Browsed by
Tag: Monetization

4 Cara Cepat Kaya di Internet

4 Cara Cepat Kaya di Internet

Oh I’m so gonna get so much traffic from Google. Berikut ini akan saya beberkan cara-cara menjadi kaya di internet. Perhatikan baik-baik, ini bukan cara-cara yang biasa Anda temui sebelumnya. Cukup masukkan e-mail Anda di bawah ini dan saya akan segera mengirimkan e-book cara-cara menjadi kaya di internet ke inbox Anda.

Cara 1. Membuat konten.

Content is the King. Presentation is the Queen. Konten adalah sumber dari perhatian. Perhatian mewakili keberadaan pengguna. Pengguna berarti duit. Buat konten sebanyak-banyaknya. Semakin banyak dan beragam konten yang Anda buat, semakin banyak pula pengguna yang terjaring.

Buat konten seperti artikel ini. Tulis 5 cara cepat kaya, dan pastikan 5 langkah pamungkas lainnya dijadikan konten premium yang berbayar. GigaOm saja melakukannya.

Cara 2. Kumpulkan konten.

Membuat konten sendiri terkadang susah. Nge-blog saja yang kabarnya cuma ujung dari curhat tak jelas kadang bisa buntu di tengah jalan. Bahkan ironisnya untuk membuat konten 140 karakter saja orang tak mampu — akhirnya malah ReTweet terus-menerus.

Kumpulkan konten dari internet. Konten adalah sumber dari perhatian. Perhatian mewakili keberadaan pengguna. Pengguna berarti duit. TweetMeme, Digg, Reddit adalah contoh tempat-tempat perbudakan 2.0 di mana Anda bekerja tanpa dibayar dan mereka mendapatkan keuntungan dari keringat Anda. Oh, Google bahkan lebih parah.

Cara 3. Buat Platform.

Nah, ini impian banyak orang. Bagi yang tidak berbakat membuat konten, atau bahkan tak punya kemampuan RT, ada alternatif bagi Anda untuk membuat platform. Membuat platform berarti menyediakan sarana bagi orang lain untuk bermain di atas “halaman” Anda.

Serunya, pemain ini tidak hanya menyediakan alat untuk memperbudak pengunjung lewat konsep “user generated content”. Pemain ini juga akan menjadi daya tarik bagi pengguna yang ingin mendapatkan manfaat tertentu yang tidak disediakan oleh pemain di luar halaman Anda.

Dengan keuntungan berlipat ganda lewat UGC dan penarikan pengguna ke platform kita, orang sering salah kaprah bahwa metode ini memerlukan modal besar dan tidak dapat dimasukkan dalam skema cepat kaya lewat internet. Pemikiran ini salah! Cara ini tak memerlukan banyak modal. Satu-satunya modal yang diperlukan adalah “salah langkah”. Niatkan membuat situs buku tahunan bagi sekolah Anda lalu sadarilah beberapa waktu kemudian bahwa Anda salah langkah dan ternyata situs Anda sudah berubah menjadi social network site.

Cara 4. Bermain di atas platform.

Bagi yang pengecut dan tak berani membuat platform, jangan berkecil hati. Menjadi pemain di atas platform orang lain juga bisa membuat Anda cepat kaya di internet. Kalau kata @dreampipe, bermain di platform orang lain itu enak karena kita secara tak langsung sudah diglobalisasi. Tak perlu memasarkan aplikasi sampai ke Timbuktu karena secara otomatis, orang-orang Timbuktu akan mendapatkan update bahwa ada aplikasi yang bisa mereka pakai.

Tapi Anda harus hati-hati memilih platform. Beberapa platform mungkin akan menuntut Anda untuk membayar tiket masuk. Beberapa akan paranoid untuk memastikan bahwa Anda tidak akan membuat aplikasi “amoral”. Pancing pengguna dengan aplikasi gratis yang membuat ingin tahu namun menyebalkan. Menyebalkan karena menghabis waktu berharga Anda hanya untuk menunggu (dan cara mempercepat berarti membuka dompet). Terkutuklah We Rule!!

PS:

Oh maaf, saya lupa manaruh form untuk memasukan e-mail.

Monetize Now or Monetize Later?

