Browsed by
Tag: Qt

Jumat Tekno: Tech News Update

Jumat Tekno: Tech News Update

plasmoid-js

Oke, JuTek kali ini kita bahas yang ringan-ringan saja. Mari kita telusuri beberapa berita teknologi menarik di seputar kita.

  • Qt S60 “Garden” preview release. Sejak diakuisisi Nokia, Qt juga mulai mengeluarkan versi untuk Symbian, melengkapi daftar cross platform-nya (Linux, MacOSX, dan Windows). Rilis kali ini sudah memakai base Qt 4.5 yang juga baru saja dirilis. Fokus PR 2 ini ada pada theme yang bisa diganti-ganti, menu,dan input method yang kesemuanya menjadikan aplikasi yang dibuat dengan Qt S60 “Garden” ini lebih mirip dengan aplikasi native di S60.
  • PHP got lambda function! Lambda function mungkin adalah salah satu fitur favorit dalam Javascript dan oh boy betapa banyak bahasa lain yang menginginkannya. Dengan lambda function, kita tak perlu mendefinisikan kelas atau fungsi eksplisit secara terpisah yang kemudian ternyata hanya dipakai sekali saja. Kita bisa memakai filosofi “buat, pakai, buang” secara dinamis. Walau tidak se-powerful lambda di Javascript, paling tidak PHP sudah berada pada jalan yang benar. Percaya atau tidak, beberapa waktu ini saya sering mengeuh dalam hati: kenapa PHP tidak punya update yang menarik? Aside from namespace and native unicode support di PHP 6, lambda support di PHP 5.3 ini adalah fitur favorit saya. Yay for PHP!
  • KDE Plasmoids. Yang ini sebenarnya sudah agak lama.KDE 4.2 sudah cukup lama dirilis, namun baru beberapa hari lalu akhirnya saya bisa merasakan pemakaiannya secara langsung alih-alih sekedar memandang screenshot. Overall, KDE 4.2 sudah stabil dan benar-benar bisa dipakai sehari-hari. In fact, I’m exclusively using KDE 4.2 daily at home. Banyak fitur di KDE 4.2 yang menarik untuk dibahas, namun kali ini saya ingin menyoroti tentang Plasmoids. Plasmoid adalah widget semacam Superkaramba (KDE 3.x) atau Gadget di Vista atau Dashboard widget di MacOSX. Bedanya, Plasmoid dikembangkan dengan tehnology KDE dan mempunyai set fitur khusus khas KDE. Dan tahukah Anda bahwa Plasmoids di KDE4.2 ini bisa menjalankan Google Gadget,SuperKaramba widget,dan Dashboard widget-nya MacOSX? Di 4.2, dukungan untuk Dashboard widget dan Google Gadget belum terlalu sempurna, Plasma stuck dan harus di-kill. Akan tetapi, sepertinya dalam 4.3 nanti, everything will be much better. Di 4.2 ini Plasmoid bisa dibuat dengan Ruby,Python dan Javascript.Dukungan Python dan Ruby mungkin telah sangat advance karena usia binding-nya sudah lama. Untuk javascript, baru sedikit API Plasma yang di-expose.Hopefully, we can see more in 4.3.

Anda punya berita favorit lain? Rilis engine game favorit?

Bangun dengan Opensource

Bangun dengan Opensource

Minggu ini mungkin adalah minggu yang sibuk bagi semua orang. Tidak hanya di sini tapi juga di luar sana. Betapa tidak, kita lihat saja hari Rabu kemarin. Nokia, yang tahun lalu membeli Trolltech, mengumumkan bahwa Qt akan menambahkan lisensi dari hanya GPL ke GPL dan LGPL. Ini perubahan besar dan mungkin sudah direncanakan dan juga tak terelakkan bagi Nokia.  Selain berganti lisensi demi keramahan terhadap dunia bisnis, source Qt juga akan dibuka secara lebih transparan.

Apa arti peristiwa tersebut? Bergantinya lisensi Qt ke LGPL berarti source code aplikasi yang diturunkan dari Qt tidak diharuskan memasang lisensi GPL. Pemain komersil tidak akan lagi ragu untuk memanfaatkan Qt seperti yang terjadi sebelumnya. Tanpa perubahan ini, Qt tak akan pernah jadi populer di dunia komersil. Tentu saja, dengan kepopuleran Qt, Nokia mengharapkan terciptanya pasar bagi produk-produknya yang lain.

Tidak hanya Nokia saja yang membuat berita. Hari kamis kemarin, Google mengumumkan penutupan pengembangan Google Notebook, penutupan Dodgeball, dan segera menutup fasilitas upload Google Video. Tidak berhenti sampai di situ saja, Google juga menutup Jaiku. Ya, jaiku yang baru saja dibeli dan belum pernah diluncurkan terbuka. Khusus untuk Jaiku, Google punya rencana lebih. Google akan membuat Jaiku menjadi proyek opensource.

