Browsed by
Tag: vshub

BisTip

BisTip

Berapa kali Anda memesan oleh-oleh, atau makan siang pada teman? Pernahkah Anda ingin memesan barang pada teman Anda yang sedang jalan-jalan keluar negeri? Selain gantungan kunci pastinya.

Salah satu masalah yang sering kita hadapi adalah distribusi. Mendekatkan yang jauh. Dalam konteks personal berupa titip menitip, dalam skala komersial menjadi bisnis ekspor impor. Kita sudah pernah membahas wujud bisnis ini dalam bentuk vsHub dan Flutterscape. Dua-duanya punya kemiripan dalam hal mendekatkan yang jauh. Memungkinkan kita menemukan dan membeli barang-barang yang sebelumnya susah kita beli — mostly — karena halangan non ekonomi.

Here comes BisTip

BisTip.com, Bisnis Titipan or Bisa Titip? Yang mana pun itu, website[1] ini berusaha menjadi pelumas/enabler bagi aktivitas titip menitip. Sebelumnya kita hanya bisa menitip pada saudara atau teman dari teman yang sudah terpercaya. Kini kita bisa menitip pada orang yang sama sekali belum kita kenal.

Ada beberapa permasalahan dalam titip menitip yang hendak dihilangkan oleh BisTip. Yang pertama soal siapa yang bisa dititipi. Tak perlu lagi menunggu apalagi memprovokasi teman dan saudara supaya segera jalan-jalan ke luar negeri. Lewat BisTip kita bisa mengetahui rute mana yang akan dilewati para BisTiper. Singapur – Jakarta, London – Surabaya, dan lain-lain.

Yang kedua, soal trust. Masalah yang umum dari sebuah layanan. Masalah trust mencakup banyak hal. Namun BisTip rupanya ingin keep things simple. BisTip saat ini hanya punya fitur rating buat Bistiper, mirip dengan rating merchant di marketplace online. Tidak ada escrow account atau sarana penjamin apapun di sini. Untuk menitip barang bernilai ekonomis kecil memang tak masalah, tapi tidak sebaliknya. Well, bagi BisTip, itu masih harus menjadi urusan pribadi antara penitip dan Bistiper. BisTip hanya menyarankan penggunaan Rekening Bersama yang sudah ada dan dipercaya banyak orang di pelbagai forum.

The Problems

Selain soal trust yang tak sepenuhnya teralamati, walau FJB juga bisa jalan tanpa RekBer, BisTip juga punya masalah umum yang diidap banyak layanan yang baru saja launch: users. Upah titip menitip tentunya jadi masalah tersendiri. BisTip harus berfokus ke pencatatan keberhasilan titip menitip supaya suplai dan permintaan bisa diteruskan dengan mandiri oleh penggunanya. Seperti halnya saat awal membuat blog, kita harus rajin menjemput pembaca ke blog-blog mereka.

Dengan menempelkan layanan ini ke tempat yang tepat, misal: FJB, gadtorade (Gadget to Trade) dan komunitas-komunitas yang sudah mandiri, BisTip bisa jadi tool menarik untuk digunakan anggota komunitas tersebut. Fish where the fishes are.

The Exit Alternatives

Kalau kita perhatikan BisTip, adalah dua hal inti yang akan menjadi basis datanya. Pertama adalah rute perjalanan dan kedua adalah permintaan dan penawaran. Tergantung mana yang akan terkumpul lebih banyak dan peluang bisnis di masa depan, satu dari dua komponen ini bisa dibuang dan mentransformasi BisTip menjadi usaha yang lebih solid. Seperti halnya Kayak.com, dari sekedar pembanding harga 20 situs travel kini mengakomodasi booking langsung dari situs Kayak.com[2][3]

Jadi di masa depan mungkin BisTip akan menjadi produk seperti Tripit atau Flutterscape. Neither are a bad future :). Layanan-layanan yang sederhana (modest) seperti ini bisa jadi the next Craiglist. Zero to Hero.

Jadi, ada yang mau titip-titip atau bermakelar ria? Go for it!

Footnotes

[1] Website, bukan startup. Debatable definition. Ask @ronaldwidha about this :D. Okay, here’s the article: http://bmull.com/out-of-respect-for-people-actually-launching
[2] “if you can’t beat them, aggregate them” #startuplokal. Then beat them on their own game.
[3] Kayak bekerjasama dengan Travelocity untuk fitur Direct Booking http://techcrunch.com/2011/03/14/kayak-partners-with-travelocity-to-take-direct-hotel-reservations/ . Dalam hal ini Kayak tidak membuang core datanya tapi memposisikan ulang menjadi unbeatable addon dari bisnis model baru: direct booking.

