Browsed by
Tag: Design

About Design Pattern

About Design Pattern

designpattern

What is Design Pattern

Design pattern adalah serangkaian solusi setengah jadi yang bisa digunakan ulang. Dalam konteks web umumnya dipakai dalam penerapan navigasi atau alur penggunaan suatu situs, agar lebih nyaman dan ‘masuk akal’ bagi penggunanya.

Some Examples

paging

Paging – Halaman hasil pencarian dengan puluhan, atau bahkan ratusan, halaman perlu ditata sedemikian rupa, sehingga pengguna bisa mengetahui berapa halaman yang telah dijelajahi, dan berapa halaman lagi yang perlu disimak.

Salah satu solusinya adalah memberi tanda khusus halaman sekarang dan menunjukkan total halaman yang ada. Pengguna harus bisa beranjak ke halaman awal, halaman sebelum atau sesudahnya, serta lompat langsung ke halaman terakhir.

form

Registration Form – Kiranya mana yang lebih efektif, label di atas, di bawah, atau di samping sebuah field? Bagaimana semestinya sebuah pemberitahuan ditampilkan atas kesalahan input? Di bagian atas atau bagian bawah formulir?

Why You Should Use It?

Faster Development – Dengan adanya solusi yang setengah jadi, waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan user interface bisa dipersingkat.

Field Tested – Sebuah solusi bisa dianggap sebagai sebuah design pattern, bila telah diuji dan terbukti kesuksesannya. Namun sayangnya tidak selalu gampang untuk mengukur kesuksesan dari solusi ini.

Flexible & ReusableDesign pattern biasanya muncul dalam bentuk yang setengah jadi. Selain bisa digunakan ulang, design pattern termasuk fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan.

Part of Design Quality – Suatu desain yang sukses bukan hanya sebatas indah dipandang, tapi juga nyaman untuk digunakan. Penerapan design pattern yang benar akan meningkatkan kualitas dalam penggunaan produk. Tentunya juga mempengaruhi kualitas desain secara keseluruhan.

Few Things to Remember

Design is about solution – Peranan design dalam suatu web adalah memberikan solusi, agar informasi yang berusaha disampaikan tidak terhalang oleh faktor lain, seperti navigasi yang ribet. Sekali lagi, design bukanlah seni semata.

Doesn’t apply to every case – Dari segala design pattern yang telah ada, tidak bisa dicomot langsung tanpa tahap penyesuaian yang layak. Untuk beberapa kasus, solusi yang ada bahkan tidak bisa digunakan. Oleh karena itu amati, dan jangan dipaksakan, bila memang tidak pantas untuk digunakan.

Some Resources

Berikut beberapa situs tentang design pattern yang bisa dijadikan panduan:

Apa pendapatmu tentang design pattern? Sudah digunakan? Apa benar menghemat waktu?

Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!

Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!

ceposibyhuelsta

Setelah kurang lebih berusaha menancapkan kaki di bumi Indonesia, saya masih saja canggung terhadap beberapa hal. Satu yang paling menonjol adalah industri yang mengandalkan kreatifitas dan seni, seperti yang melibatkan proses rancang, desain, dan barang-barang yang modelnya membawa peranan penting. Termasuk juga pembuatan web di ranah maya.

Read More Read More

Ongkos Desain Yang Tidak Diakui

Ongkos Desain Yang Tidak Diakui

indonesiakreatif

Di Indonesia, semua orang maunya serba murah. Murah dalam arti material, kualitas, bahan, termasuk desain. Hal yang berbau premium sudah pasti membuat konsumen beraksi menjauhi.

Contoh gampangnya adalah desain kartu nama yang merupakan satu hal yang lumayan sepele. Bertujuan untuk bertukar informasi dengan relasi yang baru ditemui. Dalam prakteknya, bila seseorang dikenai biaya premium/ekstra untuk ongkos desain, maka akan ada reaksi lain, yaitu sedikit ketidak-relaan. Walaupun produk tersebut akan mempunyai nilai lebih setelah melewati proses desain.

Selain konsumen yang tidak selalu mampu atau ditekan anggaran, desainer Indonesia masih jarang yang mampu membuktikan bahwa jasa desain yang dilakukan memang mempunyai nilai lebih. Bukan hanya sekedar tampil cantik atau beda.

Akibatnya desainer Indonesia jarang yang berpraktek sebagai desainer lepas dengan kualitas premium. Melainkan harus menekan biaya desain dan bekerja sama dengan unit produksi dengan imbalan komisi.

Efek samping lainnya justru lebih parah. Desainer tidak bisa bekerja sesuai fungsinya dan selalu ditekan oleh anggaran dari sang klien. Yang tadinya bakat untuk berkarya secara kreatif tidak bisa lagi beroperasi normal, bahkan bergeser menjadi salah satu unit produksi dengan waktu yang sangat terbatas.

