Moment of Truth: When in Doubt, Use Numbers

Moment of Truth: When in Doubt, Use Numbers

Procter & Gamble pernah membuat sebuah jabatan yang dinamakan Director of First Moment of Truth.P&G percaya bahwa keputusan untuk membeli terjadi dalam jangka 3 sampai 7 detik pertama saat calon pembeli melihat sebuah produk.

To check-in or not to check-in

To check-in or not to check-in

The only big players left is Foursquare — are they relieved and clapping? — (and SCVNGR?). And merchants are not really flying it. Remind me again, why this service is so sexy in the first place?

Why Engagement Matters in Most Digital Commerce

Why Engagement Matters in Most Digital Commerce

Kenapa pertunangan menjadi penting dalam digital commerce? LOL. Kenapa ya poin interaksi penting dalam jual beli online? Kenapa harus ditambah basa basi? Tujuannya sales kan? The sooner the better. Lebih ciamik lagi kalau bisa dapat returning customer.

Health Startup: MeetDoctor

Health Startup: MeetDoctor

Mungkin membuat startup di bidang kesehatan ini serba beresiko. Setidaknya ada masalah privasi yang harus dilindungi. Sebelum dilindungi, prioritas pertama harusnya diedukasi.

Minimum Viable Product

Minimum Viable Product

Yang punya startup, yang sudah jadi founder atau yang bakal jadi founder, tentunya pernah bertanya kapan produk bisa dirilis. Apakah menganut mantra open source yakni release early release often. Atau memakai perasaan dan tingkat percaya diri

Google+ Recap: The Future is Voice

Google+ Recap: The Future is Voice

The truth is, writing about startups is like playing catching up with something that always running. It will never get done. On a business perspective, this is a very good asset. It made sure you have product to sell for a long period of time. But on other side, it demands a good preparation of fuel. Otherwise, you’ll be left out and losing the momentum

Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?

Bunuh Browser, Hidupkan HTML 5?

Ternyata dari studi yang dilakukan oleh Flurry, native app lebih sering dipakai daripada web app (HTML 5). Lagak-lagaknya, kita mungkin over optimis dengan HTML 5.