Browsed by
Tag: Usability

Humanizing Interaction Design by Nigel Sielegar

Humanizing Interaction Design by Nigel Sielegar

handgesture

Minggu lalu, saya ada berbincang-bincang dengan kepala bagian dari ESI design di New York, yaitu Edwin Schlossberg. Beliau berbicara tentang kurangnya satu produk di dunia ini yang diproduksi oleh 1 orang saja. Untuk membuat 1 poster, perangkat komputer yang dipakai merupakan hasil produksi dari ribuan orang di berbagai macam pabrik, Belum lagi perangkat lunaknya yang dikembangkan oleh banyak tim ahli. Ini belum termasuk hal-hal kecil lainnya, seperti mesin cetak, tinta, transportasi, dan lain lain. Tetapi, mengapa produk yang kita keluarkan, khususnya di bidang digital technology, mempunyai kecenderungan untuk membuat orang lebih individualis?

Read More Read More

Optimasi Situs Toko Online

Optimasi Situs Toko Online

frontpage

Sudah beberapa kali NavinoT membahas tentang e-commerce. Ide toko online sebenarnya adalah melayani pelanggan tanpa batasan tempat dan waktu, sekaligus menghemat biaya sewa tempat. Siapa saja yang mempunyai akses internet, bisa mencari informasi dan berbelanja di toko online kapan saja. Tentu saja pesanan tidak selalu diproses secara langsung, mengingat jam kerja masih normal.

Meskipun banyak manfaatnya, toko online juga mempunyai banyak kelemahan. Salah satunya adalah kehadirannya yang tidak terlihat, tidak seperti gerai toko di pusat perbelanjaan. Jadinya sebagai pemilik toko harus rajin melakukan promosi. Berhubung mendapatkan pengunjung saja susah, satu pengunjung yang masuk harus dilayani dengan sebaik mungkin, guna meningkatkan konversi. Yang tadinya pengunjung harus diladeni dengan baik untuk menjadi pembeli, dan akhirnya menjadi pelanggan.

Untuk kesempatan kali ini, mari kita gunakan situs sponsor kita, Bhinneka.com, sebagai studi kasus kita kali ini. Tujuan analisa ini adalah meningkatkan kenyamanan berbelanja lewat layar monitor, sekaligus meningkatkan konversi. Siap?!

Header

Tiap halaman web wajib mempunyai identitas, yang biasanya berupa logo atau nama. Bila kita mencoba tengok seratus situs, perhatikan di mana letak identitas tersebut. Pasti hampir semua situs tersebut menempatkan logonya di sebelah kiri atas. Meskipun tidak ada yang mengharuskan praktek ini, tapi ini sudah menjadi semacam peraturan tidak tertulis dan lebih baik ditaati.

Situs Bhinneka, menempatkan logonya di sisi kanan dan topeng di sisi kiri. Yang mana logo Bhinneka? Yang pasti bukan topeng. Selain itu, file format dari logo tersebut menggunakan flash, yang tidak akan terlihat bagi pengguna yang tidak memakai flash. Satu tambahan lagi, seperti yang pernah kita ulas sebelumnya, logo harus bisa di-klik dan mengarah kembali ke beranda.

Elemen lain yang biasanya tampak di situs toko online adalah barisan navigasi dan kotak pencarian. Secara umum memang sudah tersedia, tapi masih bisa dibuat terasa lebih lega dengan penggunaan white space.

Fungsi Pencarian Barang

Tergantung situasi calon pembeli, pada umumnya mereka cenderung mencari berdasarkan merk atau kategori. Cara paling gampang adalah menggunakan kata kunci di kotak pencarian. Tapi satu kali pencarian belum tentu menemukan apa yang diinginkan. Bhinneka memang sudah menerapkan pencarian berdasarkan kategori dan merk, tapi bukan ini yang saya maksud.

Solusi yang dimaksud adalah vertical search, yang memperbolehkan pengunjung untuk menelusuri lebih jauh hasil pencarian berdasarkan fitur dasar dari jenis barang yang dicari. Contohnya, mencari hard drive menurut kapasitas, merk, harga, jenis, dan sambungan antar muka.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fitur rekomendasi. Di tiap pencarian atau penelusuran, alangkah baiknya disediakan sedikit rekomendasi tentang barang yang paling populer atau banyak dibeli orang. Selain memberi solusi, juga meningkatkan konversi.

