Browsed by
Tag: iRex Reader

The E-Reader Business

The E-Reader Business

e-reader

Jika berbicara E-Reader, atau membaca buku lewat perangkat elektronik, kita tidak bisa melupakan Kindle dari Amazon. Strategi menyimpang dari Amazon ini telah membawa berkah revenue tersendiri bagi Amazon, sekaligus memperkuat posisi Amazon di jajaran pembuat gadget.

Buku, atau membaca, pada dasarnya adalah bisnis dengan pangsa pasar yang sangat besar. Setidaknya di negeri Paman Sam yang sudah mempunyai budaya membaca sejak kecil. Berkat bisnis menjual buku ini, Amazon sukses di dunia maya dan berkembang menjadi sebuah superstore dengan reputasi yang sangat hebat. Go public pula!

Karena teknologi semakin berkembang, transfer data untuk film antar bioskop sudah bukan masalah lagi. Tentunya secara teori, transfer data buku lewat internet juga tidak menjadi masalah. Para geek tentunya mempunyai impian untuk mengusung buku bacaan setebal 2 centimeter ke format elektronik, dan bisa diisi ulang dengan buku bacaan lainnya. Terbitlah E-Reader macam Kindle dan Sony Reader.

Secara konsep tentunya ini adalah sebuah gagasan jitu. Mengingat penerbit bisa melakukan distribusi secara elektronik, dan harga tiap judul bisa ditekan, karena tidak perlu biaya cetak, serta ramah lingkungan. Pengiriman dan pembelian juga bisa dilakukan secara instan, tidak perlu antri lama di toko buku atau menunggu pengiriman lewat pos.

Namun di dunia distribusi media, selalu ada kendala. Selain penerbit dan artis atau penulis yang berebut royalti, juga isu pembajakan yang tidak pernah berhenti. Seperti yang terjadi di media digital lainnya, seperti lagu (mp3) dan video (dvd).

Mengapa E-Reader?

Bukankah Netbook sudah pantas untuk membaca buku? Mungkin saja cukup. Namun bagi para pembuat gadget, ini bisa disegmentasikan lebih lanjut, untuk menjadi satu kategori produk baru. Yang berarti ada alasan untuk membeli gadget baru dan berarti juga tambahan revenue. Pemikiran ini juga sejalan dengan retailer elektronik, yang juga berarti kesempatan mengeruk revenue baru dengan kategori produk baru.

E-Reader harus ringan dan nyaman digunakan untuk berjam-jam. Lain dengan Netbook yang terkesan tebal dan lebih bertenaga untuk sekedar membaca buku. Namun karena perkembangan teknologi, kategori E-Reader kini semakin merapat ke arah Netbook. Selain Netbook bisa menjadi semakin ramping, E-Reader juga mampu menerima konten lain, tidak hanya buku bacaan, tapi juga lagu dan video.

Berikut ini beberapa E-Reader yang telah dan akan beredar dipasaran:

Amazon Kindle DX (US$ 489)

amazon-kindle-dx

Meskipun bukan yang pertama kali, tapi Amazon mempunyai dukungan toko buku dan customer database yang kuat. Membuat Kindle jadi pemimpin untuk urusan E-Reader. Kindle yang sekarang beredar telah mengalami beberapa kali pembaharuan, dan tentunya lebih menawan dari versi sebelumnya.

Sony Reader Touch Edition (US$ 299)

sony-reader

Sony telah berusaha membidik pasar ini untuk sekian lama. Bahkan sebelum Kindle muncul, Sony telah merilis E-Reader-nya sendiri. Namun karena Sony pada dasarnya berangkat dari sebuah perusahaan elektronik, urusan distribusi masih tidak sehebat Amazon. Versi terakhir juga telah mempunyai fitur layar sentuh untuk mengisi kekosongan pasar.

iRex DR800SG (US$ 399)

irex-reader

Dengan layar berukuran 8.1 inci dan didukung oleh jaringan telekomunikasi Verizon Wireless, pengguna iRex Reader diharapkan bisa menikmati buku bacaannya kapan saja, selama jaringan Verizon Wireless ada.

Samsung Papyrus

samsung-papyrus

Samsung Papyrus yang masih berstatus prototype mulai dipamerkan di bulan Maret. Beberapa pengamat tampaknya masih belum menyatakan begitu menjanjikan dari fitur yang ditampilkan. Tapi sudah pasti Samsung tidak tinggal diam di segmen ini.

Microsoft Courier

msft-courier

Microsoft Courier Menampilkan 2 layar berukuran 7 inci, dan lebih mengarah ke fungsi tablet. Tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga bisa dipakai untuk menulis sebagai input. Dari gambar bocoran yang ditampilkan, terlihat sangat menjanjikan. Dengan catatan operating system berjalan lancar. 🙂

Apple Tablet

apple-tablet

Dengan sukses iPod dan iPhone, Apple tidak mau ketinggalan dan juga melihat E-Reader dan Tablet sebagai peluang. Tablet juga sangat cocok sebagai kelanjutan dari produk dengan layar sentuh. Rumor menyebutkan Apple kini lagi mempersiapkan sebuah tablet untuk tahun 2010.

Bagaimana dengan Indonesia?

E-Readers mungkin bisa dijual sebagai kategori baru, dan alternatif untuk membeli buku import secara instan. Namun dengan budaya membaca yang tidak sebesar di luar negeri, tidak terlalu menjanjikan untuk mengubah buku tradisional ke arah elektronik. Namun dari segala faktor yang ada, pasar Indonesia termasuk mengejutkan. Salah satu contohnya ada produk Apple yang premium, namun sukses merebut hati banyak fans.

Menurut Blog Kindle, Amazon masih belum menyatakan tanda-tanda untuk masuk pasar Indonesia. Semoga tidak terlalu lama lagi.

So, will you buy?