Browsed by
Tag: Online Games

Game Economy

Game Economy

Cloud Strife
Di saat semua orang sibuk mencari bentuk social network terbaru, atau mencari layanan unik yang bisa ditawarkan pada konsumen, ternyata adalah salah satu bentuk produk yang sering kita pandang sebelah mata: game.

Iya, game adalah industri tersendiri. Dimulai dari PC, dan akhirnya sekarang merambah ke konsol dan web. Dari yang single player, multiplayer sampai dengan yang MMOG (Massively Multiplayer Online Game). Dilihat dari tak kunjung sepinya warung game online, sepertinya pasar produk ini masih jauh dari kejenuhan.

Dibandingkan dengan produk lain, game termasuk salah satu genre produk yang punya multi monetization stategy. Ada banyak hal bisa dimonetisasi. Beberapa di antaranya juga berlaku untuk produk lain (eg: layanan web), namun karena satu dan lain hal opsi-opsi tersebut lebih bisa berjalan di genre game.

Berikut adalah beberapa opsi monetisasi game:

  • Beli lepas. Seperti halnya produk digital lain, game bisa dijual lepas dengan tambahan biaya support. Harga terkadang menghalangi minat konsumen untuk mencoba, namun sedikit memberikan kepastian income bagi produsen. Dipakai berarti membeli.
  • Subscription. Opsi ini bisa dipakai untuk menekan harga awal produk demi mengurangi barrier of entry. ROI bisa dipenuhi lewat ongkos langganan dalam kurun waktu tertentu. Semakin lama pengguna berlangganan, semakin besar income yang didapat. Hal yang tidak diinginkan tentu saja pengguna tidak meneruskan langganan sebelum ROI per-user tercapai.
  • In-game ads. Iklan juga bisa masuk dalam game. Game adalah perluasan ruang nyata, ada banyak ruang kosong yang bisa dipasangi iklan. Tentu saja jenis dan strategi pemasangannya mungkin berbeda dengan iklan di media lain.
  • Virtual goods. Dalam game bisa dijual barang-barang yang bisa dipakai dalam game itu sendiri. Misalnya atribut eksklusif, senjata yang lebih powerful atau akses ke area tersembunyi. Mata uang yang dipakai tentu saja virtual juga, namun bisa diisi dengan pembelian lewat dunia nyata.
  • Real goods. Tidak semuanya harus berbentuk digital. Produsen game juga bisa bekerja sama dengan pihak lain untuk memproduksi barang-barang nyata yang terkait dengan game. Misal: kostum, action figure, poster, kalendar, dll. Nilai collectible biasanya mampu mengalahkan harga yang tidak masuk akal. Siapa yang tidak ingin punya replika Fenrir?
  • Others. Produsen game juga bisa bekerja sama dengan produsen hardware dengan model bagi hasil atau model kerjasama lain. Produsen game bisa membuat hardware masa kini terlihat cupu supaya pengguna game mau membeli hardware baru.

Mengapa game menjadi pilihan bisnis yang menarik dibandingkan membuat social network baru?

  1. Tidak semua orang bisa membuat game. Sebelum ditemukan Ning untuk game, Anda masih punya banyak kesempatan untuk menjadi salah satu dari sedikit pemain di genre ini.
  2. Sebagian besar publisher memilih opsi beli lepas dalam memasarkan produknya. Ada banyak pilihan lain yang bisa Anda pilih saat Anda memonetisasi game. Terlebih dengan tambahan poin berikut.
  3. It’s no where near saturation. Teknologi akan semakin maju, game akan semakin kaya aksi dan interaksi. Dan akan semakin banyak pula cara menjual value game.

Menurut Anda, apakah game adalah bisnis yang menarik? Andai Anda bisa membuat produk ini, bagaimana produk ini Anda bentuk dan monetisasi?