloud/' rel='bookmark' title='Google: The King of Cloud'>Google: The King of Cloud</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/08/apa-arti-woot-bagi-amazon/' rel='bookmark' title='Apa Arti Woot Bagi Amazon?'>Apa Arti Woot Bagi Amazon?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5039" title="High Availability Monkey" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Cloud, buat apa? Opsi pemakaian cloud biasanya muncul karena isu mahalnya harga server dan ongkos pemeliharaannya. Daripada membeli server besar yang belum tentu bisa kita manfaatkan dengan optimal, maka sewa server menjadi opsi menarik. Mengapa tidak mempertimbangkan VPS? VPS biasanya dipertimbangkan, namun seringkali harga sewanya tidak sefleksibel sewa cloud. Sewa cloud biasanya didasarkan pada jumlah pemakaian resource baik cpu, disk, maupun bandwidth sedangkan VPS biasanya bertarif datar (flat/fixed).</p>
<p>Selain sewanya yang fleksibel, cloud juga dianggap sebagai resource terbaik untuk menjalankan aplikasi. Anti gagal, demikian persepsinya. Well, <a title="Cloud Fail" href="http://highscalability.com/blog/2011/4/22/stuff-the-internet-says-on-scalability-for-april-22-2011.html" target="_blank">cloud can fail</a>.</p>
<h2>Kesalahan Persepsi</h2>
<p>Menaruh aplikasi di cloud tidak berarti aplikasi Anda akan langsung jadi bullet proof. Memang resource di belakang mesin virtual Anda akan diatur dan ditat sedemikian rupa supaya selalu tersedia. Media penyimpan akan disalin ke pelbagai tempat sehingga akan selalu tersedia untuk Anda walaupun salah satu hardware mengalami kegagalan. Tapi itu adalah layanan <a class="zem_slink" title="High availability" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/High_availability">high availability</a> (selalu tersedia) dari penyedia cloud bagi Anda sebagai konsumen. Sedang, high availability bagi klien Anda adalah lain cerita. Anda yang bertanggung jawab.</p>
<p>Oleh karena itu ada bermacam produk dan framework tambahan untuk mengatur resource Anda yang berada di cloud. Produk dan framework ini didesain dengan tujuan menfasilitasi Anda untuk menyediakan high availability bagi konsumen produk Anda. Contohnya: <a title="Scalr" href="https://scalr.net/" target="_blank">Scalr</a>, <a class="zem_slink" title="RightScale" rel="homepage nofollow" href="http://www.rightscale.com">RightScale</a>, dan <a title="Cloud Foundry" href="http://www.cloudfoundry.com/">CloudFoundry</a>. Beberapa di antaranya juga menyediakan kemampuan untuk memadukan public cloud dan private cloud (hybrid cloud).</p>
<h2>Why Private Cloud</h2>
<p>Adalah aturan mendasar bahwa kita tidak boleh meng-outsource inti dari produk kita. Inti produk kita adalah nilai yang membedakannya dengan produk lain di mata konsumen. Menyerahkannya untuk digarap orang lain bisa berarti melepas kontrol kesempurnaan produk. Walau tak selalu berarti seperti itu tetap ada sekian probabilitas bahwa kita menyerahkan nasib kita ke orang lain. What if they fail to deliver?</p>
<p>Di sinilah posisi penting private cloud. Private cloud memberikan Anda kontrol penuh terhadap semua proses inti yang terkait pada penyediaan layanan berkulitas sesuai standar yang Anda tentukan. Public cloud difungsikan sebagai resource cadangan ketika proses penyediaan layanan tak lagi mampu ditangani resource internal, baik karena alasan efisiensi atau murni karena kekurangan processing power.</p>
<p>Beberapa produk yang bisa digunakan untuk membuat private cloud antara lain: <a class="zem_slink" title="VMware vSphere" rel="homepage nofollow" href="http://www.vmware.com/products/vsphere/">VMWare vSphere</a>, <a title="Proxmox" href="http://proxmox.com" target="_blank">ProxMox</a>, <a title="Eucalyptus" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eucalyptus_(computing)" target="_blank">Eucalyptus</a>, atau <a title="Microsoft Hyper-V Cloud" href="http://www.microsoft.com/virtualization/en/us/private-cloud-get-started.aspx" target="_blank">Microsoft Hyper-V Cloud</a>.</p>
<h2>Getting Ready for Outage</h2>
<p>Don&#8217;t put all your eggs in one basket. Atau dalam dunia teknis lebih populer dengan jangan sampai ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Single_point_of_failure" target="_blank"><strong>single point of failure</strong></a>. Joyent blog menjelaskan kenapa kita harus picky soal memilih penyedia layanan cloud. Tiap cloud diimplementasikan dengan pelbagai jenis pendekatan. <a href="http://joyeur.com/2011/04/22/on-cascading-failures-and-amazons-elastic-block-store/" target="_blank">Joyent menggambarkan Amazon Cloud sebagai blackbox di atas blackbox</a> dan saat terjadi masalah jaringan, salah satu komponen perekat cloud pun berulah. Berniat baik untuk melakukan auto recovery namun malah memicu proses self-healing yang tak terkendali (vm reboots dan storage failure tak berujung)</p>
<p>Shit happens. Pastikan Anda punya tempat menyimpan data cadangan untuk membuat layanan Anda tetap tersedia atau paling tidak bisa dipulihkan. Lengkapi check-list dari strategi <a title="Business Continuity Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Continuity" target="_blank">Business Continuity Plan</a> atau <a title="Disaster Recovery Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Disaster_recovery" target="_blank">Disaster Recovery Plan</a>. Memang ongkosnya bakal mahal, apalagi buat startup. Bak asuransi, keberadaan Business Continuity Plan hanya akan disyukuri saat Anda menggunakannya.</p>
<p>So, mari liat sekeliling. Apa ya yang perlu kita backup? Apa ya yang bisa kita siapkan untuk mendukung Business Continuity?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=dd2fec52-be3c-4ba9-9438-bac102490eac" alt="" /><span class="zem-script pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5039" title="High Availability Monkey" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Cloud, buat apa? Opsi pemakaian cloud biasanya muncul karena isu mahalnya harga server dan ongkos pemeliharaannya. Daripada membeli server besar yang belum tentu bisa kita manfaatkan dengan optimal, maka sewa server menjadi opsi menarik. Mengapa tidak mempertimbangkan VPS? VPS biasanya dipertimbangkan, namun seringkali harga sewanya tidak sefleksibel sewa cloud. Sewa cloud biasanya didasarkan pada jumlah pemakaian resource baik cpu, disk, maupun bandwidth sedangkan VPS biasanya bertarif datar (flat/fixed).</p>
<p>Selain sewanya yang fleksibel, cloud juga dianggap sebagai resource terbaik untuk menjalankan aplikasi. Anti gagal, demikian persepsinya. Well, <a title="Cloud Fail" href="http://highscalability.com/blog/2011/4/22/stuff-the-internet-says-on-scalability-for-april-22-2011.html" target="_blank">cloud can fail</a>.</p>