VSHub: Variasi Menarik Layanan Logistik

VSHub: Variasi Menarik Layanan Logistik

Dulu sewaktu baru saja pindah ke Jakarta, saya punya ide menjual layanan broker. Broker belanja di Jakarta bagi penduduk di luar Jakarta (waktu itusaya hanya berpikir Jogja). Inti idenya sederhana saja. Pembeli tinggal menyebut barang apa yang ingin dibeli, bisa dari hasil pencarian mandiri atau memilih dari katalog sederhana yang saya buat berkala. Barangnya akan dihantar pada saat saya balik ke Jogja. Silly and stupid but might just work.

Well what do you know, rupanya VSHub (Virtual Shopping Hub) punya konsep yang mirip dengan ide saya tersebut. Hanya saja lebih modern dan mengakomodasi model bisnis yang well planned.

The Essence

Membuka marketplace itu bukan perkara mudah, buktinya tidak banyak yang terjun ke bidang ini. Ada banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun sistem, menarik pelanggan dan juga penjual. Belum lagi mengurus integrasi dengan pelbagai payment gateway demi kemudahan dan kenyamanan aktivitas jual beli.

Daripada membuat another marketplace atau online store, VSHub tampaknya mencoba fokus pada isu delivery dan penghematan belanja.

Sorry, We Can’t Ship To Indonesia

Pernah bertemu kalimat di atas? Sebal. Tak bisa kita menyalahkan merchant karena bisa saja pembatasan ini dilakukan demi menghindari fraud atau sengaja untuk mengontrol pengeluaran ongkos shipping. Ongkos shipping yang tinggi bisa membuat penjual merugi oleh karena itu beberapa alamat pengiriman memang tidak dilayani.

VSHub cerdas membidik masalah tersebut. VSHub menjual layanan alamat virtual di US yang bisa didapatkan cuma-cuma saat registrasi. Dengan cara seperti ini, kita masih tetap bisa membeli barang karena alamat pengiriman masih di US. Dengan cara ini, pembeli juga bisa diuntungkan dari penghematan biaya pengiriman barang. Alih-alih membayar biasa shipping masing-masing barang ke alamat asli kita maka kita cukup membayar ongkos shipping tiap-tiap barang ke US (most probably zero) plus ongkir sekali ke alamat asli kita. Hitungannya yang berdasar volume/berat juga bisa memangkas ongkos karen semua pesanan kita dibungkus dalam satu kotak.

How You Can Clone VSHub

Jika Anda cermat mengamati, membuat layanan seperti VSHUb ini seperti membuat perusahaan logistik. Dengan tambahan kita bisa bisa menjadikannya pool barang-barang yang kita beli dari pelbagai tempat. Jadi sebenarnya idenya gak unik-unik amat dong? Memang tidak, tapi tak semua bisa mengeksekusi plan seperti ini bukan?

How To Make A Better VSHub?

Sudah jelas, pertama luaskan jangkauan layanan. VSHUb sendiri sudah berekspansi untuk mendukung pengiriman dari Jepang. Pilihan opsi beli pun makin meningkat. Segmen otaku atau fashionista yang gemar membali barang-barang aneh dari jepang tak perlu bingung harus memesan di mana supaya tidak terbebani ongkos kirim. Tak perlu mencari orang tertentu tapi cukup memakai layanan yang sudah punya kredibilitas.

Yang kedua, get a better deal with the foreign merchant. Selain meluaskan jangkauan layanan, VSHub juga bsia bekerjasama dengan merchant setempat untuk memberikan diskon khusus bagi pelanggan VSHub. Lihat saja merchant yang paling sering bertransaksi lalu ajak kerjasama.

Ketiga, get a better deal with local logistic company. VSHub tentunya tak bekerja sendirian. Coverage pengiriman bisa diperluas dan diperhemat dengan jalan bekerjasama dengan partner yang tepat.

Keempat, nurture a community. Daripada bergantung pada end user, kita bisa mendidik dan memberdayakan komunitas pengusaha yang memanfaatkan VSHub. Di daerah tentunya masih banyak yang tertarik dengan layanan seperti ini. Kita manfaatkan dan berdayakan para kader ini untuk membuat dan memelihara pasarnya sendiri. You only need to invest once, the rest will come by itself (theoritically)

Jangan-jangan Anda sudah punya calon-calon partnernya? Tunggu apalagi, bikin yang lebih bagus! jangan lupa coba layanan VSHub ini untuk mendapatkan feeling bisnis-nya dan mencari tahu hal-hal yang bisa dijadikan diferensiator layanan baru Anda.

Bersemangat?

PS:

Untuk keperluan testing, Anda boleh membeli barang-barang seperti di bawah ini buat saya 😀