Hasilnya adalah produk yang setengah matang, atau setengah jadi. Selain bahan yang digunakan tidak memadai, juga hasil karya yang harusnya kreatif, jadi asal-asalan.

Faktor lain adalah prakter jiplak dari desainer lain, yang mungkin tidak terlalu berbakat, atau dihimpit anggaran yang terbatas. Hal ini membuat desainer serius jadi kehilangan hawa untuk bersaing secara semestinya.

Itulah yang kiranya terjadi di dunia kreatif Indonesia. Desain masih terbilang premium, optional, dan hanya bisa dikonsumsi golongan tertentu. Sebagai desainer, apa yang kiranya bisa kita lakukan untuk mendidik publik, bahwa desain itu bukan sekedar tambil cantik atau beda?

Ayo, teman! Ini demi industri kreatif kita!

Discussing Design & Branding with Yolanda Santosa

Discussing Design & Branding with Yolanda Santosa

yo-teaser

Yolanda ‘Yo’ Santosa is an Indonesian born designer, who lives in Los Angeles, California. Since she was a kid, a lot of subjects have failed to interest her, except for art. After graduated from Art Center in 2000, she began working at yU+co designing main titles for projects like 300, Desperate Housewives and Ugly Betty. She realized that she couldn’t ignore her curiosity in branding, and she finally founded Ferroconcrete in 2006. Pinkberry was her first client, and she got involved in managing all brand and marketing strategies. Throughout her career, she has earned several awards, including 3 consecutive Emmy nominations.

The following is our (quick) email conversation regarding branding and design.

Read More Read More

Optimasi Situs Toko Online

Optimasi Situs Toko Online

frontpage

Sudah beberapa kali NavinoT membahas tentang e-commerce. Ide toko online sebenarnya adalah melayani pelanggan tanpa batasan tempat dan waktu, sekaligus menghemat biaya sewa tempat. Siapa saja yang mempunyai akses internet, bisa mencari informasi dan berbelanja di toko online kapan saja. Tentu saja pesanan tidak selalu diproses secara langsung, mengingat jam kerja masih normal.

Meskipun banyak manfaatnya, toko online juga mempunyai banyak kelemahan. Salah satunya adalah kehadirannya yang tidak terlihat, tidak seperti gerai toko di pusat perbelanjaan. Jadinya sebagai pemilik toko harus rajin melakukan promosi. Berhubung mendapatkan pengunjung saja susah, satu pengunjung yang masuk harus dilayani dengan sebaik mungkin, guna meningkatkan konversi. Yang tadinya pengunjung harus diladeni dengan baik untuk menjadi pembeli, dan akhirnya menjadi pelanggan.

Untuk kesempatan kali ini, mari kita gunakan situs sponsor kita, Bhinneka.com, sebagai studi kasus kita kali ini. Tujuan analisa ini adalah meningkatkan kenyamanan berbelanja lewat layar monitor, sekaligus meningkatkan konversi. Siap?!

Header

Tiap halaman web wajib mempunyai identitas, yang biasanya berupa logo atau nama. Bila kita mencoba tengok seratus situs, perhatikan di mana letak identitas tersebut. Pasti hampir semua situs tersebut menempatkan logonya di sebelah kiri atas. Meskipun tidak ada yang mengharuskan praktek ini, tapi ini sudah menjadi semacam peraturan tidak tertulis dan lebih baik ditaati.

Situs Bhinneka, menempatkan logonya di sisi kanan dan topeng di sisi kiri. Yang mana logo Bhinneka? Yang pasti bukan topeng. Selain itu, file format dari logo tersebut menggunakan flash, yang tidak akan terlihat bagi pengguna yang tidak memakai flash. Satu tambahan lagi, seperti yang pernah kita ulas sebelumnya, logo harus bisa di-klik dan mengarah kembali ke beranda.

Elemen lain yang biasanya tampak di situs toko online adalah barisan navigasi dan kotak pencarian. Secara umum memang sudah tersedia, tapi masih bisa dibuat terasa lebih lega dengan penggunaan white space.

Fungsi Pencarian Barang

Tergantung situasi calon pembeli, pada umumnya mereka cenderung mencari berdasarkan merk atau kategori. Cara paling gampang adalah menggunakan kata kunci di kotak pencarian. Tapi satu kali pencarian belum tentu menemukan apa yang diinginkan. Bhinneka memang sudah menerapkan pencarian berdasarkan kategori dan merk, tapi bukan ini yang saya maksud.

