Browsed by
Tag: self improvement

Going The Extra Mile

Going The Extra Mile

Frog Ging for Extra Mile

Going the extra mile artinya memberikan lebih daripada yang diharapkan dari seseorang. Ada banyak alasan kenapa going the extra mile dianjurkan untuk dilakukan.

The Dip

Masih ingat The Dip, tentang kapan harus berhenti dan kapan harus terus berlari, yang sempat dibahas di NavinoT beberapa waktu lalu? Well, going the extra mile adalah salah satu bentuk terus berlari. Daripada, “ya seperti ini sudah cukup” kita memilih “sedikit lagi, akan jauh lebih bagus”. Kita mungkin akan terperangah bahwa yang “sedikit” lagi itu bakal punya outputyang jauh lebih besar dari effort yang kita keluarkan atau harapkan.

Eliminating Failures

Masih terkait The Dip, jika kita berhenti sebelum waktunya berati akan ada yang tertinggal. Yang tertinggal ini jadi bibit potensial bagi tumbuhnya kegagalan. Going the extra mile berarti memberikan effort lebih dalam rangka membuat produk yang semakin menjauhi kegagalan.

Always going for extra mile?

Tapi benar juga. Terkadang waktu kita tak akan cukup untuk mendapatkan semua extra mile. Extra mile takes effort. Butuh usaha dan waktu lebih untuk bisa mencapai kilometer lebih. Akhirnya kembali lagi ke prinsip dasar bahwa kita selalu harus pandai menata prioritas. Kita mungkin tidak akan dapat extra mile di suatu bagian atau mungkin malah gagal. Tapi kita bisa berusaha memastikan untuk mendapat extra mile pada bagian yang lebih berarti.

Okay, I know it doesn’t sound easy. Mungkin memang benar, practise makes perfect. Saya sendiri juga harus banyak berlatih.

PS:

Apa kabar teman NavinoT? Rasanya lama sekali tidak menyapa kalian. Selamat menyongsong weekend. Jangan lupa vote wakil Indonesia, “Nothing Wasted“. Sudah ke Indocomtech belum? 😉

Yang Bagus, Yang Mengganggu!

Yang Bagus, Yang Mengganggu!

Kalau mau pintar yang harus belajar, demikian kata orang. Sejak dahulu kita telah diajarkan untuk fokus pada apa yang kita inginkan dan satu-satunya jalan untuk mencapai keinginan tersebut. Kebanyakan orang cenderung berpikir terfokus pada satu titik saja. Ini artinya mengabaikan semua yang datang pada dirinya yang tidak masuk dalam kriteria apa yang menjadi fokusnya saat ini. Pada skala yang lebih besar, hal ini dirupakan dalam bentuk interest. Tidak terbatas pada apa yang hendak dilakukan saat ini, interest menyaring semua hal yang tidak menarik dalam scope yang lebih lebar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Sementara di satu sisi, fokus juga telah dibuktikan bisa berdampak positif pada efektifitas dan efisiensi dalam rangka mencapai tujuan, di sisi lain fokus dan interest bisa membuat kita mati rasa dan tak kreatif. Saya kira contoh-contohnya sudah bisa dibayangkan. Kalau belum bisa dibayangkan, coba ingat kembali teori evolusi. Kenapa gajah berbelalai dan kenapa jerapah berleher panjang. Fokus berujung pada spesialisasi yang bisa memangkas kepekaan indera-indera kita yang lain.

Di balik noise informasi ada banyak hal berguna yang bisa dipakai untuk melengkapi apa yang sudah ada sekarang ini atau disimpan untuk keperluan di masa depan (hint: untuk skala besar, bisa berupa data mining ataupun riset data). Bagi juru ketik kode atau programmer, topik tentang marketing adalah noise. Topik tentang user Interface (terkadang) adalah noise. Topik tentang ekonomi, property, dll adalah noise. Akan tetapi ada di antara noise tersebut yang bisa Anda lihat, pakai, atau simpan untuk keperluan masa depan. Semakin banyak Anda menerima noise, semakin tinggi pula kemungkinan bagi Anda untuk menerima lebih banyak keuntungan dari noise tersebut.

Sumber noise ada bermacam-macam. Blogs, microblogs, milis dan bahkan forum-forum offline. Cobalah membaca RuangFreelance misalnya, untuk mencari tips-tips freelancing. Freelancing tidak berarti kerja bebas tanpa aturan, dan freelancing tak berarti kerja murahan. Untuk keperluan lifestyle, bisa menyimak Twentea.com. Seorang geek mungkin perlu memahami bahasa tubuh supaya tidak selalu ditolak saat wawancara kerja. Dan bagi yang ingin lebih produktif lagi dengan mac, jangan abaikan noise di Makemac.com.

Semua yang tidak sempat Anda baca adalah noise yang bisa jadi berguna bagi Anda. Jadi siapkah Anda untuk menerima lebih banyak noise? Bagaimana jika kita memiliki terlalu banyak noise untuk disimak? Bagaimana cara mengubah noise yang sedemikian banyak menjadi keuntungan bagi kita? Jangan lupa simak kelanjutan artikel ini esok lusa!

PS:
Saya harap contoh tentang diri saya tidak berkesan menggurui Anda. Saya yakin Anda punya pengalaman yang jauh lebih menggigit.

Photo by mtsofan