Browsed by
Tag: Tribes

Giving Up

Giving Up

Ini bukan artikel perpisahan. Don’t worry be happy. Saya hendak membicarakan tentang beberapa hal yang selalu bsia ditemui di pelbagai buku yang saya baca. Terakhir saya menemukannya di buku What Would Google Do. Inti dari beberapa hal tersebut adalah: give your user (full) control.

Don’t get in the way

Penjabarannya bisa jadi banyak hal. Pertama adalah don’t get it the way. Pengguna menelusuri internet untuk melakukan sesuatu. Sebagian besar di antaranya adalah mencari jawaban atas permasalah yang sedang mereka hadapi. Bagi mereka waktu adalah komponen yang dinilai paling tinggi. Mereka tidak punya waktu luang untuk menelusuri setiap halaman di internet untuk mendapatkan jawaban.

Google mengerti hal ini. Google search engine is about speed and relevancy. Di masa awalnya, Google bisa membuat orang meninggalkan mesin pencari lain karena Google memberikan lebih banyak dokumen dan relevansi yang dicari pengguna. Jawaban selalu bisa ditemukan di halaman pertama. Google tidak menahan kita di halamannya, tapi segera mengantarkan kita ke tempat yang kita cari. Time is money.

Alltop memiliki prinsip sama. Sebagai rak majalah yang disinggahi untuk menemukan pelbagai hal menarik. Pembaca haus akan hal-hal baru. Mesin pencari tidak bisa mengakomodasi hal ini. Pembaca harus menentukan sendiri apa yang menarik dengan datang ke Alltop untuk melihat apa yang menarik di hari tersebut. Ketika mereka menemukannya, mereka akan segera beranjak dari Alltop menuju tempat yang menyediakan konten tersebut.

Give them the tools

Sejaan dengan Tribe, yang diperlukan untuk membentuk sebuah komunitas adalah suatu perangkat dan ketentuan yang bisa dijadikan alat interaksi dan komunikasi.

Jimmy Wales tahu betapa Encarta dan ensiklopedia lain terlalu lambat dalam memperbarui kontennya. Belum lagi adanya keterbatasan tempat untuk menampung hal-hal penting bagi semua orang. Inilah kenapa Wikipedia bisa diterima. Pengguna sudah gatal untuk mengkoreksi kesalahan dan menambahkan banyak hal yang tak pernah masuk dalam ensiklopedia cetak.

Squidoo mengambil konsep yang mirip, memberikan fasilitas pada penggunanya untuk mengumpulkan materi-materi dengan tujuan melihat lebih dalam pada suatu topik khusus. Squidoo tidak bisa take-off sebaik Wikipedia, walau secara teori memang ada kebutuhan untuk menyatukan pelbagai materi terpisah di internet dalam sebuah topik khusus.

The Best Strategy: Giving Up

jadi strategi terbaik dalam memenangkan pengguna adalah strategi menyerah. Pemilik situs harus menyerahakan semuanya pada pengguna. Tidak dalam hal kontrol atas arahan produk tapi pada kebebasan penggunaan produk. Youtube lebih menarik kalau kita bisa mengunggah semua video, termasuk klip musik dan hal-hal lain yang diklaim sebaga properti intelektual perusahaan rekaman tertentu. ThePirateBay harusnya tidak di-takedown.

Feed reader seperti feedly lebih menyenangkan dari pada porta berita karena kita bisa mengatur apa yang hendak kita baca. Andaikan tidak ada iklan yang membuat kuota bandwidth kita cepat habis dan berefek samping sakit mata. Ada banyak hal yang tidak bisa kita tentukan, mana yang terbaik bagi pengguna. Pengguna lebih tahu selera mereka, kita hanya bisa membantu menyediakan fasilitas yang memudahkan mereka melakukan aktivitasnya dalam cara mereka sendiri. Don’t be a smartass.

Anda siap menyerah?

PS:

Salah satu strategi menyerah paling baru: Montage

Seth Godin Talks about Tribes

Seth Godin Talks about Tribes

Tribe

Menyambung hobi baru saya dalam mendengarkan podcast, setelah kita ngobrol tentang Paul Graham minggu kemarin, berikut adalah beberapa hal penting yang saya catat setelah mendengarkan rekaman interview Mixergy dengan Seth Godin. Hal ini akan melengkapi ulasan tentang Tribe yang bisa kita baca di NavinoT beberapa waktu lalu.