<h2>Kesalahan Persepsi</h2>
<p>Menaruh aplikasi di cloud tidak berarti aplikasi Anda akan langsung jadi bullet proof. Memang resource di belakang mesin virtual Anda akan diatur dan ditat sedemikian rupa supaya selalu tersedia. Media penyimpan akan disalin ke pelbagai tempat sehingga akan selalu tersedia untuk Anda walaupun salah satu hardware mengalami kegagalan. Tapi itu adalah layanan <a class="zem_slink" title="High availability" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/High_availability">high availability</a> (selalu tersedia) dari penyedia cloud bagi Anda sebagai konsumen. Sedang, high availability bagi klien Anda adalah lain cerita. Anda yang bertanggung jawab.</p>
<p>Oleh karena itu ada bermacam produk dan framework tambahan untuk mengatur resource Anda yang berada di cloud. Produk dan framework ini didesain dengan tujuan menfasilitasi Anda untuk menyediakan high availability bagi konsumen produk Anda. Contohnya: <a title="Scalr" href="https://scalr.net/" target="_blank">Scalr</a>, <a class="zem_slink" title="RightScale" rel="homepage nofollow" href="http://www.rightscale.com">RightScale</a>, dan <a title="Cloud Foundry" href="http://www.cloudfoundry.com/">CloudFoundry</a>. Beberapa di antaranya juga menyediakan kemampuan untuk memadukan public cloud dan private cloud (hybrid cloud).</p>
<h2>Why Private Cloud</h2>
<p>Adalah aturan mendasar bahwa kita tidak boleh meng-outsource inti dari produk kita. Inti produk kita adalah nilai yang membedakannya dengan produk lain di mata konsumen. Menyerahkannya untuk digarap orang lain bisa berarti melepas kontrol kesempurnaan produk. Walau tak selalu berarti seperti itu tetap ada sekian probabilitas bahwa kita menyerahkan nasib kita ke orang lain. What if they fail to deliver?</p>
<p>Di sinilah posisi penting private cloud. Private cloud memberikan Anda kontrol penuh terhadap semua proses inti yang terkait pada penyediaan layanan berkulitas sesuai standar yang Anda tentukan. Public cloud difungsikan sebagai resource cadangan ketika proses penyediaan layanan tak lagi mampu ditangani resource internal, baik karena alasan efisiensi atau murni karena kekurangan processing power.</p>
<p>Beberapa produk yang bisa digunakan untuk membuat private cloud antara lain: <a class="zem_slink" title="VMware vSphere" rel="homepage nofollow" href="http://www.vmware.com/products/vsphere/">VMWare vSphere</a>, <a title="Proxmox" href="http://proxmox.com" target="_blank">ProxMox</a>, <a title="Eucalyptus" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eucalyptus_(computing)" target="_blank">Eucalyptus</a>, atau <a title="Microsoft Hyper-V Cloud" href="http://www.microsoft.com/virtualization/en/us/private-cloud-get-started.aspx" target="_blank">Microsoft Hyper-V Cloud</a>.</p>
<h2>Getting Ready for Outage</h2>
<p>Don&#8217;t put all your eggs in one basket. Atau dalam dunia teknis lebih populer dengan jangan sampai ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Single_point_of_failure" target="_blank"><strong>single point of failure</strong></a>. Joyent blog menjelaskan kenapa kita harus picky soal memilih penyedia layanan cloud. Tiap cloud diimplementasikan dengan pelbagai jenis pendekatan. <a href="http://joyeur.com/2011/04/22/on-cascading-failures-and-amazons-elastic-block-store/" target="_blank">Joyent menggambarkan Amazon Cloud sebagai blackbox di atas blackbox</a> dan saat terjadi masalah jaringan, salah satu komponen perekat cloud pun berulah. Berniat baik untuk melakukan auto recovery namun malah memicu proses self-healing yang tak terkendali (vm reboots dan storage failure tak berujung)</p>
<p>Shit happens. Pastikan Anda punya tempat menyimpan data cadangan untuk membuat layanan Anda tetap tersedia atau paling tidak bisa dipulihkan. Lengkapi check-list dari strategi <a title="Business Continuity Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Continuity" target="_blank">Business Continuity Plan</a> atau <a title="Disaster Recovery Plan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Disaster_recovery" target="_blank">Disaster Recovery Plan</a>. Memang ongkosnya bakal mahal, apalagi buat startup. Bak asuransi, keberadaan Business Continuity Plan hanya akan disyukuri saat Anda menggunakannya.</p>
<p>So, mari liat sekeliling. Apa ya yang perlu kita backup? Apa ya yang bisa kita siapkan untuk mendukung Business Continuity?</p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/02/cloud-break-down-masihkah-cloud-bisa-dipercaya/' rel='bookmark' title='Cloud Break Down: Masihkah Cloud Bisa Dipercaya?'>Cloud Break Down: Masihkah Cloud Bisa Dipercaya?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/12/apakah-cloud-computing-itu/' rel='bookmark' title='Apakah Cloud Computing Itu?'>Apakah Cloud Computing Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2011/01/24/vertical-cloud-computing/' rel='bookmark' title='Vertical Cloud Computing'>Vertical Cloud Computing</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/26/google-the-king-of-cloud/' rel='bookmark' title='Google: The King of Cloud'>Google: The King of Cloud</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/08/apa-arti-woot-bagi-amazon/' rel='bookmark' title='Apa Arti Woot Bagi Amazon?'>Apa Arti Woot Bagi Amazon?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/04/24/when-cloud-fails/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">High Availability Monkey</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=dd2fec52-be3c-4ba9-9438-bac102490eac" medium="image" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">High Availability Monkey</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/high-availability-monkey-foo-150x150.jpg" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Samsung SmartTV</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/04/11/samsung-smart-tv/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/04/11/samsung-smart-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 17:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[boxee]]></category>
		<category><![CDATA[internet tv]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Apps]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung Group]]></category>
		<category><![CDATA[Smart TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5020</guid>
		<description><![CDATA[Boxee is a poor man's Smart TV, kalau saya boleh mewakili Samsung untuk berkomentar. Kenapa harus beli hardware baru jika bisa kemampuannya bisa dibangun langsung dalam TV itu sendiri?