Pembeli Butuh Pendapat

Sebagian pembeli tidak selalu tahu barang mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Mereka datang masih penuh dengan tanda tanya dan membutuhkan sedikit konsultasi, layaknya di dunia nyata. Langkah Bhinneka untuk menerapkan customer review pada dasarnya sudah tepat. Mungkin dengan sedikit insentif, bisa menambah motivasi kepada pembeli untuk memberi ulasan. Bila diolah dengan baik, fitur ini bisa meningkatan fungsi Bhinneka di dunia maya. Bukan lagi tempat cek harga, tapi juga tempat untuk mendapatkan rekomendasi antar sesama pembeli.

URL Yang Ramah Mesin Pencari

Saya sendiri pernah menggunakan .NET sebagai solusi web. Satu hal yang paling susah adalah mengakali format URL agak lebih ramah terhadap mesin pencari. Bila kita perhatikan, URL yang dipakai di situs Bhinneka adalah berdasarkan SKU, bukan merk atau nama barang. Dengan sedikit perubahan, bisa meningkatkan posisi pencarian di mesin pencari.

US Dollar vs. Rupiah

usdollar

Barang komputer dan elektronik sangat peka terhadap perubahan kurs mata uang. Oleh karena itu banyak toko cenderung menggunakan US dollar sebagai patokan harga, termasuk Bhinneka. Tapi anehnya, begitu masuk ke keranjang belanjaan, harga sudah langsung berubah menjadi rupiah. Mengapa tidak langsung dikonversi dari awal? Setidaknya menampilkan nilai dari kedua mata uang.

Proses Checkout

kirim

Setelah masuk keranjang, langkah selanjutnya adalah melengkapi informasi untuk pembelian dan pengiriman. Tapi ongkos kirim masih belum tahu, dan masih harus memasukan nama kota untuk tahu jelasnya. Yang mengangetkan, saya butuh lebih dari 5 menit untuk tahu cara penggunaannya. (Lagi lambat kali). Untuk hal ini bisa diubah lebih efisien dengan menggunakan AJAX untuk memperbaharui biaya ongkos kirim sesuai kota tujuan.

Beberapa hal sepele yang sempat terlintas adalah penggunaan checkbox yang tidak seharusnya, yaitu seperti radio button.

Secara keseluruhan, situs Bhinneka sudah sangat baik dibanding toko online lokal lainnya yang pernah saya lihat. Menurut teori above-the-fold, terutama di halaman pertama, Bhinneka sudah termasuk sukses menonjolkan elemen yang perlu atau prioritas. Mungkin saja karena umur e-commerce di Indonesia masih muda, pengolahan toko online dari sisi design & usability masih tertinggal.

————————————————————————————————

Instruksi khusus untuk artikel ini

Menurutmu, apakah ada yang bisa ditingkatkan dari toko online Bhinneka? Silahkan beri komentar di bawah untuk kategori harian berhadiah kaos.

Untuk memperebutkan hadiah utama, silahkan menulis satu artikel dengan satu tautan ke artikel ini, dan satu link lagi ke Bhinneka.com.

Web Design: Above the Fold

Web Design: Above the Fold

atf

Salah satu misi blogging adalah menyampaikan informasi kepada pengguna, baik yang sudah pelanggan atau yang masih baru. Dalam prosesnya, banyak faktor yang menghambat proses ini, baik dari sisi konten itu sendiri atau elemen lain di sekitarnya.

Dengan begitu banyaknya blog, persaingan antar blogger jadi semakin ketat untuk merebut hati pembaca. Kadang kala banyaknya limpahan pengunjung dari mesin pencari terbuang percuma dengan ratio konversi yang rendah. Entah karena penggunaan judul yang salah atau gangguan iklan, pengunjung cenderung meninggalkan halaman dalam waktu yang relatif singkat.