Solusi yang dimaksud adalah vertical search, yang memperbolehkan pengunjung untuk menelusuri lebih jauh hasil pencarian berdasarkan fitur dasar dari jenis barang yang dicari. Contohnya, mencari hard drive menurut kapasitas, merk, harga, jenis, dan sambungan antar muka.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fitur rekomendasi. Di tiap pencarian atau penelusuran, alangkah baiknya disediakan sedikit rekomendasi tentang barang yang paling populer atau banyak dibeli orang. Selain memberi solusi, juga meningkatkan konversi.

Pembeli Butuh Pendapat

Sebagian pembeli tidak selalu tahu barang mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Mereka datang masih penuh dengan tanda tanya dan membutuhkan sedikit konsultasi, layaknya di dunia nyata. Langkah Bhinneka untuk menerapkan customer review pada dasarnya sudah tepat. Mungkin dengan sedikit insentif, bisa menambah motivasi kepada pembeli untuk memberi ulasan. Bila diolah dengan baik, fitur ini bisa meningkatan fungsi Bhinneka di dunia maya. Bukan lagi tempat cek harga, tapi juga tempat untuk mendapatkan rekomendasi antar sesama pembeli.

URL Yang Ramah Mesin Pencari

Saya sendiri pernah menggunakan .NET sebagai solusi web. Satu hal yang paling susah adalah mengakali format URL agak lebih ramah terhadap mesin pencari. Bila kita perhatikan, URL yang dipakai di situs Bhinneka adalah berdasarkan SKU, bukan merk atau nama barang. Dengan sedikit perubahan, bisa meningkatkan posisi pencarian di mesin pencari.

US Dollar vs. Rupiah

usdollar

Barang komputer dan elektronik sangat peka terhadap perubahan kurs mata uang. Oleh karena itu banyak toko cenderung menggunakan US dollar sebagai patokan harga, termasuk Bhinneka. Tapi anehnya, begitu masuk ke keranjang belanjaan, harga sudah langsung berubah menjadi rupiah. Mengapa tidak langsung dikonversi dari awal? Setidaknya menampilkan nilai dari kedua mata uang.

Proses Checkout

kirim

Setelah masuk keranjang, langkah selanjutnya adalah melengkapi informasi untuk pembelian dan pengiriman. Tapi ongkos kirim masih belum tahu, dan masih harus memasukan nama kota untuk tahu jelasnya. Yang mengangetkan, saya butuh lebih dari 5 menit untuk tahu cara penggunaannya. (Lagi lambat kali). Untuk hal ini bisa diubah lebih efisien dengan menggunakan AJAX untuk memperbaharui biaya ongkos kirim sesuai kota tujuan.

Beberapa hal sepele yang sempat terlintas adalah penggunaan checkbox yang tidak seharusnya, yaitu seperti radio button.

Secara keseluruhan, situs Bhinneka sudah sangat baik dibanding toko online lokal lainnya yang pernah saya lihat. Menurut teori above-the-fold, terutama di halaman pertama, Bhinneka sudah termasuk sukses menonjolkan elemen yang perlu atau prioritas. Mungkin saja karena umur e-commerce di Indonesia masih muda, pengolahan toko online dari sisi design & usability masih tertinggal.

————————————————————————————————

Instruksi khusus untuk artikel ini

Menurutmu, apakah ada yang bisa ditingkatkan dari toko online Bhinneka? Silahkan beri komentar di bawah untuk kategori harian berhadiah kaos.

Untuk memperebutkan hadiah utama, silahkan menulis satu artikel dengan satu tautan ke artikel ini, dan satu link lagi ke Bhinneka.com.

10 Tip Desain & Kenyamanan Blog

10 Tip Desain & Kenyamanan Blog

Mumpung tahun 2009 masih muda, bahkan bulan Januari saja belum habis. Mari kita sedikit merapikan blog masing-masing.

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, urusan desain dan kenyamanan dalam pemakaian mempunyai banyak manfaat dan banyak juga kendala dalam penerapannya. Salah satu solusi adalah tidak melihat penampilan dari sisi seni, jadi coret saja penilaian tentang blogmu.

Read More Read More

11 Unsur Untuk Membangun Persepsi

11 Unsur Untuk Membangun Persepsi

Don’t Judge a Book by Its Cover – Jangan menilai suatu buku hanya dari sampulnya, begitulah bunyi peribahasa yang kerap kita dengar. Dalam hal ini, sampul atau kemasan adalah gambaran pertama yang membangun persepsi calon pembeli tentang isi buku tersebut. Dengan desain yang menarik, lengkap dengan serangkaian kata-kata persuasi, menjadikan buku ini semakin meyakinkan untuk ditelusuri lebih lanjut.

Read More Read More