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/03/31/boxee/' rel='bookmark' title='Boxee'>Boxee</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5024" title="samsung-smarttv" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/samsung-smarttv.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Sebelumnya saya pernah menulis tentang <a href="http://www.navinot.com/2010/03/31/boxee/" target="_blank">Boxee</a>. Sebuah aplikasi yang mengubah layar besar komputer Anda seperti sebuah tv. Berkonsep media center dengan tambahan aplikasi yang tak terbatas jumlahnya sebagai karakter pembeda. Kini Boxee sudah dijual dalam bentuk settopbox. Tidak perlu PC terpisah, hanya perlu sebuah TV HD untuk ditempelkan sebagai output. Tidak peduli TV merk apa, jadul atau tidak, asal punya colokan yang kompatibel maka TV tersebut bisa digunakan. Pasarnya luas karena Boxee bersifat sebagai addon.</p>
<p>Boxee is a poor man&#8217;s Smart TV, kalau saya boleh mewakili <a class="zem_slink" title="Samsung Group" rel="homepage nofollow" href="http://www.samsung.com/">Samsung</a> untuk berkomentar. Kenapa harus beli hardware baru jika bisa kemampuannya bisa dibangun langsung dalam TV itu sendiri? Sudah ada smartphone, smart netbook (tablet), kenapa belum ada smart tv? Jika komputer sering disalahgunakan sebagai alat konsumsi media, kenapa tidak menjadikan TV yang sudah fasih dengan media menjadi lebih cerdas seperti komputer. Hanya beda di resolusi layar serta prosesor saja.</p>
<h3>Definisi Smart</h3>
<p>Tentu saja harus bisa dipakai menikmati FB dan Twitter. This is the absolute benchmark. Twitter dan FB adalah main dish kita. Intinya smart tv harus bisa melakukan apa yang biasa kita lakukan tiap hari di depan komputer, walau dengan beberapa penyesuaian. Ketersedian browser juga jadi tambahan benchmark. Dari setiap gadget yang bisa terkoneksi dengan internet, pasti kita sudah pernah mencoba memakainya untuk browsing. Nokia jadul, Nokia baru, PSP, Blackberry, iPhone, Android semua harus bisa dipakai mengkonsumsi website dengan nyaman. &#8220;Mengerti Anda&#8221;, belum jadi kebutuhan di sini.</p>
<h3>Pro Cons</h3>
<p>Smart belum tentu seksi, belum tentu diinginkan. Sudah ada pelbagai settopbox yang canggih dalam urusan menikmati media. <a class="zem_slink" title="WDTV" rel="homepage nofollow" href="http://www.wdtv.com/">WDTV</a>, PlayOn, dll juga bisa terkoneksi dengan internet ditambah dengan dukungan codecs yang menjadi daya tarik tersendiri bagi maniak media internet.</p>
<p>Dalam hal dukungan codecs, saya sangsi Samsung SmartTV bisa bersaing dengan perangkat semacam WDTV dan PlayOn yang memang ditargetkan menjadi media center. Untuk menjaga keseksian TV yang cenderung tipis akan ada tradeoff antara kemampuan dan pilihan hardware. Tapi gap ini tak akan bertahan lama. melihat tren teknologi Samsung yang mulai catch-up dengan Apple, hardware tipis tinggal menunggu waktu diumumkan saja.</p>
<p>Isu codecs ini sementara juga bisa diatasi dengan media server perantara yang bisa melakukan transcoding on the fly. Fitur <a class="zem_slink" title="Digital Living Network Alliance" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Living_Network_Alliance">DLNA</a> (uPNP) yang ada di produk Samsung Smart TV ini akan membantu proses penemuan media server tersebut. It does beat the purpose of having Samsung Smart TV as media center but you&#8217;ll still have apps and browser.</p>
<h3>Market, Market, Market</h3>
<p>Browser yang dipasang dalam Samsung Smart TV ternyata <a href="http://asia.cnet.com/hands-on-samsung-smart-tv-62208093.htm" target="_blank">berbasis Netscape 5</a> (dengan dukungan Javascript 1.1 dan Flash 10.1), kata CNET. Saya tak yakin apakah maksudnya adalah Mozilla/Gecko. Saya sebelumnya menduga bahwa browser tersebut berbasis Webkit atau peramban tingkat A yang lain. Blog ini berhasil dirender tanpa cela, sebagai buktinya.</p>
<p>Kenapa peramban jadi penting? Karena tidak semua aplikasi yang kita inginkan akan tersedia. Samsung, seperti Nokia, membawa pasar aplikasinya sendiri i.e: Samsung Apps. Kalau Anda memakai Android, tidak banyak aplikasi yang tersedia di dalam Samsung Apps. Tentunya kondisi akan sedikit berbeda karena Samsung Smart TV adalah platform dengan kapasitas berbeda dibandingkan handset atau tablet. But still, saya ragu dengan dukungan ekosistem aplikasinya.</p>
<h3>Buy or no Buy?</h3>
<p>Dari segi teknologi display, TV itu sendiri layak dibeli. Tapi jika melihat bandrol harga mungkin kita akan menimbamg beberapa kali. Untuk urusan hemat, kita bisa mengkombinasikan TV biasa dengan settopbox terpisah. Dukungan aplikasi memang susah dicari, tapi jika aplikasi yang bisa didukung hanya sedikit maka harga premium Samsung Smart TV ini akan jadi sedikit tak masuk akal. Well, overlay twitter di layar TV dan <a href="http://www.samsung.com/us/video/tvs/UN55D8000YFXZA-features" target="_blank">pelbagai fitur lain </a>memang menggoda tapi saya ingatkan lagi: pendekatan seperti itu belum pas. Someone will come up with something better.</p>
<p><strong>Beli? Saya pengen sih <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>Gambar tambahan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/2011-03-30-13.39.11.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-5025" title="Entering URL, with remote's numpad" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/2011-03-30-13.39.11-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/rotated-2011-03-30-13.37.08.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-5026" title="Samsung Apps" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/rotated-2011-03-30-13.37.08-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=78481573-9b3e-4ccc-9e41-78976161b69b" alt="" /><span class="zem-script pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/03/31/boxee/' rel='bookmark' title='Boxee'>Boxee</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/04/11/samsung-smart-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/samsung-smarttv-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/samsung-smarttv.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">samsung-smarttv</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/samsung-smarttv-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/2011-03-30-13.39.11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Entering URL, with remote&#8217;s numpad</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/2011-03-30-13.39.11-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/rotated-2011-03-30-13.37.08.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Samsung Apps</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/04/rotated-2011-03-30-13.37.08-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=78481573-9b3e-4ccc-9e41-78976161b69b" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Social Ideation, Crowdsourcing Went Profit-Oriented</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/03/29/social-ideation-crowdsourcing-went-profit-oriented/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/03/29/social-ideation-crowdsourcing-went-profit-oriented/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 12:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[crwodsourcing]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[profit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=5009</guid>
