Browsed by
Tag: authority

Blogging: What Was That Again?

Blogging: What Was That Again?

Success!

Mungkin Anda pikir penulis ini gila.Tiba-tiba saja bertanya tentang blogging dan tujuannya. Tak ada salahnya kita menengok kembali apa yang telah lama kita tekuni ini. Atau bagi yang belum melakukannya, untuk melihat apa saja yang bisa diperoleh dari blogging.

Dulunya, blogging dimulai dari keinginan untuk bersenang-senang, berbagi dengan dunia. Informasi yang ternyata mudah dipertukarkan, menjadi jauh menarik lagi setelah ditaruh dalam suatu jaringan besar. Percakapan yang dulunya lokal menjadi global. Tak lama kemudian setiap orang merasa berkepentingan dengan apapun yang terjadi di pelbagai belahan dunia.

Dan kemudian blogging pun dikomersialisasikan. Pihak-pihak yang cerdas mulai melihat blog sebagai suatu media baru melengkapi media-media yang telah mereka kenal sebelumnya. Baik individu maupun kelembagaan, turut mengeksplotasi manfaat blog sebagai media publikasi dan interaksi. Dan tampaknya tahun ini blogging belum juga surut. Early adopters mungkin sudah menjadikan blogging sebagai alat publikasi kedua, tapi bagi the rest of the world, blogging sedang naik daun.

Dengan gencarnya berbagai macam strategi pemanfaatan dan komersialisasi blog, sebenarnya apa sih yang benar-benar bisa dijual di sana?

Hanya satu, authority. Authority adalah (pengakuan atas) penguasaan domain ilmu atau kemampuan tertentu. Bagi blog yang ditujukan untuk bersenang-senang, authority yang dijual adalah pada kualitas cerita. Konsistensi blogger dalam cara bercerita dan efeknya pada pikiran kita menjadi standar penilaian. Sedangkan untuk blog komersil, tentunya authority yang dijual adalah penguasaan pengetahuan akan barang atau yang dijual. Blog seorang VC yang sudah berinvestasi ke 10 startup tentunya juga lebih punya nilai jual daripada seorang VC yang baru mulai.

Meninjau kembali isu tempo hari, tentang White Label Social Application dan beratnya kompetisi yang disandangnya. Agaknya authority ini bisa menjadi jawaban. How to convince those brands and companies to believe what we say?. Mudah, jawabannya adalah: “Percaya saja pada saya karena saya tahu apa yang saya lakukan”. Tentu saja, kita harus mengantongi authority dulu. Dan salah satu caranya adalah dengan memberitahukan pada orang-orang, bahwa Anda memang punya authority. Dengan pemikiran, percakapan,  dan interaksi Anda, lewat blogging.

So, what was that again?