Read More Read More

E-Commerce: Navigasi dan Search Engine

E-Commerce: Navigasi dan Search Engine

Loupe

Hal pertama yang krusial dalam urusan e-commerce adalah soal etalase dan navigasi. Etalase penting karena sebelum calon pembeli bisa mengenal Anda, mereka harus tertarik dahulu dengan situs Anda. Yang kedua adalah navigasi. Seringkali etalase sudah mampu menahan calon pembeli untuk tidak cepat-cepat lari, atau sebaliknya sama sekali tidak berguna dan tak menarik. Jika calon pembeli masih mencoba bertahan demi mencari apa yang dia inginkan, maka navigasi akan menjadi pertahanan kedua bagi situs Anda.

Ada dua tipe navigasi. Yang pertama adalah yang standar, yang memberikan overview dan peta penjelajahan situs. Biasanya bisa ditemukan secara konsisten baik di bagian atas, samping atau footer.

Yang kedua adalah navigasi versi advance. Jenis ini masih bertujuan memberikan alat untuk menelusuri situs, namun dengan cara lebih spesifik. Misal lewat kategori, pengarang, produsen, range harga, dan lain lain. Navigasi semacam ini sebenarnya mirip dengan fitur search namun sudah diberi antar muka yang lebih intuitif. Alih-alih model kotak isian teks kosong, calon pembeli diberi beberapa nilai default yang bisa dipakai lewat link yang disediakan. Lebih keren lagi, calon pembeli bisa melakukan penelusuran bertingkat, misalnya: kategori buku, di-drilldown dengan topik “IT dan Marketing”, di-tune lagi pada level berikutnya dengan range harga 100 ribu sampai 400 ribu, lalu difinalisasi dengan “reviewed by NavinoT”. Calon pembeli pun akan sampai pada apa yang benar-benar dia cari.

Sebenarnya masing-masing CMS e-commerce pasti telah dilengkapi dengan built-in (terintegrasi) search engine. Akan tetapi search engine tersebut akan mengalami breakdown pada titik tertentu, misalnya saat pengguna situs sudah mencapai jumlah tertentu, koleksi data yang membengkak, serta saat model pencarian ingin diganti.

Saat jumlah pengguna menanjak, performa fitur search yang umumnya sekedar bergantung fasilitas internal akan mengalami degradasi. Ini terjadi karena fitur pencarian ini sebenarnya tidak didesain secara optimal untuk proses pencarian intensif, namun hanya sekedar ada untuk melengkapi fitur.

Performa juga akan terganggu saat koleksi data membengkak. Untuk menampilkan data seperti biasanya saja akan memerlukan waktu ektra, apalagi jika hasil menelusur database lewat fitur searching. Kadangkala data regular pun bisa disajikan (offloading) via search engine demi mengurangi penalti normalisasi database (yang lebih cocok untuk data mining daripada site performance)

Isu ketiga adalah penggantian model pencarian. Fitur pencarian internal tentunya telah di desain dengan batasan tertentu. Ketika situs Anda tumbuh tentunya Anda akan semakin tahu pola pemakaian oleh pengguna. Termasuk di dalamnya adalah pola pencarian dalam rangka mendapatkan pengalaman terbaik dalam pemanfaatan situs.

Dalam edisi JuTek (Jumat Tekno) kali ini, akan disajikan beberapa alternatif mesin pencari eksternal bisa Anda implementasi untuk meningkatkan performa dan user experience di situs Anda.

Read More Read More

10 Tip Desain & Kenyamanan Blog

10 Tip Desain & Kenyamanan Blog

Mumpung tahun 2009 masih muda, bahkan bulan Januari saja belum habis. Mari kita sedikit merapikan blog masing-masing.

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, urusan desain dan kenyamanan dalam pemakaian mempunyai banyak manfaat dan banyak juga kendala dalam penerapannya. Salah satu solusi adalah tidak melihat penampilan dari sisi seni, jadi coret saja penilaian tentang blogmu.

Read More Read More

11 Unsur Untuk Membangun Persepsi

11 Unsur Untuk Membangun Persepsi

Don’t Judge a Book by Its Cover – Jangan menilai suatu buku hanya dari sampulnya, begitulah bunyi peribahasa yang kerap kita dengar. Dalam hal ini, sampul atau kemasan adalah gambaran pertama yang membangun persepsi calon pembeli tentang isi buku tersebut. Dengan desain yang menarik, lengkap dengan serangkaian kata-kata persuasi, menjadikan buku ini semakin meyakinkan untuk ditelusuri lebih lanjut.

Read More Read More