		<description><![CDATA[Crowdsourcing tidak muncul saat internet mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Crowdsourcing sudah ada sejak lama dan seringkali tak kita sadari keberadaannya. Proses penentuan juara suatu kontes lewat sms, atau musyawarah untuk mufakat itu juga crowdsourcing.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/09/can-social-media-help-brands-companies-in-asia/' rel='bookmark' title='Can Social Media help Brands / Companies in Asia?'>Can Social Media help Brands / Companies in Asia?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/kjempekjekt/3470254809/sizes/o/"><img class="aligncenter size-full wp-image-5014" title="Crowdsourcing value chain" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/3470254809_cd9df0b9a5_o_small.png" alt="" width="450" height="285" /></a></p>
<p>Crowdsourcing tidak muncul saat internet mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Crowdsourcing sudah ada sejak lama dan seringkali tak kita sadari keberadaannya. Proses penentuan juara suatu kontes lewat sms, atau musyawarah untuk mufakat itu juga crowdsourcing.</p>
<p>Internet bak steroid, yang semula prosesnya lambat kini jadi terakselerasi. Semuanya serba efisien. Termasuk crowdsourcing, kini jadi tak terbatas oleh dimensi geografis atau bahasa. Crowdsourcing has went a whole new level. Sedunia!</p>
<p>Dari sekedar menentukan berita terpanas dan terpenting lewat Digg, sampai dengan aktivitas pengembangan produk dan bahkan ide. Ada starbuck&#8217;s ideas dan juga KickStarter yang terkenal karena berhasil <a href="http://techcrunch.com/2010/06/02/diaspora-project/">mendanai Diaspora</a> &#8212; bakal pesaing Facebook &#8212; sebesar $200K.</p>
<p>Beberapa orang mungkin mengalami eureka moment. Hellooo, this works. Kalau kita bisa jual saham dan kontrak saham, kita juga bisa jual ide. Ide bisa divaluasi. Orang-orang bisa menilai apakah suatu ide bisa meningkatkan kualitas hidup mereka, baik secara langsung atau tidak langsung. Mungkin jika Diaspora sukses, cloud server bakal laris bak kacang goreng. Mungkin.</p>
<p>Oh, people going to love it. 99% kesuksesan ada pada aktivitas pelaksanaan. Lebih banyak orang justru berada pada segmen 1% sisanya. Those with ideas only! Kini orang-orang yang lebih punya ide daripada kesempatan merealisasikannya bisa memonetisasi ide mereka dengan jalan menjadi innovator atau membantu innovator.</p>
<p>Selain KickStarter, ada <a href="http://thenextweb.com/apps/2011/03/28/ahhha-launches-today-to-corner-the-social-ideation-market/">AHHHA</a> dan juga <a href="http://quirky.com">Quirky</a>. Saya lebih cenderung suka dengan KickStarter dan Quirky walaupun AHHHA menyimpan potensi yang cukup menggiurkan: menguruskan paten.</p>
<p>Terlepas dari manfaat bagi orang-orang yang ingin mendanai ide dan memonetisasi ide, ada efek samping yang menurut saya cukup berbahaya. Kelatahan monetisasi di pelbagai hal ini secara sistematis bisa merusak kultur crowdsourcing yang sebelumnya bersifat non-profit. Akibat persaingan mencari perhatian, user generated content bisa menjadi paid-user generated content. Not that it is totally a bad thing loh ya. Orang juga perlu duit untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup.</p>
<p>Okay, sampai poin ini saya mungkin sudah mirip Andrew Keen di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Cult_of_the_Amateur">Cult of The Amateur</a>. Lebay. Tapi, memang ada sebersit kekhawatiran akibat hype monetisasi ini. Kalau terpeleset ke jalur yang kurang tepat, internet yang banyak dimotori crowdsourcing bakal stagnan. Semakin hari akan diperlukan insentif yang lebih besar dan riil daripada badge. Mesin ekonomi juga punya batas, apalagi yang harus ditarik dan didorong adalah populasi global netizen.</p>
<p>Bagaimana pendapatmu terhadap fenomena ini? Cukup serius atau kekhawatiran berlebih?</p>
<p>PS:</p>
<p>Saya ganti capitalist dengan profit-oriented, supaya lebih &#8220;membumi&#8221;.</p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/09/can-social-media-help-brands-companies-in-asia/' rel='bookmark' title='Can Social Media help Brands / Companies in Asia?'>Can Social Media help Brands / Companies in Asia?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/03/29/social-ideation-crowdsourcing-went-profit-oriented/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/3470254809_cd9df0b9a5_o_small-150x150.png" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/3470254809_cd9df0b9a5_o_small.png" medium="image">
			<media:title type="html">Crowdsourcing value chain</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/3470254809_cd9df0b9a5_o_small-150x150.png" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BisTip</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/03/19/bistip/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/03/19/bistip/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 14:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[bistip]]></category>
		<category><![CDATA[fjb]]></category>
		<category><![CDATA[flutterscape]]></category>
		<category><![CDATA[gadtorade]]></category>
		<category><![CDATA[titip]]></category>
		<category><![CDATA[vshub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4995</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa permasalahan dalam titip menitip yang hendak dihilangkan oleh BisTip. Yang pertama soal siapa yang bisa dititipi. Yang kedua, soal trust.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/04/23/vshub-variasi-menarik-layanan-logistik/' rel='bookmark' title='VSHub: Variasi Menarik Layanan Logistik'>VSHub: Variasi Menarik Layanan Logistik</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/05/10/interview-dengan-ariawan-dari-flutterscape/' rel='bookmark' title='Interview Dengan Ariawan Dari FlutterScape'>Interview Dengan Ariawan Dari FlutterScape</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/bistip.gif" alt="" title="bistip" width="450" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-4997" /></p>
