Browsed by
Tag: Social Networking

Blog Itu Tren Sesa(a)t

Blog Itu Tren Sesa(a)t

Siapa yang tak kenal dengan kalimat itu. Dibilang benar tapi tren blog sudah berjalan sekian tahun di indonesia. Bisa dibilang hampir satu dekade.

Itu dari sudut pandang tren budaya. Blog is alive and kicking. Scoble masih ngeblog, Paul Graham masih ngeblog dan proyek-proyek opensource juga masih bertumpu pada blog untuk menginformasikan perkembangan proyek pada pengguna dan peminatnya. Naked Conversation masih tak terbantahkan.

Sementara itu, dari sudut personal, Priyadi sudah lama tidak ngeblog. Enda jarang-jarang. Andry? Ah, tak perlu ditanya. Jika dicermati, sebagian besar blogger senior sudah “meninggalkan” blognya. Some stay because it has much to do with their job. Light has gone out.

Sebuah link mendarat di timeline twitter saya. Tulisan dalam link tersebut berusaha menganalisa dan akhirnya menyimpulkan bahwa blog adalah indikator sedang terjadinya transisi pekerjaan pada seseorang. Kasarnya, seseorang baru mulai ngeblog saat hendak berganti pekerjaan. Dan berhenti saat sudah sibuk dengan pekerjaannya.

Contoh blogger lokal di atas saya rasa cukup valid. Contoh lainnya, yang disebut dalam link yang saya baca Ray adalah munculnya post “I’m Back” di blog Ozzie yang beberapa hari kemudian disusul dengan pernyataan mundurnya Ray Ozzie dari Microsoft. Dalam artikel tersebut diduga Ozzie mundur karena personally Ozzie merasakan “lack of disruption” di dalam Microsoft. Dalam rangka bertransisi ke sumber disruption baru, Ray Ozzie back into blogging.

Benar atau Salah?

A few years back it was blogging. Sekarang, sudah ada tren berjualan online walau tak se-mainstream keharusan memiliki Blackberry, akun Twitter dan Facebook. Bagi kelompok tertentu ada juga tren harus punya startup.

Kepercayaan bahwa blogging akan berjaya lama memang harus tetap dipegang. Apalagi jika kita sudah berinvestasi banyak di kultur tersebut. Namun, bagi yang mencari sumber disruption baru kita harus senantiasa percaya juga bahwa nothing lasts forever. Akan ada tren baru yang menjadi adiksi dan standar keren dari manusia di Indonesia (dan dunia). Tergantung di mana Anda memilih berdiri, ini bukan tentang benar salah.

The Next Wave

Di ujung horizon, para buzzer, marketers dan pengusaha online sudah berteriak-teriak tentang social commerce. Facebook dan social network lain akan punya nilai praktis lebih dari sekedar mempertemukan teman lama. Kegunaan yang ditemukan “tidak sengaja”, bahwa pengaruh teman dalam jaringan ternyata sangat efektif dalam membentuk opini individu, akan segera diuangkan. Value ini akan disambungkan dengan kegiatan jual beli. Semua hal akan di-social-kan. Kali ini e-commerce yang akan mendapat giliran. Integrasi review dari teman dan konsumen lain hanya tip of the iceberg. Akan ada banyak inovasi di dunia e-commerce termasuk “belanja bersama” seperti halnya yang dilakukan orang-orang di dunia nyata. Dan itu baru satu buzzword 😉

Bagi yang sudah jarang atau malah berhenti ngeblog, boleh saya tahu what makes you stop? Nilai apa yang hilang dari kegiatan ngeblogmu?

Fun Weekend: Meet Us Online!

Fun Weekend: Meet Us Online!

Internet sudah tidak perlu disangkal lagi sebagai sumber informasi yang super lengkap dan efektif. Mulai dari awalnya yang berupa situs-situs informasi yang serba sederhana, internet kini telah mengalami evolusi yang memudahkan para pengguna untuk berkolaborasi dan berbagi informasi. Tidak heran bila sebutan social media seringkali kita dengar dalam perbincangan yang berkaitan dengan internet.

Read More Read More