Browsed by
Tag: Navigation

E-Commerce: Navigasi dan Search Engine

E-Commerce: Navigasi dan Search Engine

Loupe

Hal pertama yang krusial dalam urusan e-commerce adalah soal etalase dan navigasi. Etalase penting karena sebelum calon pembeli bisa mengenal Anda, mereka harus tertarik dahulu dengan situs Anda. Yang kedua adalah navigasi. Seringkali etalase sudah mampu menahan calon pembeli untuk tidak cepat-cepat lari, atau sebaliknya sama sekali tidak berguna dan tak menarik. Jika calon pembeli masih mencoba bertahan demi mencari apa yang dia inginkan, maka navigasi akan menjadi pertahanan kedua bagi situs Anda.

Ada dua tipe navigasi. Yang pertama adalah yang standar, yang memberikan overview dan peta penjelajahan situs. Biasanya bisa ditemukan secara konsisten baik di bagian atas, samping atau footer.

Yang kedua adalah navigasi versi advance. Jenis ini masih bertujuan memberikan alat untuk menelusuri situs, namun dengan cara lebih spesifik. Misal lewat kategori, pengarang, produsen, range harga, dan lain lain. Navigasi semacam ini sebenarnya mirip dengan fitur search namun sudah diberi antar muka yang lebih intuitif. Alih-alih model kotak isian teks kosong, calon pembeli diberi beberapa nilai default yang bisa dipakai lewat link yang disediakan. Lebih keren lagi, calon pembeli bisa melakukan penelusuran bertingkat, misalnya: kategori buku, di-drilldown dengan topik “IT dan Marketing”, di-tune lagi pada level berikutnya dengan range harga 100 ribu sampai 400 ribu, lalu difinalisasi dengan “reviewed by NavinoT”. Calon pembeli pun akan sampai pada apa yang benar-benar dia cari.

Sebenarnya masing-masing CMS e-commerce pasti telah dilengkapi dengan built-in (terintegrasi) search engine. Akan tetapi search engine tersebut akan mengalami breakdown pada titik tertentu, misalnya saat pengguna situs sudah mencapai jumlah tertentu, koleksi data yang membengkak, serta saat model pencarian ingin diganti.

Saat jumlah pengguna menanjak, performa fitur search yang umumnya sekedar bergantung fasilitas internal akan mengalami degradasi. Ini terjadi karena fitur pencarian ini sebenarnya tidak didesain secara optimal untuk proses pencarian intensif, namun hanya sekedar ada untuk melengkapi fitur.

Performa juga akan terganggu saat koleksi data membengkak. Untuk menampilkan data seperti biasanya saja akan memerlukan waktu ektra, apalagi jika hasil menelusur database lewat fitur searching. Kadangkala data regular pun bisa disajikan (offloading) via search engine demi mengurangi penalti normalisasi database (yang lebih cocok untuk data mining daripada site performance)

Isu ketiga adalah penggantian model pencarian. Fitur pencarian internal tentunya telah di desain dengan batasan tertentu. Ketika situs Anda tumbuh tentunya Anda akan semakin tahu pola pemakaian oleh pengguna. Termasuk di dalamnya adalah pola pencarian dalam rangka mendapatkan pengalaman terbaik dalam pemanfaatan situs.

Dalam edisi JuTek (Jumat Tekno) kali ini, akan disajikan beberapa alternatif mesin pencari eksternal bisa Anda implementasi untuk meningkatkan performa dan user experience di situs Anda.

Read More Read More