<p>Berapa kali Anda memesan oleh-oleh, atau makan siang pada teman? Pernahkah Anda ingin memesan barang pada teman Anda yang sedang jalan-jalan keluar negeri? Selain gantungan kunci pastinya.</p>
<p>Salah satu masalah yang sering kita hadapi adalah distribusi. Mendekatkan yang jauh. Dalam konteks personal berupa titip menitip, dalam skala komersial menjadi bisnis ekspor impor. Kita sudah pernah membahas wujud bisnis ini dalam bentuk <a href="http://www.navinot.com/2010/04/23/vshub-variasi-menarik-layanan-logistik/" target="_blank">vsHub</a> dan <a href="http://www.navinot.com/2010/05/10/interview-dengan-ariawan-dari-flutterscape/" target="_blank">Flutterscape</a>. Dua-duanya punya kemiripan dalam hal mendekatkan yang jauh. Memungkinkan kita menemukan dan membeli barang-barang yang sebelumnya susah kita beli &#8212; mostly &#8212; karena halangan non ekonomi.</p>
<h3>Here comes BisTip</h3>
<p><a href="http://bistip.com" target="_blank">BisTip.com</a>, Bisnis Titipan or Bisa Titip? Yang mana pun itu, website[1] ini berusaha menjadi pelumas/enabler bagi aktivitas titip menitip. Sebelumnya kita hanya bisa menitip pada saudara atau teman dari teman yang sudah terpercaya. Kini kita bisa menitip pada orang yang sama sekali belum kita kenal.</p>
<p>Ada beberapa permasalahan dalam titip menitip yang hendak dihilangkan oleh BisTip. Yang pertama soal siapa yang bisa dititipi. Tak perlu lagi menunggu apalagi memprovokasi teman dan saudara supaya segera jalan-jalan ke luar negeri. Lewat BisTip kita bisa mengetahui rute mana yang akan dilewati para BisTiper. Singapur &#8211; Jakarta, London &#8211; Surabaya, dan lain-lain.</p>
<p>Yang kedua, soal trust. Masalah yang umum dari sebuah layanan. Masalah trust mencakup banyak hal. Namun BisTip rupanya ingin keep things simple. BisTip saat ini hanya punya fitur rating buat Bistiper, mirip dengan rating merchant di marketplace online. Tidak ada escrow account atau sarana penjamin apapun di sini. Untuk menitip barang bernilai ekonomis kecil memang tak masalah, tapi tidak sebaliknya. Well, bagi BisTip, itu masih harus menjadi urusan pribadi antara penitip dan Bistiper. BisTip hanya menyarankan penggunaan Rekening Bersama yang sudah ada dan dipercaya banyak orang di pelbagai forum. </p>
<h3>The Problems</h3>
<p>Selain soal trust yang tak sepenuhnya teralamati, walau FJB juga bisa jalan tanpa RekBer, BisTip juga punya masalah umum yang diidap banyak layanan yang baru saja launch: users. Upah titip menitip tentunya jadi masalah tersendiri. BisTip harus berfokus ke pencatatan keberhasilan titip menitip supaya suplai dan permintaan bisa diteruskan dengan mandiri oleh penggunanya. Seperti halnya saat awal membuat blog, kita harus rajin menjemput pembaca ke blog-blog mereka.</p>
<p>Dengan menempelkan layanan ini ke tempat yang tepat, misal: FJB, gadtorade (Gadget to Trade) dan komunitas-komunitas yang sudah mandiri, BisTip bisa jadi tool menarik untuk digunakan anggota komunitas tersebut. <a href="http://www.navinot.com/2009/05/01/social-media-marketing-fish-where-the-fish-are/" target="_blank">Fish where the fishes are</a>.</p>
<h3>The Exit Alternatives</h3>
<p>Kalau kita perhatikan BisTip, adalah dua hal inti yang akan menjadi basis datanya. Pertama adalah rute perjalanan dan kedua adalah permintaan dan penawaran. Tergantung mana yang akan terkumpul lebih banyak dan peluang bisnis di masa depan, satu dari dua komponen ini bisa dibuang dan mentransformasi BisTip menjadi usaha yang lebih solid. Seperti halnya Kayak.com, dari sekedar pembanding harga 20 situs travel kini mengakomodasi booking langsung dari situs Kayak.com[2][3]</p>
<p>Jadi di masa depan mungkin BisTip akan menjadi produk seperti Tripit atau Flutterscape. Neither are a bad future <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Layanan-layanan yang sederhana (modest) seperti ini bisa jadi the next Craiglist. Zero to Hero.</p>
<p>Jadi, ada yang mau titip-titip atau bermakelar ria? Go for it!</p>
<h3>Footnotes</h3>
<p>[1] Website, bukan startup. Debatable definition. Ask @ronaldwidha about this <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Okay, here&#8217;s the article: <a href="http://bmull.com/out-of-respect-for-people-actually-launching" target="_blank">http://bmull.com/out-of-respect-for-people-actually-launching</a><br />
[2] &#8220;if you can&#8217;t beat them, aggregate them&#8221; #startuplokal. Then beat them on their own game.<br />
[3] Kayak bekerjasama dengan Travelocity untuk fitur Direct Booking <a href="http://techcrunch.com/2011/03/14/kayak-partners-with-travelocity-to-take-direct-hotel-reservations/" target="_blank">http://techcrunch.com/2011/03/14/kayak-partners-with-travelocity-to-take-direct-hotel-reservations/</a> . Dalam hal ini Kayak tidak membuang core datanya tapi memposisikan ulang menjadi unbeatable addon dari bisnis model baru: direct booking.</p>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/04/23/vshub-variasi-menarik-layanan-logistik/' rel='bookmark' title='VSHub: Variasi Menarik Layanan Logistik'>VSHub: Variasi Menarik Layanan Logistik</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/05/10/interview-dengan-ariawan-dari-flutterscape/' rel='bookmark' title='Interview Dengan Ariawan Dari FlutterScape'>Interview Dengan Ariawan Dari FlutterScape</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/03/19/bistip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/bistip-150x150.gif" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/bistip.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bistip</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/03/bistip-150x150.gif" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Confess. I Play Cityville</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/02/28/i-confess-i-play-cityville/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/02/28/i-confess-i-play-cityville/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 14:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[cityville]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Zinga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4975</guid>
		<description><![CDATA[Cityville? Ada gunanya ya game di Facebook?