Apa yang bisa kita sikapi atau simpulkan dari langkah Google ini? Tentu saja, nomor satu adalah perampingan. Google berusaha mengurangi pengeluaran berupa biaya pemeliharaan dan pengembangan layanannya yang kira-kira masih terlalu lama bisa dimonetisasi. Ya, mungkin Google pun bisa clueless.

Bagaimana dengan Jaiku? Kenapa Jaiku dijadikan proyek opensource? Apa Google ingin melepas Jaiku sambil merusak pasar Twitter dan clone-nya? Motion? Memastikan tak seorangpun akan menelikung Google di masa resesi ini?

Lalu bagaimana kira-kira kita bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari peristiwa ini? Hmm, Jaiku adalah perangkat lunak yang tidak main-main. Kondisinya yang selama ini sengaja ditutup adalah salah satu pertanda bahwa ada sesuatu yang besar dibaliknya. Jaiku, dalam hal fitur sepertinya sudah setara dengan Twitter. Integrasinya dengan Short Message Service adalah a killer-feature. Khususnya untuk wilayah Indonesia dan Asia yang hobi mengirimkan SMS.

Nah, alat sudah tersedia. Kini tinggal memutar otak dan melihat peluang-peluang yang dulunya tak masuk akal. Hayo, siapa yang paling cepat belok di tikungan 2009?

PS:

  1. Anda tidak dilarang loh untuk mencoba menjawab berbagai pertanyaan di atas?
  2. Anda bisa menagih Ivan untuk menulis soal sisi ekonomi dan marketing dari peristiwa ini ;). He can dig deeper, I believe. Mungkin sesuatu yang berjudul Bubble Burst 2.0 😉

Update:

Layanan Jaiku sendiri masih akan aktif. Hanya pengembangannya secara internal, Google akan cease. Thanks LouCypher.

Nokia, Qt mau ke mana?

Nokia, Qt mau ke mana?

Seperti yang saya janjikan dalam artikel prediksi Internet 2009. Berikut ini kita akan berbicara tentang Qt.

Qt (produk Trolltech ) sudah lama tersedia di Linux dan juga Mac. Qt dipakai secara intensif dalam proyek KDE untuk menciptakan dekstop mumpuni dalam idealisme pengembang KDE. Evolusi Qt tidak berhenti. Kira-kira satu-dua tahun kemarin, Qt 4 diluncurkan dan tidak hanya tersedia di Linux dan Mac saja tetapi juga di Windows.

Tidak saja berfokus di segmen desktop, Qt juga mempunyai versi yang didedikasikan ke platform mobile yaitu Qtopia. Sayangnya Qtopia ini tidak begitu sukses di pasar. Greenphone yang diluncurkan Trolltech dalam rangka mencicipi pasar mobile device pun tidak menuai sukses.

Lalu, tiba-tiba Nokia mengakuisisi Trolltech. Ini adalah langkah yang mungkin tak pernah diduga orang. Qt tidak tampak memiliki produk yang tepat untuk produk-produk Nokia. Lagipula Nokia sudah memiliki Maemo/Hildon (Debian, GTK/GNOME) yang memotori N800. Apakah ini berarti Nokia akan membidik segmen desktop? Dimanakah posisi Qt dalam lini produk Nokia.

Peristiwa baru-baru ini mungkin bisa menjawab teka-teki ini. UIQ bangkrut! UIQ yang banyak dipakai oleh smartphone terutama Sony Ericsson dan Motorola menyatakan bangkrut. Jangan-jangan Nokia sudah mencium hal ini sejak tahun lalu, yang kemudian memicu Nokia untuk mengakuisisi Trolltech? Jika iya, tampaknya Qt akan diarahkan ke pasar untuk menggantikan UIQ. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa segmen mobile lain juga akan dimasuki Qt. Tapi agak sulit ditebak, mengingat adanya Maemo yang telah bercokol di lini high-end product.

Baru-baru ini Plasmoid di KDE sudah mensupport Javascript. Selain akan menginisiasi merebaknya Plasmoid di desktop, fitur ini tentunya akan sangat menggiurkan untuk di pasang di mobile device. Berhubung Qt sudah available di S60 (paling tidak pre-release-nya), tinggal menunggu waktu saja bagi KDE untuk diport ke S60. Mungkin tidak semudah yang dibayangkan, tapi akan sangat menarik bagaimana kira-kira KDE akan tersedia di smartphone.

Apakah ini memang langkah yang hendak ditempuh Nokia? Kemana kira-kira Qt akan dibawa?