Browsed by
Tag: Community Building

Creating Community Based Product

Creating Community Based Product

Saya sampai saat ini masih bertanya-tanya bagaimana sih komunitas itu bisa terbentuk. Kenapa Wikipedia bisa sukses? Tanpa dibayar, tanpa banyak diatur, kontennya tetap saja bertambah. dan kualitas masih bisa dijaga.

Dalam buku Wikinomics (The Peer Pioneers), dijelaskan bahwa Wikipedia itu memenuhi tiga persyaratan peer work yang valid. Tiga persyaratan ini menjelaskan kenapa banyak orang bisa berpartisipasi dalam pembangungan Wikipedia.

  1. Low Participation Cost. Berpartisipasi ke Wikipedia tidak memerlukan banyak biaya. Dengan akses internet yang relatif mudah didapatkan di mana-mana, tiap orang bisa segera mengakses Wikipedia dan menambahkan atau mengkoreksi halaman yang ada.
  2. Distributable Tasks. Wikipedia adalah sebuah kesatuan halaman yang bisa dimodifikasi secara terpisah. Sama dengan source code sebuah software yang mungkin dikerjakan oleh banyak orang.
  3. Low Cost of Integration. Integrasi hasil modifikasi masing-masing orang juga tidak memerlukan banyak biaya. Hal ini juga terjadi karena unsur utama dari Wikipedia adalah informasi. Mudah untuk ditransformasi dan dimodifikasi. Tidak banyak diperlukan supervisi dan quality control juga dilakukan secara bersama-sama.

Namun tiga persyaratan tersebut tidak menjamin kerja peer akan sukses. Kriteria di atas hanya akan menyaring jenis pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan mekanisme peer. Bagaimana seseorang akan tertarik untuk chip in dan akhirnya membentuk snowball effect dari partisipasi penguna-pengguna yang lain? Menurut saya, ada dua tahapan yang harus dilalui oleh produk atau komunitas tersebut. Tahapan ini juga bisa dianggap sebagai jenis insentif yang memotifasi tingkatan pengguna tertentu dalam berpartisipasi.

Level 1. Self Fulfillment (Short Term)

Pengguna harus bisa mendapatkan manfaat langsung dari produk tanpa tergantung pada partisipasi orang lain. Hal ini pasti terjadi di fase awal sebuah peer community. Dalam kasus Linux, hacker yang bergabung untuk menulis kernel Linux berpikir bahwa mereka bisa menulis kode kernel dan bisa melakukannya lebih baik daripada kernel yang sudah ada. Dalam kasus Wikipedia, para kontributor merasa bahwa ada beberapa peristiwa atau hal yang memang harus didokumentasikan. Because they can.

Level 2. Creating The Future (Long Term)

Ketika Linux sudah mencapai critical mass. Akhirnya banyak perusahaan besar yang turut terjun ke dalam pengembangan proyek komunitas ini. The product is proven to be competitive, even for IBM itself. And the market is promising to tap into.

Kenapa IBM berpartipasi dan bahkan menggaji pegawainya untuk berkontribusi ke Linux? Karena IBM ingin mendapatkan profit di masa depan. Dengan penetrasi Linux yang masif, tentunya IBM ingin hardware dan software juga turut tersebar dan mendukung platform Linux. Siapa lagi yang paling tepat dan punya resource untuk mewujudkan dukungan tersebut? Berkontribusi juga tak ditarik biaya bahkan dianjurkan. Berkontribusi hari ini berarti turut menentukan bentuk produk di masa depan. It’s such a small price to pay for a bigger profit tomorrow.

Setelah melewati masa self-fulfillment, masa yang akan dihadapi adalah masa pembentukan Tribe. Pengguna yang berkumpul akan memerlukan fasilitas serupa bahasa baru untuk komunikasi yang lebih efektif. Selain itu juga diperlukan sosok kepala suku yang akan dijadikan panutan dalam penyelesaian konflik yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh anggota komunitas.

Sampai titik ini sepertinya masih ada bumbu-bumbu kesuksesan penciptaan produk berbasis komunitas yang masih belum ditemukan. Care to join the discussion?

Trivia:

IBM kali pertama bergabung ke OpenSource bukan lewat Linux tapi lewat pendirian Apache Foundation.