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/20/all-works-no-play-makes-jack-a-dumb-boy/' rel='bookmark' title='All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy'>All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/12/google-dan-zynga-ada-apa/' rel='bookmark' title='Google dan Zynga, Ada Apa?'>Google dan Zynga, Ada Apa?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/06/14/yahoo-pulse-where-to-go/' rel='bookmark' title='Yahoo! Pulse, Where to Go?'>Yahoo! Pulse, Where to Go?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/03/ping-get-it/' rel='bookmark' title='Ping. Get It?'>Ping. Get It?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/08/nwmc-facebook-developer-platform/' rel='bookmark' title='NWMC: Facebook Developer Platform'>NWMC: Facebook Developer Platform</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa minggu lalu saya melakukan kejahatan luar biasa. Akhirnya saya mendaftar di <a class="zem_slink" title="CityVille" rel="homepage nofollow" href="http://www.cityville.com/">Cityville</a> &#8212; game di Facebook itu bukannya negatif?. Apa sih Farmville, Mafiawars, blah blah blah. Buat apa sih main gituan? Setelah bermain Gamedev studio, dan Oregon trail akhirnya saya ketagihan untuk main game lain. Saya bukan avid gamer, jadi yang saya cari adalah game yang sederhana namun cukup fun.</p>
<p><img title="Cityville" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/cityville-asuka.png" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Tak salah, game ini cukup adiktif. Supaya saya dan Anda tak merasa bersalah saat bermain game ini, mari kita cari apa yang bisa kita pelajari dari Cityville. Kita tidak sekedar bermain, kita juga belajar kok <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>In-Game Guide</h3>
<p>Fitur ini sangat membantu saya sebagai newbie. Tiap bagian dashboard diterangkan fungsi dan cara bacanya. Tutorial diletakkan sebagai bagian dari gameplay awal. Manual tidak diperlukan karena sudah built-in dalam produk. Tidak banyak produk yang mengadopsi pendekatan semacam ini karena ada extra mile yang harus ditempuh &#8211;walau terkadang harga extra mile ini tak terlalu mahal. Padahal efeknya luar biasa.</p>
<p>Kecuali Anda membeli lego atau gunpla, Anda tak ingin berlama-lama merakit atau membaca manual sebelum menggunakan produk yang Anda beli. <strong>Produk yang self-explanatory akan sangat menarik konsumen.</strong></p>
<h3>What&#8217;s Next?</h3>
<p>Salah satu hal yang membuat game menarik adalah tantangannya. Tiap level yang disusun sedemikian rupa untuk kita lalui. Dalam game tipe fighting, kita harus mengalahkan sejumlah jagoan dengan tingkat kesaktian yang terus naik. Demikian pula dalam Cityville. Kita tidak akan bingung apa yang harus dilakukan karena sistem akan memberi tahu prestasi-prestasi apa yang bisa kita raih selanjutnya. <strong>It keep us away from boredom by offerring multiple goals to complete. Tidak ada lagi kebingungan, habis ini ngapain?</strong></p>
<h3>Never Ending Story</h3>
<p>Teman baru saya minggu ini sudah level 62, wilayah kotanya sudah luas sekali. Yet, belum ada tanda-tanda bakal segera bertemu game over. Cityville tampaknya memang tidak didesain untuk selesai. Sama nasib atau strateginya dengan beberapa manga sukses seperti Naruto, Bleach dan One Piece. Begitu menemui tanda-tanda kesuksesan, cerita akan dibikin ulang untuk mengakomodasi produksi sampai beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Kebosanan pasti akan muncul di suatu titik. Tapi saya rasa kebosanan itu muncul karena tidak ada teman bermain. Seperti yang kita tahu, Cityville ini adalah game jaringan. Hanya seru jika dimainkan bersama-sama. Saat ada teman yang sudah lelah, yang lain pun akan merasa kurang fun. Seperti bermain Counter Strike sendirian. Apa sih serunya?</p>
<p>Tapi saat kebosanan datang, akan ada pemain baru. Si non beliefer yang akhirnya mengerti esensi (baca: adiksi) bermain Cityville. Dan siklus pun berulang lagi. Cityville jadi seru kembali. Rinse and repeat.</p>
<h3>Coda</h3>
<p>SCVNGR punya daftar tersendiri tentang apa saja yang bisa dijadikan <a class="zem_slink" title="Game mechanics" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Game_mechanics">game mechanics</a> &#8211; walau akhirnya tak bisa mencegah saya dari rasa bosan. Badgeville punya game mechanics yang dijual sebagai produk. Kampanye online juga seringkali dan harus memakai game mechanisc supaya sukses. Bagaimana dengan produk Anda? Apakah memerlukan game mechanics? Jangan salah, produk serius pun bisa mendapatkan keuntungan dari implementasi game mechanics.</p>
<p><strong>So, are you ready to play?</strong></p>
<h6 class="zemanta-related-title">Related articles</h6>
<ul class="zemanta-article-ul">
<li class="zemanta-article-ul-li"><a rel="nofollow" href="http://venturebeat.com/2011/02/17/zynga-funding-10-billion/">Zynga&#8217;s new funding values CityVille maker at $10B</a> (venturebeat.com)</li>
<li class="zemanta-article-ul-li"><a rel="nofollow" href="http://www.socialtimes.com/2011/02/does-digital-content-slash-a-developers-profits/">Does Digital Content Slash A Developer&#8217;s Profits?</a> (socialtimes.com)</li>
</ul>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=535a126e-2781-4f37-a22f-cfb9194819f5" alt="" /><span class="zem-script pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/20/all-works-no-play-makes-jack-a-dumb-boy/' rel='bookmark' title='All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy'>All Works No Play Makes Jack A Dumb Boy</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/12/google-dan-zynga-ada-apa/' rel='bookmark' title='Google dan Zynga, Ada Apa?'>Google dan Zynga, Ada Apa?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/06/14/yahoo-pulse-where-to-go/' rel='bookmark' title='Yahoo! Pulse, Where to Go?'>Yahoo! Pulse, Where to Go?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/09/03/ping-get-it/' rel='bookmark' title='Ping. Get It?'>Ping. Get It?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/08/nwmc-facebook-developer-platform/' rel='bookmark' title='NWMC: Facebook Developer Platform'>NWMC: Facebook Developer Platform</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/02/28/i-confess-i-play-cityville/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/cityville-asuka.png" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/cityville-asuka.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cityville</media:title>
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=535a126e-2781-4f37-a22f-cfb9194819f5" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Your Next Startup Ideas</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/02/21/your-next-startup-ideas/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/02/21/your-next-startup-ideas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 23:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4977</guid>
		<description><![CDATA[Dengan gegap gempita startup di ranah dalam negeri, di antara kita mungkin sudah kehabisan ide tentang produk yang ingin dibangun. Mungkin karena idenya belum matang atau sudah didahului orang. Bagi yang sedang mencari ide produk baru, dibawah ini saya coba identifikasi beberapa cara mendapatkannya.