Monetize Now or Monetize Later?

camel

Saya rasa saya telah pernah menulis sebelumnya, Flickr tidaklah dimulai dengan Flickr sebagai tempat menunggah dan berbagai foto yang murah hati dan enak dipakai. Kenapa Flickr menjadi Flickr yang sekarang ini? Memang dulunya Flickr itu situs apa?

Flickr dimulai dengan FlickrLive, sebuah sarana pertukaran foto secara realtime dalam aplikasi chatroom di game MMOG milik Ludicorp (2002). FlickrLive baru menjadi Flickr tahun 2004 dan kemudian tahun 2006 menjadi milik Yahoo lewat akuisisi Ludicorp.

Jika dibandingkan, Flickr punya core service yang sangat mirip dengan FlickrLive. Namun dengan reposisi menjadi layanan umum (tidak terbatas dalam game) penyimpan foto. Tidak lagi berfokus pada pertukaran dan penemuan gambar di web, Flickr menjadi gudang tempat mengunggah foto dari pengguna sendiri. Seperti album foto yang online.

So, what’s the point?

Kaskus. Ada apa dengan Kaskus? Kaskus punya banyak hal terkenal. Dulu punya bagian khusus dewasa, sekarang punya bagian jual beli yang tak ramai. Dengan jumlah pengguna yang sudah lewat satu juta, tentunya Kaskus banyak menyimpan potensi unik yang bisa dikembangkan.

Bandingkan dengan cerita Flickr di atas. Ada bagian kecil dari sistem yang bekerja dengan sangat baik dan akhirnya malah menjadi salah satu hal utama yang dikenal dalam layanan besarnya. Dalam Kaskus ada (Forum Jual Beli) FJB yang punya nilai khas dan punya manfaat besar pada penggunanya. Ini bisa jadi strategi Monetize Later-nya Kaskus, selain bergantung pada Monetize Now iklan. Sayang mereka sudah meniadakan forum dewasa, padahal bisa jadi strategi Monetize Later yang bisa cepat mencapai ROI. Hahaha.

Monetize Later seringkali tak direncanakan dari titik nol. Monetize Later biasanya jadi strategi yang muncul akibat perubahan tak terprediksi akibat respon konsumen. FlickrLive tidak pernah direncanakan sebagai FLickr, dan BBS Alibaba tidak mungkin pula dirancang sebagai Asian’s eBay.

Jadi jangan sampai kita menganut strategi Monetize Later, sambil mengawang-awang akan jadi apa layanan kita nanti. Mungkin hal ini jadi tampak bertentangan dengan apa yang sering saya katakan sebelumnya bahwa yang penting adalah membangun layanan yang ramai dan dimonetisasi kemudian. Tapi sebenarnya tidak. Monetisasi tetap harus dipikir sejak awal namun tidak perlu tergesa atau memaksa dieksekusi secara penuh sejak titik nol. Biarkan layanan Anda berkembang dan punya user base yang cukup. Toh monetisasi Anda pasti ada hitungan yang melibatkan jumlah pengguna.

Kalau Kaskus akhirnya akan membangun FJB menjadi layanan tersendiri yang terpisah, berarti ceritanya akan mirip dengan Alibaba. Alibaba, eBay-nya Asia, dimulai dari bulletin board yang mengakomodasi jual beli. Dan kemudian bertransformasi menjadi pasar jual beli internasional.

Kira-kira apakah Kaskus bakal mengambil langkah serupa tahun-tahun ke depan? Bagaimana kalau kita tanyakan langsung ke Chief Marketing Officer-nya, Danny Oei? Mau? Datang saja ke acara SSL3 (Sarasehan Startup Lokal) jumat ini (2009-08-14) di Wetiga. Saya akan datang, dan Ivan sepertinya juga akan datang. Rama dari DailySocial juga pasti di sana. Jadi tunggu apa lagi? Saatnya menimba ilmu komunitas dari Kaskus!

sarasehan-3

Kiprah Situs Social Bookmarking Lokal

Kiprah Situs Social Bookmarking Lokal

socialbookmarkinglokal

Kita telah membahas topik ini sebelumnya, berkaitan dengan popularitas situs yang mengandalkan user-generated content, ala Digg atau Lintas Berita. Kesimpulannya memang kehadiran editor tidak bisa disingkirkan begitu saja, setidaknya tidak dalam waktu dekat. Tapi di lain sisi, apakah suatu situs seperti Lintas Berita bisa melewati popularitas media mainstream yang dikelola secara tradisional seperti Detik?

Read More Read More