Tribe adalah taktik. Tribe adalah sebuah pendekatan dan metode untuk membuat sebuah perubahan terjadi. Tribe diperlukan keberadaannya karena ada perubahan fundamental yang terjadi di dunia, ie: sesuatu yang dulunya benar-benar penting kini tak lagi penting. Eg: televisi yang mulai pudar efeknya. Membeli lebih banyak slot iklan di televisi tidak se-efektif dulu lagi dalam proses penyampaian pesan. Mungkin belum sampai pada level tersebut, namun bisa diklaim bahwa televisi tidak lagi menjadi sumber satu-satunya orang dalam mencari tahu apa yang terjadi di sekitarnya.

Ada dua komponen utama dalam membangun Tribe. Yang pertama adalah gathering. Tribe adalah termpat orang-orang berkumpul dan saling berhubungan. Yang kedua adalah message. Message adalah pesan dari pemimpin Tribe, tentang perubahan yang ingin diciptakan, sebuah tempat baru untuk di capai. Twitter dan microblog lainnya adalah bentuk dasar Tribe yang masih belum mempunyai komponen message. Twitter is lacking of forward motion, Seth Godin said. Forward motion ini misalnya: mendukung proses eleksi di Iran (#IranElection), Blame Drew’s cancer (#BlameDrewsCancer), Bebaskan Prita Mulyasari, dll

Bagimana kita bisa membuat kumpulan orang dalam Twitter, dan tempat berkumpul online lainnya menjadi anggota tribe kita? Banyak orang yang merasa bingung bagaimana menciptakan tribe, bagaimana memimpin tribe. Seth Godin bilang, “My job is to get you decide”. Begitu kita memutuskan sesuatu, sesuatu itu pasti akan diselesaikan. Seth Godin mencontohkan, untuk makan siang kita tidak perlu tahu bagaimana cara memasak. Yang diperlukan adalah kita memutuskan untuk makan siang, dan kita akan tahu caranya. Entah kita beli di luar, atau jika benar-benar kepepet kita akan masak sendiri sebisanya. Contoh lainnya, berapa orang yang tahu bagaimana cara membuat podcast? Saya rasa semua sudah tahu, tinggal merekam suara saja sudah bisa jadi podcast. Tapi cuma ada beberapa podcaster di luar sana. Bedanya dengan yang tak punya podcast adalah mereka telah memutuskan untuk melakukannya.

Ada beberapa hal yang bisa membantu proses memimpin dan membangun tribe. Yang pertama, kita sebagai leader, harus melakukan sesuatu yang membuat orang ingin ikut. Jangan melakukan sesuatu yang egois, namun lakukan sesuatu yang juga relevan bagi orang lain. Kebebasan berpendapat adalah relevan bagi banyak orang. Ketika blogger mengajak yang lain mendukung pembebasan Prita Mulyasari, semua orang tanpa ragu mengikutinya. Karena pemimpin tribe melakukan sesuatu yang relevan terhadap banyak orang. Contoh lainnya adalah bagaimana Barack Obama menggalang dana di internet.

Yang kedua, sesuatu yang ingin diikuti orang tersebut harus cukup berharga untuk didukung. Sesuatu yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan yang terakhir adalah pemimpin tribe harus mau melakukan kontak “personal” pada (calon) anggotanya.

Ada satu pesan Seth Godin bagi yang ragu-ragu, dan saya kira tidak hanya berlaku dalam pembangunan tribe saja. Seth Godin mengatakan bahwa selalu ada cara untuk melakukan sesuatu.

It works, if you get it right. Only one who stick with it, passionate, transparent and motivated will succeed.

Jangan lupa dengarkan sendiri podcast-nya,

Seth Godin: Tribes

Seth Godin: Tribes

Entering Flames

Kali ini kita coba rasakan another Seth Godin book. Tribes adalah buku terbaru dari Seth Godin, yang diterbitkan beberapa waktu yang lalu. Kini buku versi terjemahannya telah bisa didapatkan di toko buku kesayangan Anda, dengan harga yang lebih bersahabat daripada versi impor.