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/24/ideas-are-dime-a-dozen/' rel='bookmark' title='Ideas are Dime a Dozen'>Ideas are Dime a Dozen</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/08/09/ideas-are-dime-a-dozen-ini-buktinya/' rel='bookmark' title='Ideas Are Dime A Dozen. Ini Buktinya.'>Ideas Are Dime A Dozen. Ini Buktinya.</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/03/6-alasan-kegagalan-startup/' rel='bookmark' title='6 Alasan Kegagalan Startup'>6 Alasan Kegagalan Startup</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/10/7-great-reality-checks-from-guy-kawasaki/' rel='bookmark' title='7 Great Reality Checks From Guy Kawasaki'>7 Great Reality Checks From Guy Kawasaki</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="http://www.flickr.com/photos/44124453791@N01/2959621359"><img class="aligncenter size-full wp-image-4979" title="Anda and Paper Airplanes" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/paper-plane.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a><br />
Dengan gegap gempita startup di ranah dalam negeri, di antara kita mungkin sudah kehabisan ide tentang produk yang ingin dibangun. Mungkin karena idenya belum matang atau sudah didahului orang. Bagi yang sedang mencari ide produk baru, dibawah ini saya coba identifikasi beberapa cara mendapatkannya.</p>
<h3>Good artist copy, great artist steal</h3>
<p>Cara termudah untuk mendapatkan ide produk adalah dengan menyalin apa yang sudah ada. Tak perlu susah, lihat saja produk populer yang Anda suka lalu bangun ulang di dalam negeri. Jika beruntung, Anda akan bisa memanfaatkan sentimen lokal termasuk rasa nasionalisme kita yang terkenal itu untuk membuat produk tersebut lebih bisa diterima konsumen lokal daripada produk orisinilnya yang berasal dari luar negeri.  Jika tidak maka Anda harus berusaha agak keras untuk mengadaptasi produk tersebut supaya lebih bisa mengakomodasi kebutuhan konsumen lokal secara lebih spesifik.</p>
<p>Urbanesia, <a class="zem_slink" title="Koprol" rel="crunchbase nofollow" href="http://www.crunchbase.com/company/koprol">Koprol</a> dan Gantibaju masuk dalam kategori ini.</p>
<h3>Inverts control</h3>
<p>Pola ini pernah saya singgung sebelumnya. Web 2.0 adalah tentang pembalikan kontrol. Membuat konsumen berkuasa atas apa yang diinginkannya. Apa yang ingin dilihat, kapan dan di mana dilihat. Termasuk di dalamnya mengkomoditaskan proses pembuatan konten (democrating content creation). User loves to be in control. That’s how <a class="zem_slink" title="YouTube" rel="crunchbase nofollow" href="http://www.crunchbase.com/company/youtube">Youtube</a> did it. Youtube inverted television. Digg inverted newspaper.</p>
<p>Cari proses atau produk yang masih satu arah. Balik prosesnya dan jadikan produk baru.</p>
<h3>Revamps in bleeding edge</h3>
<p>Beberapa web mail client sucks. Beberapa karena kurang berguna akibat ketinggalan jaman dibanding gaya kerja kita. Produk-produk semacam ini harus dikenalkan dengan teknologi baru. Ada banyak teknologi baru yang bisa membuat produk dinosaurus tersebut lebih cocok dengan ritme produktivitas kita. Kirim newsletter tak harus bingung dengan mail merge, ada <a class="zem_slink" title="MailChimp" rel="homepage nofollow" href="http://www.mailchimp.com">Mailchimp</a>.</p>
<p>Apa lagi yang bisa dibuat lebih produktif dengan adanya offline storage, desktop notification, web workers, etc  dalam <a href="http://www.navinot.com/2009/10/16/apa-saja-isi-html-5/" target="_blank">HTML 5</a>?</p>
<h3>Embrace and expand</h3>
<p>Siapa bilang checkin itu harus terkait lokasi? Semestinya check-in juga bisa untuk menandai proses menonton film, membaca buku, bermain game, dll. Kalau tak bisa mengalahkan <a class="zem_slink" title="Foursquare" rel="homepage nofollow" href="http://www.foursquare.com/">Foursquare</a> dan <a class="zem_slink" title="Gowalla" rel="geolocation nofollow" href="http://maps.google.com/maps?ll=30.2691,-97.7495&amp;spn=1.0,1.0&amp;q=30.2691,-97.7495%20%28Gowalla%29&amp;t=h">Gowalla</a> di LBS, kembangkan konsep check-in ke bidang lain. <a href="http://getglue.com" target="_blank">Getglue</a> dan <a href="http://gomiso.com" target="_blank">gomiso</a> mencoba hal ini dengan produk check-in ke film, buku, dll.</p>
<p>Ingin lebih jauh lagi? Jangan berhenti di check-in. check-in bisa mengumpulkan orang dalam satu topic dan waktu, what’s next? Ini peluang di mana produk Anda bisa masuk.</p>
<h3>Start with what itch you most</h3>
<p>Ini tips abadi yang bisa Anda dapatkan dari founder manapun. Jika kita memulai dari apa yang kita butuhkan, ada kemungkinan besar produk tersebut akan bisa melihat sinar matahari. Akan ada passion yangmengawal, dan ada kebutuhan yang menentukan arah produk. Self fulfilling, tak perlu tergantung pihak manapun.</p>
<p>Coba sebut produk lokal dan tentukan masuk di mana? Menarik juga kalau kita bisa dilihat statistiknya.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e3d8a3c8-641e-4cf1-a5e5-fc764c98634b" alt="" /><span class="zem-script pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/24/ideas-are-dime-a-dozen/' rel='bookmark' title='Ideas are Dime a Dozen'>Ideas are Dime a Dozen</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/08/09/ideas-are-dime-a-dozen-ini-buktinya/' rel='bookmark' title='Ideas Are Dime A Dozen. Ini Buktinya.'>Ideas Are Dime A Dozen. Ini Buktinya.</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/03/6-alasan-kegagalan-startup/' rel='bookmark' title='6 Alasan Kegagalan Startup'>6 Alasan Kegagalan Startup</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/10/7-great-reality-checks-from-guy-kawasaki/' rel='bookmark' title='7 Great Reality Checks From Guy Kawasaki'>7 Great Reality Checks From Guy Kawasaki</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/02/21/your-next-startup-ideas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/paper-plane-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/paper-plane.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paper plane</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/paper-plane-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e3d8a3c8-641e-4cf1-a5e5-fc764c98634b" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menagih Janji Location Based Service</title>
		<link>http://www.navinot.com/2011/02/02/menagih-janji-location-based-service/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2011/02/02/menagih-janji-location-based-service/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 01:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[Global Positioning System]]></category>
		<category><![CDATA[Google Latitude]]></category>
		<category><![CDATA[Location Based Service]]></category>
		<category><![CDATA[Near Field Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Tom Cruise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4962</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya apa saja yang dijanjikan LBS dan bagaimana kenyataannya sampai hari ini?
Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/28/web-business-telat-atau-keep-trying/' rel='bookmark' title='Web Business: Telat atau Keep Trying?'>Web Business: Telat atau Keep Trying?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/04/27/lets-talk-about-foursquare/' rel='bookmark' title='Let&#8217;s Talk About Foursquare'>Let&#8217;s Talk About Foursquare</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/15/what-people-want/' rel='bookmark' title='What People Want?'>What People Want?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/12/02/gimme-the-badges/' rel='bookmark' title='Gimme The Badges!'>Gimme The Badges!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/williamhook/4225307113/sizes/m/in/photostream/" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-4969" title="Location Based Service" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/4225307113_326c141e04-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Location Based Service, pertama kita kenal lewat FourSquare. Yang kita dengar, seorang pengunjung rutin pub mendapatkan gelar Mayor karena frekuensi kunjungannya. Dan dengan gelar Mayor pub ini maka dia berhak akan reward sejumlah beberapa dollar atau layanan ekstra lain. Idealnya seperti itu, namun sejauh ini rasanya kita tak banyak mendapatkan manfaat kecuali kesenangan di milis dan mendapatkan badges dari layanan LBS ini.</p>
<p>Sebenarnya apa saja yang dijanjikan LBS dan bagaimana kenyataannya sampai hari ini?</p>
<h3>Reward for Loyal Customer</h3>
<p>Well, sebenarnya ini tidak dijanjikan oleh LBS langsung namun oleh para merchant yang memakai LBS untuk memasarkan atau menambah experience di produknya. Tapi ternyata sampai sekarang tidak banyak atau hampir tidak ada yang bisa memanfaatkan LBS dan memenuhi janji memanjakan loyal customer. Entah pendekatan pemakain LBS yang kurang tepat sehingga tidak ada pengunjung yang berpartisipasi dalam kampanye atau LBS memang sama sekali belum memenuhi kriteria layanan yang dicari merchant. Takut dengan jumper?</p>
<h3>Connecting Near-by Friends</h3>
<p>Salah satu janji LBS yang menarik adalah mempermudahkan pertemuan antar teman. Sering kita tak tahu ternyata teman-teman kita berada di tempat yang sedang kita kunjungi. LBS menjanjikan kita bisa lebih connect dengan teman-teman kita karena posisi tiap-tiap orang bisa terlacak.</p>
<p>Namun yang terjadi adakah kita justru memanfaatkan media lain (Twitter) untuk menyebarkan posisi kita dan mengatur pertemuan dengan teman. LBS tidak jadi core connecting tool. Yang menggagalkan janji LB ini bukan ketiadaan push notification tapi soal integrasinya dengan perangkat bergerak yang kita gunakan. Notifikasi diberikan saat teman kita checkin di suatu tempat namun kita sedang tidak di sana. Informasi ini terkadang jadi tak relevan dan tak tepat timingnya.</p>
<h3>Push Near-by Promo</h3>
<p>Masih ingat <a class="zem_slink" title="Minority Report (film)" rel="imdb nofollow" href="http://www.imdb.com/title/tt0181689/">Minority Report</a>? Saat iklan berganti begitu Tom Cruise melewati sebuah koridor. LBS juga punya janji untuk memenuhi kecanggihan itu. Namun lagi-lagi kita jarang mendengar kisahnya apalagi kisah sukses. Dengan berbekal lokasi pengguna, semestinya siapapun sudah bisa melakukan push-promo ke pengunjung yang lewat. Dari segi peminat pengiklan, pasti jumlahnya banyak. Lebih targeted secara lokasi yang berarti begitu bisa ditimbulkan keinginan untuk membeli maka tidak akan ada banyak halangan untuk terjadi konversi. Apa yang membuatnya tidak jalan?</p>
<h3>The Game Changer</h3>
<p>LBS adalah layanan yang menarik namun lahir prematur. Teknologi pendukungnya ada tapi belum benar-benar sempurna dan mencapai citical mass. Ada dua hal utama yang menghambat perkembangannya. Pertama dari sisi teknologi. GPS dan alat penentu lokasi lain belum terlekat secara default ke tiap perangkat bergerak. Pun terekat, konsumsi dayanya sering membuat orang sengaja mematikan fitur tersebut.</p>
<p>Saya membayangkan nantinya ada NFC (<a class="zem_slink" title="Near Field Communication" rel="wikipedia nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Near_Field_Communication">Near Field Communication</a>) dengan dukungan range yang lebih dari 10cm. Terinstall di masing-masing merchant dan perangkat bergerak kita. Menjadi semacam sensor saat kita mendekat dan mengirimkan notifikasi tak mengganggu tentang diskon atau sisa reward point kita.</p>
<p>Faktor kedua yang menghambat perkembangan LBS adalah privasi. <a href="http://techcrunch.com/2010/08/02/future-checkin/" target="_blank">Auto-checkin</a> pernah diperkenalkan oleh beberapa aplikasi LBS namun pemakainya masih agak enggan karena ada kekhawatiran tentang terbaginya data yang harusnya privat. Ada yang pakai? Data lokasi sepertinya perlu dibungkus dengan semacam OAuth dan merchant akan berperan sebagai aplikasi yang meminta permisi ke tiap akses lokasi. Dengan demikian kita bsia mengendalikan siapa saja yang otomatis bisa mengetahui lokasi kita.</p>
<p>Tanpa auto-checkin, LBS rasanya bak WiFi yang harus kita set setiap kali hendak dipakai. Menyebalkan, namun untungnya tidak demikian. Begitu kita datang, koneksi WiFi sudah langsung on dan kita bisa segera mengupdate status Facebook.</p>
<p>PS:</p>
<ul>
<li>Sepertinya saya sempat mendengar ada Telco yang sudah melakukan push-promo berbasis lokasi. Ada yang bisa membantu dengan informasi lebih lanjut?</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://googleblog.blogspot.com/2011/02/check-in-with-google-latitude.html" target="_blank">Google Latitude sudah menambahkan fitur checkin</a> dan sepertinya LBS inilah yang lebih dekat ke produk ideal yang kita cari. Saya cari, bagi Anda mungkin lain cerita.</li>
</ul>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=ea65a87d-f870-4c86-ac50-4adacc327c8b" alt="" /><span class="zem-script pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<p>Artikel Terkait:<ol>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/07/05/google-has-it-all-but/' rel='bookmark' title='Google Has It All, But'>Google Has It All, But</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/28/web-business-telat-atau-keep-trying/' rel='bookmark' title='Web Business: Telat atau Keep Trying?'>Web Business: Telat atau Keep Trying?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/04/27/lets-talk-about-foursquare/' rel='bookmark' title='Let&#8217;s Talk About Foursquare'>Let&#8217;s Talk About Foursquare</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/15/what-people-want/' rel='bookmark' title='What People Want?'>What People Want?</a></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/12/02/gimme-the-badges/' rel='bookmark' title='Gimme The Badges!'>Gimme The Badges!</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2011/02/02/menagih-janji-location-based-service/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/4225307113_326c141e04-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/4225307113_326c141e04-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Location Based Service</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/02/4225307113_326c141e04-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=ea65a87d-f870-4c86-ac50-4adacc327c8b" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic

Served from: www.navinot.com @ 2012-05-17 19:56:53 -->