Jadi apa sebenarnya Tribes ini, dan mengapa Seth Godin menulisnya?

Tribes adalah sekelompok orang yang terhubung satu sama lain, terhubung dengan seorang pemimpin dan terhubung pada sebuah ide. Tribes ada di mana-mana. Dulunya hanya terbatas dan dibatasi oleh lokasi, namun Tribes hari ini tak lagi mempunyai batasan karena adanya internet. Seth Godin, adalah pemimpin Tribe. Saya, dan beberapa dari Anda adalah anggotanya. Obama adalah pemimpin Tribe juga. Hanya dalam waktu singkat (28 hari) Obama berhasil mengumpulkan $50 juta dolar lewat media sosial (Twitter, blog, etc). Masih ada banyak contoh Tribe lain, misalnya yang dipimpin oleh Joel Spolsky, Linus Torvalds, Richard Stallman, dan lain lain.

Kenapa Tribe menjadi penting?

Tribe dibentuk dari sekelompok orang yang kemudian ditransformasi lewat minat yang sama serta cara tertentu dalam berkomunikasi. Tribe menjadi penting karena kumpulan minat yang sama adalah kekuatan utama dari perubahan. Tribe mengumpulkan kumpulan minat dan mengarahkannya lewat bantuan seorang pemimpin dan kemudian membuat terobosan. Proklamasi 17 Agustus, runtuhnya tembok Berlin, dan berbagai peristiwa penting lain tak bisa dilepaskan dari jasa Tribe. Apakah Anda sedang memegang produk Apple? Anda mungkin anggota Tribe Jonathan Ive dengan kepala suku Steve Jobs. Dan rasanya saya tak perlu memberitahu Anda “Why Apple matters?”

Tribes penting karena hanya dengan Tribes Anda bisa melakukan perubahan. Kira-kira apakah ide mengalahkan perusahaan telekomunikasi besar di dunia itu Anda anggap gila? Tidak masuk akal alias impossible? Anda pernah pakai Skype? Menurut Anda, apakah Skype belum mengalahkan perusahaan telekomunikasi besar di dunia?

How to build a Tribe?

TribesSetelah kita menyadari betapa powerful-nya sebuah tribe, tentunya kita ingin juga memiliki ataupun menjadi bagian darinya. Yang pertama, kita harus memulai dari gagasan. Dalam buku Tribes, Seth Godin memberikan contoh tentang konsep micro financing yang dipopulerkan oleh Muhammad Yunus – penerima nobel. Konsepnya sendiri ternyata sudah lama diketahui orang, seperti yang diterangkan juga oleh Muhammad Yunus. Tapi kenapa baru-baru ini saja micro financing ini punya greget? Sepertinya kembali ke petuah “Lead by example”. Gagasan hanya akan tetap menjadi gagasan sampai seseorang berani maju dan membuat orang lain mengikutinya. Sama dengan “Global Warming” yang dibawa Al Gore.

Setelah minat dan gagasan telah dipilih, “sisanya” tinggal cara berkomunikasi ke anggota tribe. Bentuk komunikasi yang terjadi dalam tribe sendiri ada 4 arah, yaitu:pemimpin pada tribe, tribe kepada pemimpin, anggota tribe pada anggota tribe dan tribe pada dunia luar. Dari sini Seth Godin merinci, bahwa pemimpin tribe punya 3 cara berkomunikasi dalam rangka meningkatkan efektifitas tribe dan anggotanya:

  1. Mentransformasikan minat dan gagasan menjadi sebuah target dan keinginan kuat akan perubahan
  2. Menyediakan sarana untuk mempermudah komunikasi antar anggota
  3. Membuat pencapaian yang memungkin tribe untuk berkembang dan memperoleh anggota baru.

Bagaimana detil poin-poin di atas? Oww, mari kita baca saja sama-sama bukunya 😉

PS:

Menurut teman-teman NavinoT, apakah membantu apabila setiap RaBu (Rasa Buku) juga disediakan informasi (dan diskon???) tentang buku yang diulas?